
Bola.net - Salah satu laga yang dinantikan dari babak 16 besar Liga Champions akan bergulir sebentar lagi. Dua raksasa Eropa, Chelsea dan Bayern Munchen, dipertemukan lagi setelah delapan tahun berpisah.
Ya, kedua tim sempat bertemu di laga final tahun 2012 lalu. Kala itu Munchen menelan kekalahan yang menyakitkan dari the Blues. Bagaimana tidak, mereka berada di ambang kesuksesan sebelum Didier Drogba memupuskan harapan mereka.
Pada waktu itu, Munchen sudah unggul di menit-menit akhir pertandingan melalui aksi Thomas Muller. Namun kedudukan berubah menjadi imbang berkat gol Didier Drogba hingga pertandingan harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Pertandingan terus bergulir sampai ke drama adu penalti. Munchen, yang sudah mencium aroma kesuksesan, pada akhirnya harus menitikkan air mata karena kalah dalam drama adu penalti dengan skor 3-4.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Lewandowski Si Mesin Gol
Delapan tahun lamanya mereka terpisah, dan sekarang kembali dipertemukan di babak 16 besar. Laga ini akan menjadi duel penuntasan dendam yang sudah dipendam Bayern Munchen sejak lama.
Seandainya Robert Lewandowski sudah bersinar pada saat itu, dan bergabung dengan Munchen pada musim itu juga, mungkin Munchen tidak akan kerepotan untuk mengatasi Chelsea. Ya, Lewandowski dikenal sebagai salah satu striker terbaik di era sekarang.
Jumlah gol yang telah ia bukukan sejak mendarat di Allianz Arena pada tahun 2014 lalu bisa berbicara. Dari 274 laga yang telah dilakoni bersama Die Bavarians, Lewandowski sudah mengantongi total 229 gol. Itu bukan angka yang sedikit.
Di musim ini sendiri, pria berkebangsaan Polandia tersebut sudah membukukan 38 gol dari 32 laga. 10 di antaranya ia dapatkan dari lima penampilan di Liga Champions. Artinya, Lewandowski mencetak rata-rata dua gol per pertandingan.
Jadi wajar kalau Munchen akan bertumpu pada kemampuan Lewandowski dalam urusan mencetak gol. Semuanya demi menuntaskan dendam yang sudah terpupuk sejak delapan tahun lalu.
Dibantu Banyak 'Asisten'
Kendati berpostur tinggi, tapi Lewandowski bukanlah sosok target man. Hal ini bisa dilihat dari statistiknya. Di ajang Liga Champions sendiri, pria berumur 31 tahun tersebut hanya mencatatkan rata-rata 23 operan per pertandingannya.
Selain itu, ia hanya mencatatkan tiga assist sejauh ini yang semuanya tercipta di ajang Bundesliga. Jelas, Lewandowski bukanlah target man. Ia lebih dikenal sebagai striker yang lebih banyak beroperasi di kotak penalti lawan dengan satu tujuan: mencetak gol.
Dengan peran tersebut, jelas saja kalau Lewandowski akan membutuhkan bantuan dari rekan-rekan setimnya. Untung bagi dia, Munchen memiliki banyak rekan setim yang siap menyokong dirinya menjebol gawang lawan.
Khas Bayern Munchen yang masih dipertahankan sampai sekarang adalah kehadiran dua penyerang sayap yang handal mengacak-acak pertahanan lawan. Permainan seperti ini selalu hadir sejak era duet Franck Ribery dan Arjen Robben.
Kedua sosok tersebut sudah tidak lagi bermain untuk Bayern Munchen. Namun, Die Bavarians punya pengganti dalam diri Serge Gnabry, Kingsley Coman, dan Philippe Coutinho. Tidak ketinggalan sosok Thomas Muller yang juga siap membantunya.
Lewandowski akan sangat bertumpu pada kontribusi Muller. Pemain berusia 30 tahun itu merupakan pencetak assist terbanyak di barisan penyerangan Munchen musim ini. Sebagai informasi, ia sudah membukukan 17 assist dari 32 penampilannya di berbagai kompetisi.
Jika Muller mendapati jalan buntu, Lewandowski punya 'asisten' lainnya dalam diri Serge Gnabry. Sejauh ini Gnabry mampu meraih 10 assist. Dan jika Lewandowski sedang mengalami hari buruk, ia juga bisa menjadi opsi pencetak gol. Sebagai informasi, Gnabry sudah mencetak 15 gol pada musim ini.
Baca Juga:
- Jadwal Babak 16 Besar Liga Champions Tengah Pekan Ini, Siaran Langsung di SCTV
- Muller tak Gentar Lawan Chelsea, Katanya Bukan Tim Terbaik di Eropa Lagi
- Hasil Lengkap dan Klasemen Pekan ke-23 Bundesliga: RB Leipzig Menang Besar
- Lewandowski Sempat Dibujuk Ferguson untuk Pindah ke MU, Kenapa Gagal?
- Juventus Sudah Punya Opsi Lain Jika Gagal Datangkan Pogba, Siapa Dia?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Chelsea vs Bayern Munchen di Vidio Premier
Liga Champions 25 Februari 2020, 23:59
-
Jose Mourinho Minta Dibelikan Willian
Liga Inggris 25 Februari 2020, 21:40
-
Direktur Teknik Garuda Select Bicara Peluang Chelsea Hadapi Bayern Munchen
Liga Champions 25 Februari 2020, 21:07
-
Pemain Kunci Chelsea vs Bayern Munchen: Lewandowski dan Misi Menuntaskan Dendam Lama
Liga Champions 25 Februari 2020, 19:00
-
Chelsea Jadikan Tottenham Sebagai Motivasi Kalahkan Bayern Munchen
Liga Champions 25 Februari 2020, 16:00
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR