
Bola.net - Striker Liverpool Divock Origi mengatakan bahwa dirinya dan skuat The Reds kini makin lapar setelah memenangi trofi Liga Champions musim lalu.
Origi memulai karirnya di Liverpool sebagai pemain pelapis saja. Jurgen Klopp bahkan disebut nyaris melepasnya.
Namun pemain asal Belgia itu mampu menunjukkan bahwa performanya meningkat. Ia pun menjadi aktor penting kesuksesan Liverpool pada musim 2018-19 kemarin.
Ia mampu mencetak gol krusial di sejumlah laga di musim lalu. Sebut saja saat melawan Everton, Barcelona dan melawan Tottenham di final Liga Champions.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Ingin Juara Lagi
Origi sempat disebut akan hengkang karena kontraknya akan segera berakhir. Namun ia kemudian memperbaharui kontraknya dan memastikan bertahan di Anfield untuk jangka waktu yang lama.
Origi mengaku senang bisa meneken kontrak baru itu. Ia pun berharap sekarang ia bisa tampil makin bagus. Ia juga mengatakan makin termotivasi untuk bisa meraih gelar juara berikutnya bersama Liverpool.
"Bagi saya, kontrak itu adalah keputusan yang logis dan baik. Klub selalu menunjukkan kepercayaan. Kami melakukan beberapa percakapan bagus dan semuanya langsung klik, jadi itu sangat mudah," katanya kepada The Athletic.
"Anda harus mendengarkan naluri Anda. Saya merasa dihargai dan saya merasa bisa membuat langkah lebih jauh di klub ini. Saya masih punya banyak hal untuk diberikan dan ditunjukkan di sini," serunya.
"Ini adalah kelompok yang muda dan berbakat, dan rasanya Madrid baru sebuah permulaan. Kami haus akan lebih banyak trofi. Saya melihat rasa lapar sejak saya kembali pada bulan Juli," ungkap Origi.
Bangga dan Terhormat
Kesuksesan Origi mencetak gol melawan Barcelona dan Tottenham memberikannya tempat dalam sejarah Liverpool. Ia pun mengaku merasa terhormat bisa menjadi bagian dari sejarah hebat The Reds.
"Rasa hormat dari para penggemar selalu menyenangkan. Saya senang bahwa mereka memiliki tempat seperti itu di hati mereka untuk saya," akunya.
"Menjadi bagian dari sejarah klub seperti Liverpool adalah sesuatu yang bisa dibanggakan dan sesuatu yang selalu saya inginkan. Saya selalu melihat diri saya bermain untuk tim besar di Liga Premier dan menjadi penting di sana."
"Setelah karir saya tuntas, saya akan bisa duduk santai dan menikmati apa yang telah saya raih. Tapi untuk sekarang, ini tentang melakukan lebih dan lebih lagi," tegas Origi.
Divock Origi sendiri melakoni debutnya dengan apik bersama Liverpool. Bermain melawan Norwich City, ia membantu timnya menang 4-1.
(The Athletic)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool vs Chelsea, Lampard Tak Akan Banyak Ubah Taktiknya
Lain Lain 13 Agustus 2019, 22:25
-
AS Roma Segera Kunci Transfer Dejan Lovren
Liga Italia 13 Agustus 2019, 21:20
-
Liverpool vs Chelsea, Kante Terancam Absen
Lain Lain 13 Agustus 2019, 20:51
-
Lampard Tak Ingin Chelsea Banyak Alasan Lawan Liverpool
Lain Lain 13 Agustus 2019, 20:18
-
Phil Neville: Terlalu Dini Membandingkan Harry Maguire dengan Virgil van Dijk
Liga Inggris 13 Agustus 2019, 20:00
LATEST UPDATE
-
Marc Marquez Curhat Soal Sulitnya Lawan Alex Marquez, Harus Lupakan Status Saudara
Otomotif 8 Januari 2026, 13:21
-
Meski Cetak Dua Gol, Benjamin Sesko Dinilai Tak Layak Bela Man Utd
Liga Inggris 8 Januari 2026, 12:23
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 12:03
-
Kesempatan Emas Arsenal Perlebar Jarak Setelah Man City dan Villa Terpeleset
Liga Inggris 8 Januari 2026, 11:49
-
Ini Alasan Liam Rosenior Tak Pimpin Chelsea Saat Lawan Fulham
Liga Inggris 8 Januari 2026, 11:29
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR