
Bola.net - Juventus baru saja tersingkir dari fase gugur Liga Champions 2020/21. Hasil ini menambah nelangsa Juve yang bertahun-tahun terakhir tidak pernah melangkah sampai partai final.
Rabu (10/3/2021) dini hari WIB, Juve menang 3-2 atas Porto dalam duel leg kedua 16 besar di Turin. Sayangnya skor ini tidak cukup, Juve tersingkir karena agresivitas gol tandang usai kalah 1-2 di markas Porto sebelumnya.
Hasil ini pun jadi tamparan untuk Andrea Pirlo dan skuadnya. Juve sudah merekrut Cristiano Ronaldo dari Real Madrid dengan harapan bisa jadi juara Liga Champions, tapi pembelian Ronaldo tidak diikuti dengan langkah-langkah penting berikutnya.
Baca ulasan selengkapnya di bawah ini yuk, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Skuad Medioker
Skuad Juve sekilas tampak oke di Serie A, tapi sebenarnya ada terlalu banyak pemain kelas medioker dalam tim Andrea Pirlo. Perbedaan kelas ini baru terlihat pada laga penting.
Di posisi kiper, Szczesny, bukanlah kiper berkualitas untuk jadi juara UCL. Di barisan bek, ada nama-nama tua seperti Leonadro Bonucci dan Georgio Chiellini, lalu pemain muda tak berpengalaman seperti Merih Demiral.
Juve bahkan tidak punya bek sayap ideal. Juan Cuadrado sejatinya winger atau wing back, tapi dipaksa main sebagai bek kanan selama bertahun-tahun -- anehnya Juve seolah-olah membiarkannya begitu saja.
Di lini tengah, Juve hanya merekrut gelandang-gelandang tanggung seperti Arthur dan Ramsey. Ada juga Rabiot yang gagal di PSG dan Weston McKennie yang masih mentah.
Di lini serang, Juve gagal mendapatkan striker ideal musim panas lalu dan membeli Alvaro Morata secara mendadak dari Atletico Madrid.
Melihat skuad ini, praktis hanya Ronaldo yang bisa disebut pemain bintang. Bahkan skuad Inter Milan sekarang masih lebih baik dari Juve.
Punya apa selain Ronaldo?
Alhasil, dengan skuad yang tanggung, wajar jika Juve tidak bisa berbuat banyak di Liga Champions. Sebenarnya Juve sudah diperingatkan sejak musim lalu, tapi mengabaikannya begitu saja.
Musim lalu Juve disingkirkan Lyon, juga di babak 16 besar Liga Champions. Saat itu terlihat jelas skuad Juve hanya berada di level medioker.
Cristiano Ronaldo fails to reach the Champions League quarterfinals in consecutive seasons for the first time in 15 years 😬 pic.twitter.com/PP5vfwv0m1
— ESPN FC (@ESPNFC) March 9, 2021
Entah mengapa, petinggi Juve mengabaikan masalah tersebut. Tidak banyak perubahan yang dibuat, skuad yang sekarang pun masih terlalu bergantung pada Ronaldo.
Sebenarnya tidak ada masalah bergantung pada Ronaldo, Real Madrid melakukannya selama bertahun-tahun. Yang penting adalah memiliki pemain-pemain untuk mendukung Ronaldo. Madrid punya itu, Juve tidak.
Coba lagi tahun depan
Tersingkir di babak 16 besar dalam dua musim beruntun seharusnya jadi tamparan keras untuk tim yang berambisi menjuarai Liga Champions. Juve harus berbenah.
5 - Juventus have been eliminated from five of their last six UEFA Champions League knockout ties when losing the first leg, with the exception being the 2018-19 last 16 tie against Atlético de Madrid (0-2 first leg, 3-0 second leg). Quest.
— OptaJoe (@OptaJoe) March 9, 2021
Kini respons para petinggi klub bakal ditunggu fans Juve. Akankah mereka bergerak belanja pemain-pemain top atau masih mengandalkan skuad yang sama?
Sumber: Bola
Baca ini juga ya!
- Liverpool vs RB Leipzig, Angelino Umbar Titik Lemah Trent Alexander-Arnold
- Liverpool vs RB Leipzig, Angelino Waspadai Ancaman Mane dan Salah
- 5 Fakta Menarik PSG Vs Barcelona Jelang Leg Kedua Babak 16 besar Liga Champions
- Juventus Sudah Belajar dari Kesalahan dan Kini Siap Bekuk Porto
- Juventus vs Porto, Bonucci Teringat Memori Pahit Lawan Benfica
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Juventus Harus Menjual Cristiano Ronaldo'
Liga Champions 10 Maret 2021, 23:43
-
Juventus Tersingkir dari UCL, Chiesa: Yuk Move On!
Liga Champions 10 Maret 2021, 22:00
-
Federico Chiesa: Juventus Seharusnya Lolos ke Perempat Final UCL
Liga Champions 10 Maret 2021, 21:20
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR