Bola.net - - Barcelona sukses memetik kemenangan penting atas Liverpool di leg pertama semifinal Liga Champions 2018/19. Bermain di Camp Nou, Kamis (2/5) dini hari WIB, Blaugrana menghajar The Reds dengan skor telak 3-0.
Sesuai prediksi, laga ini berjalan ketat. Kedua pelatih beradu taktik sejak menit pertama. Baik Ernesto Valverde maupun Jurgen Klopp melakukan sedikit perubahan-perubahan kecil yang dimaksudkan untuk menyulitkan lawan.
Misalnya pada permainan Barca. Di laga ini, Barca tidak terlalu rakus menguasai bola. Mereka justru lebih sering memanfaatkan serangan balik.
Perubahan kecil juga terjadi pada tim Liverpool. Roberto Firmino tidak bisa bermain sejak awal, jadi Klopp menurunkan Gini Wijnaldum dalam peran yang biasanya dimainkan Firmino.
Adu taktik dua pelatih inilah yang membuat laga semakin seru. Kali ini, Valverde yang menang, Klopp menangis. Menukil Marca, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Statistik Aneh
Meski Barca menang telak, skor 3-0 itu sebenarnya tidak menggambarkan jalannya pertandingan. Barca harus berjuang keras menahan serangan-serangan Liverpool, khususnya di awal babak kedua.
Pada dunia pelatih sepak bola, hanya ada dua opsi: taktik selalu salah jika kalah; atau taktik bisa benar jika menang. Kali ini, Valverde yang lebih unggul. Penyesuaian taktik dan formasinya ternyata mampu mengalahkan Liverpool.
Satu hal yang paling aneh adalah sikap Barca yang membiarkan Liverpool menguasai bola. Namun, bukan hanya hal itu yang menarik. Berikut beberapa statistik aneh pada kemenangan 3-0 Barcelona:
- Liverpool sebenarnya mendominasi penguasaan bola dengan 52 persen - torehan terbesar bagi tim yang melawat ke Camp Nou sejak Bayern Munchen-nya Pep Guardiola pada 2015 silam.
- Barcelona hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran di babak pertama, salah satunya jadi gol Luis Suarez di menit ke-26.
- Liverpool lebih banyak mencatatkan umpan sukses (474) dari Barcelona (448) sepanjang laga.
- Lionel Messi hanya mencatatkan separuh umpan sukses dari semua percobaannya di babak pertama (24 dari 48 percobaan).
- Barcelona sebagai tim gagal mencatatkan lebih dari 100 umpan sukses sepanjang laga.
- Barcelona mencetak dua gol di babak kedua dengan lebih banyak pemain defensif, Sergio Busquets, Sergi Roberto, Ivan Rakitic, dan Arturo Vidal mengisi lini tengah.
- Liverpool gagal mencetak gol meski membuat 14 tembakan, 6 di antaranya tepat sasaran. Marc-Andre Ter Stegen membuat dua penyelamatan gemilang.
Kemenangan
Bagaimanapun, permainan impresif Liverpool bakal terlupakan. Kemenangan tetaplah yang paling penting. Dunia sepak bola cepat lupa, permainan sebaik apa pun tidak akan diingat jika pada akhirnya gagal juara.
Barca sudah terlebih dahulu memahami itu dan mau mengubah filosofi mereka. Barca yang sekarang tidak lagi mementingkan sepak bola indah. Trofi adalah yang paling penting, dan kali ini mereka sedang memburu treble winners.
Blaugrana sudah membungkus trofi La Liga musim ini, dan hanya tinggal beberapa langkah untuk menjuarai Liga Champions, serta Copa del Rey. Bersama Messi, Barca mungkin sekali lagi mencatat sejarah.
Baca Juga:
- Liverpool, Saksi Hidup Soal Betapa Sulitnya Menghentikan Messi
- Barca Sedang Jamu Liverpool, Rumah Arthur Malah Kemalingan
- Legenda Barca Tak Terkejut Suarez Akhiri Paceklik Gol di Liga Champions
- Messi Dijagokan Sapu Bersih Penghargaan Individual Tahun Ini
- Rivaldo Gagal Paham Mengapa Coutinho Kesulitan di Barca
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Presiden Barcelona: Messi Akan Selamanya Bersama Barcelona
Liga Spanyol 3 Mei 2019, 19:00
-
Ini Alasan Klopp Mainkan Wijnaldum Sebagai Penyerang Lawan Barca
Liga Inggris 3 Mei 2019, 17:47
-
Andrew Robertson: Mau Bagaimana Lagi, Messi Memang Beda Kelas!
Liga Champions 3 Mei 2019, 17:20
-
Klopp Pastikan Musim Naby Keita Berakhir
Liga Inggris 3 Mei 2019, 17:06
-
Data dan Fakta La Liga: Celta Vigo vs Barcelona
Liga Spanyol 3 Mei 2019, 15:32
LATEST UPDATE
-
Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:17
-
Real Madrid di Posisi Nyaman, Benfica Tetap Punya Peluang
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:07
-
6 Hal Menarik yang Patut Dipantau di MotoGP 2026, Banyak Rekor Bisa Patah!
Otomotif 24 Februari 2026, 13:07
-
Ketika Kapten Masa Depan Barcelona Tergusur: Kisah Pahit Alejandro Balde
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 13:06
-
Prediksi Susunan Pemain Inter Kontra Bodo Glimt: Tanpa Lautaro
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:03
-
UEFA Skors Bintang Benfica Gianluca Prestianni Akibat Dugaan Rasialisme ke Vinicius Jr
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:59
-
Real Madrid Minta Maaf ke Fans China Usai Dean Huijsen Repost Konten Rasialis
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 12:51
-
Dortmund Pegang Kendali, Atalanta Terpaksa Agresif
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:47
-
Kejar Defisit, Inter Siap Gempur Habis Bodo/Glimt Sejak Menit Awal
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:46
-
Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan Saat Persita Tumbang di Bandung
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:23
-
Jejak Abadi Harianto Badjoeri: Sang Arsitek 'Dream Team' Persija Jakarta Tutup Usia
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:15
-
Kode Fabio Quartararo Pindah Tim, Alex Rins: Waktunya Yamaha Dengarkan Saya dan Jack Miller
Otomotif 24 Februari 2026, 12:02
-
Unbeaten, Ini 5 Perubahan Michael Carrick yang Langsung Bangkitkan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:48
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR