
Bola.net - Kasus dugaan pelecehan rasial yang melibatkan bintang Real Madrid, Vinicius Junior, kembali memantik respons tegas dari otoritas sepak bola dunia.
Di tengah proses investigasi yang masih berjalan, FIFA bersama IFAB sepakat menggodok aturan baru yang melarang pemain menutupi mulut saat berbicara kepada lawan di lapangan.
Kebijakan ini muncul setelah insiden yang melibatkan pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, dalam laga play-off Liga Champions antara Madrid dan Benfica di Estadio da Luz.
Dalam pertandingan leg pertama tersebut, Prestianni dituduh melontarkan ujaran rasial kepada Vinicius. UEFA kini masih menyelidiki kasus tersebut.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Investigasi Berjalan, Sanksi Sementara Dijatuhkan

Sebagai langkah awal, UEFA menjatuhkan sanksi larangan tampil kepada Prestianni sehingga ia absen pada leg kedua pertengahan pekan lalu. Baik sang pemain maupun Benfica membantah tuduhan bahwa ia menyebut Vinicius dengan kata berkonotasi rasial.
Namun, pembuktian kasus ini tidak mudah. Rekaman audio di sisi lapangan tidak menangkap percakapan kedua pemain secara jelas. Selain itu, Prestianni terlihat menutup mulutnya saat berbicara, membuat metode pembacaan gerak bibir tak bisa digunakan sebagai alat bukti tambahan.
Kondisi inilah yang kemudian memicu diskusi serius di level regulator sepak bola dunia.
Hukum Vinicius Siap Diterapkan

Menurut laporan media Spanyol, FIFA dan IFAB dalam sidang terbarunya menyetujui pelarangan penggunaan tangan, jersey, atau benda lain untuk menutupi mulut ketika berbicara dengan pemain lawan. Aturan tersebut secara informal disebut sebagai “Hukum Vinicius”.
Regulasi baru ini direncanakan akan difinalisasi sebelum Piala Dunia 2026, sehingga sudah berlaku dalam turnamen akbar tersebut. Tujuannya jelas: meningkatkan transparansi komunikasi di lapangan dan mempersempit celah terjadinya tindakan rasis yang sulit dibuktikan.
IFAB menilai praktik menutup mulut kerap digunakan untuk menghindari kamera dan mikrofon, yang pada akhirnya menghambat investigasi jika terjadi pelanggaran etik atau ujaran diskriminatif.
Komitmen FIFA Perangi Rasisme
Langkah ini mempertegas komitmen FIFA dalam memerangi rasisme di sepak bola. Dalam beberapa tahun terakhir, isu diskriminasi rasial menjadi sorotan utama, terutama setelah sejumlah pemain top Eropa menjadi korban pelecehan baik di stadion maupun media sosial.
Bagi Real Madrid, kebijakan ini diyakini menjadi sinyal positif. Klub raksasa Spanyol itu secara konsisten memberikan dukungan penuh kepada Vinicius dalam setiap kasus yang melibatkan dugaan rasisme terhadap dirinya.
Meski proses hukum terhadap Prestianni masih berlangsung dan belum ada keputusan final, arah kebijakan regulator dunia menunjukkan bahwa sepak bola tak lagi ingin memberi ruang abu-abu bagi perilaku diskriminatif.
Sumber: Marca
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Babak 16 Besar Liga Champions: Real Madrid Singkirkan Man City?
Liga Champions 28 Februari 2026, 12:01
-
Jalur Real Madrid Menuju Final Liga Champions 2025/26
Liga Champions 28 Februari 2026, 11:21
-
Guardiola: Laga Kontra Real Madrid Bikin Manchester City Lebih Baik
Liga Champions 28 Februari 2026, 10:01
LATEST UPDATE
-
Otomotif 1 Maret 2026, 16:08

-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 1 Maret 2026, 16:04
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Grand Prix Thailand di Buriram
Otomotif 1 Maret 2026, 16:02
-
Skuad Manchester United Dukung Michael Carrick Jadi Manajer Permanen
Liga Inggris 1 Maret 2026, 15:25
-
Otomotif 1 Maret 2026, 14:33

LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21























KOMENTAR