Bola.net - Musim 2024/2025 menjadi panggung bagi banyak pemain bintang di Liga Champions, terlebih bagi sang juara, PSG. Namun, di balik gemerlap sorotan gol dan selebrasi, ada satu nama yang bersinar dengan cara berbeda yakni Vitinha.
Vitinha bergabung dengan PSG pada awal musim 2022/2023. Saat itu, kepindahannya tidak banyak mengundang euforia. Maklum, sebelumnya ia sempat menjalani masa peminjaman di Wolverhampton sebagai pemain pelapis sebelum bersinar kembali bersama FC Porto.
Namun di Paris, Vitinha bukan sekadar menjalankan peran sebagai gelandang. Ia menjadi pengatur ritme permainan, layaknya konduktor orkestra. Tanpa tongkat, hanya dengan sentuhan kaki, pandangan tajam, dan naluri permainan yang matang, ia mengatur alur serangan Les Parisiens.
Dalam tekanan tinggi dan intensitas cepat khas Liga Champions, Vitinha tetap tampil kalem. Dari ketenangan itulah PSG menemukan harmoni dalam permainan mereka. Meski tidak setenar Desire Doue atau Ousmane Dembele, ia adalah otak dari segalanya.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Simfoni Sempurna di Final

Final Liga Champions musim ini mempertemukan PSG dengan Inter Milan. Di laga sebesar itu, Vitinha menampilkan performa terbaiknya, sebuah simfoni indah dalam bentuk sepak bola.
Gol pembuka PSG lahir dari orkestrasi brilian sang gelandang. Melalui umpan presisi, ia menemukan Desire Doue di sisi kiri pertahanan Inter. Doue lantas mengirim assist manis yang disambut Achraf Hakimi untuk mengubah skor.
Vitinha. World-class player. 🇵🇹🥶 pic.twitter.com/YXH7MrDMns
— Ligue 1 English (@Ligue1_ENG) May 31, 2025
Gol ketiga PSG pun tak lepas dari peran Vitinha. Ia kembali menjadi inisiator serangan, kali ini juga diakhiri oleh Doue. Dari awal pergerakan hingga terciptanya gol, semua bermula dari kecerdasan Vitinha membaca ruang dan waktu.
Dia memang bukan pencetak gol, bukan pula langganan headline. Tapi dialah penggerak utama, sang dalang yang menghidupkan permainan.
Angka Tak Pernah Bohong

Musim ini, Vitinha mencatatkan diri sebagai pemain dengan jumlah umpan sukses terbanyak di Liga Champions, 1.294 kali, berdasarkan data Squawka. Ia hanya terpaut enam umpan dari rekor sepanjang masa milik legenda Barcelona, Xavi Hernandez (1.299) pada musim 2012/2013.
Lebih impresif lagi, tingkat akurasi umpannya mencapai 93,63 persen. Dalam kompetisi seketat dan seintens Liga Champions, angka itu mencerminkan kualitas luar biasa.
Vitinha telah menjelma menjadi arsitek lini tengah sejati. Ia tahu kapan harus menahan bola, kapan mempercepat tempo, dan ke mana bola harus diarahkan. Semua ia lakukan dengan presisi.
Bukan Sekadar Wacana

Dalam wawancaranya dengan PSG TV, Vitinha menggambarkan peran gelandang dengan cara yang dalam namun aplikatif. Ia bukan hanya menjalankan instruksi dari pelatih Luis Enrique, tetapi juga mengembangkan dan menyempurnakannya di lapangan.
“Salah satu kualitas penting bagi seorang gelandang adalah kemampuan mengendalikan tempo, memutuskan kapan harus mempercepat atau memperlambat permainan, bergerak ke kiri, ke kanan, maju, atau mundur,” kata Vitinha.
"Itulah yang ingin saya lakukan, dan itulah yang harus dilakukan pemain di posisi ini. Tidak cukup hanya dengan mengetahuinya atau mengatakannya; saya juga harus menunjukkannya dalam tindakan saya," tegasnya.
Dan musim ini, Vitinha telah membuktikannya. Tanpa banyak kata, tanpa gemerlap, hanya dengan kualitas murni. Ia adalah dirigen PSG—mengatur semuanya, tanpa perlu baton.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Delap Gagal, MU Incar Bomber PSG Ini?
Liga Inggris 2 Juni 2025, 20:56
-
Vitinha dan Simfoni Indah di Lini Tengah PSG
Liga Champions 2 Juni 2025, 16:37
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR