
Bola.net - Arsenal memastikan tiket ke final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 20 tahun setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1. Namun, kemenangan itu memicu polemik di Spanyol setelah Wali Kota Madrid, Jose Luis Martinez-Almeida, menuding UEFA tidak berlaku adil terhadap Atletico.
Gol penentu Bukayo Saka di Emirates Stadium membawa Arsenal lolos ke partai puncak. Meski begitu, Martinez-Almeida menilai hasil pertandingan sudah diarahkan sejak awal melalui keputusan-keputusan yang dianggap merugikan tim Diego Simeone.
Menurutnya, kekalahan Atletico bukan semata soal taktik atau performa di lapangan. Ia menuding adanya bias institusional yang memengaruhi jalannya pertandingan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Konspirasi di Balik Penunjukan Wasit

Martinez-Almeida mempertanyakan keputusan UEFA menunjuk wasit asal Jerman untuk memimpin laga yang melibatkan klub Spanyol. Ia menilai penunjukan tersebut menimbulkan konflik kepentingan.
Kecurigaan itu muncul karena Spanyol dan Jerman sedang bersaing memperebutkan slot kelima Liga Champions musim depan. Situasi tersebut dianggap dapat memengaruhi netralitas pengadil pertandingan.
"Begitu melihat hasil undian, saya sempat berpikir kami akan melawan Arsenal, tapi saya salah. Kami harus bermain melawan UEFA. Dan UEFA telah memperjelas bahwa mereka tidak menginginkan Atletico Madrid berada di final Liga Champions," ujar Martinez-Almeida.
"Sangat tidak masuk akal bahwa mereka menunjuk wasit asal Jerman ketika Spanyol dan Jerman sedang bersaing memperebutkan tempat kelima di Liga Champions," lanjutnya.
Sorotan Tajam Terhadap Wasit VAR

Martinez-Almeida juga menyoroti komposisi tim wasit VAR yang berasal dari negara yang sama dengan wasit utama. Ia menilai keputusan-keputusan penting dalam laga itu tidak terjadi secara kebetulan.
Menurutnya, keberadaan perangkat pertandingan dari satu negara memperkuat dugaan adanya keberpihakan terhadap klub Inggris. Tuduhan tersebut langsung memicu perdebatan luas di media sosial.
Ia percaya sejumlah keputusan di lapangan sengaja diarahkan untuk menghentikan langkah Atletico menuju final. Pernyataan itu pun cepat menyebar di komunitas sepak bola Eropa.
"Siapa lagi selain UEFA yang terpikir untuk menunjuk wasit Jerman sebagai wasit utama sekaligus wasit VAR? Dan kemarin ada momen yang terjadi bukan karena wasit kurang bagus, tapi menurut pendapat saya, karena keputusan yang sudah ditentukan sebelumnya untuk merugikan Atletico Madrid," tegas Martinez-Almeida.
Kontroversi Penalti dan Tayangan Ulang

Perdebatan terbesar muncul dari insiden yang melibatkan Riccardo Calafiori dan Giuliano Simeone di kotak penalti. Wasit membatalkan klaim penalti Atletico karena offside tipis yang memicu banyak pertanyaan.
Martinez-Almeida juga mengecam minimnya tayangan ulang dalam siaran langsung. Ia menilai publik tidak mendapat sudut gambar yang cukup untuk menilai keputusan tersebut secara jelas.
"Sangat tidak masuk akal tidak ada satu pun tayangan ulang mengenai offside Giuliano padahal itu adalah penalti yang jelas. Kita kemudian melihat di media sosial bahwa itu bukan offside dan dia berlari dari wilayahnya sendiri," tambahnya.
"Dalam pertandingan yang disiarkan oleh begitu banyak kamera, mengapa tim produksi tidak menunjukkan tayangan ulang untuk memastikan offside atau tidak? Karena itu memang bukan offside, dan mereka menolak untuk mengakuinya," pungkasnya.
Sampai sekarang, UEFA belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut. Polemik ini diperkirakan masih akan membayangi persiapan final Liga Champions mendatang.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juara atau Tidak, Arsenal Harus Pertahankan Mikel Arteta
Liga Inggris 7 Mei 2026, 23:32
LATEST UPDATE
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR