
Bola.net - FIFA memecat Chief Operating Officer (COO) Kevin Lamour pada Senin, 17 Agustus 2026. Keputusan tersebut datang hanya beberapa pekan setelah Lamour secara terbuka mengkritik langkah Presiden FIFA Gianni Infantino terkait proyek FIFA Forward Enterprise (FFE).
Lamour, 46 tahun, sebelumnya mengklaim dirinya telah “ditipu” serta diperlakukan dengan “penghinaan dan intimidasi” dalam proses yang berkaitan dengan rencana penjualan saham privat atas sejumlah ajang FIFA. Proyek tersebut kini telah dibatalkan setelah mendapat penolakan besar dari berbagai pihak dalam sepak bola dunia.
FIFA mengonfirmasi berakhirnya hubungan kerja dengan Lamour setelah ia menjabat sebagai COO sejak November 2024. “FIFA mengonfirmasi bahwa hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour sebagai Chief Operating Officer FIFA telah berakhir pada 17 Agustus 2026,” tulis FIFA dalam pernyataannya.
Lamour Terang-terangan Menentang Infantino
FIFA’S COO FIRED AFTER SPEAKING OUT AGAINST PRIVATE EQUITY PLANS, PER SKY NEWS ❌
— Men in Blazers (@MenInBlazers) August 17, 2026
Kevin Lamour, FIFA’s chief operating officer since 2024, left the organization on Monday. Per Sky News, Lamour was sacked.
On July 31, Lamour said FIFA staff were “deceived” by FIFA President… pic.twitter.com/Rq9jbrIIDz
Rencana Infantino untuk menjual sebagian kepemilikan dalam ajang yang diselenggarakan FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub, pertama kali bocor ke media pada 28 Juli. Tiga hari kemudian, Lamour memberikan pernyataan keras kepada Associated Press terkait proyek tersebut.
“Ini adalah proyek satu orang,” tulis Lamour. Ia kemudian menambahkan bahwa para pemimpin politik sepak bola perlu mengajukan pertanyaan yang tepat dan mengambil keputusan yang benar terkait masa depan proyek tersebut.
Lamour bahkan sudah menyadari pernyataannya dapat membuatnya kehilangan pekerjaan. “Dan jika itu berarti saya kehilangan pekerjaan, biarlah,” tulisnya, sembari menegaskan bahwa dirinya siap menerima konsekuensi dari sikap tersebut.
Proyek FFE Dibatalkan Setelah Penolakan
Pernyataan Lamour muncul hanya beberapa jam setelah penasihat senior FIFA Carlos Cordeiro mengundurkan diri. Cordeiro juga mendorong pejabat senior FIFA lainnya untuk berani menyuarakan penolakan terhadap rencana Infantino.
Infantino akhirnya membatalkan proyek FIFA Forward Enterprise pada malam yang sama setelah mendapat tekanan besar secara global. Ancaman boikot dari 55 asosiasi anggota UEFA turut memperbesar tekanan hingga proyek tersebut tidak lagi dilanjutkan.
Tekanan terhadap Infantino Makin Besar
Pemecatan Lamour menjadi bagian terbaru dari rangkaian persoalan yang menghantam FIFA setelah Piala Dunia 2026. UEFA dan Concacaf termasuk konfederasi yang mengambil jarak dari FIFA dan Infantino, sementara peluang sang presiden untuk mempertahankan jabatannya dalam pemilihan Maret 2027 kini menghadapi ancaman.
Situasi Infantino semakin sulit setelah muncul surat bocor yang mempertanyakan kelayakannya untuk kembali maju dalam pemilihan. Dengan proyek FFE telah dihentikan dan sejumlah pejabat senior pergi, tekanan terhadap kepemimpinan Infantino berpotensi terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
Sumber: Sports Illustrated
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir
Piala Dunia 10 Agustus 2026, 08:12
-
Wales Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA
Piala Dunia 3 Agustus 2026, 15:46
-
UEFA Peringatkan Gianni Infantino soal Rencana Penjualan Aset Piala Dunia FIFA
Piala Dunia 3 Agustus 2026, 15:04
LATEST UPDATE
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59























KOMENTAR