Bola.net - Bola.net - Paul Pogba pada musim ini resmi menyandang status pemain dengan transfer termahal di dunia saat pindah ke Manchester United. Dalam beberapa kasus, hal ini justru membuat Pogba banjir kritik lantaran aksinya di atas lapangan bersama dengan MU dianggap masih belum bisa maksimal.
Kritik bermunculan bukan hanya dari penggemar sepakbola melainkan juga dari mantan pemain. Tidak sedikit mantan pesepakbola yang kini bekerja sebagai pandit melontarkan komentar miring mengenai penampilan Pogba di atas lapangan.
Berikut ini 10 mantan pesepakbola yang pernah memberikan kritik kepada Paul Pogba di musim ini.
Garth Crooks

Crooks saat ini bekerja sebagai komentator sepakbola di BBC dan pernah mengkritik penampilan Pogba dalam pertandingan final EFL Cup melawan Southampton.
"Pada kenyataannya Ibrahimovic adalah pemain senior dan tidak bisa terus menghukum dirinya sendiri seperti itu," jelas Crooks.
"Pada tahap tertentu Paul Pogba (yang menghilang lagi melawan The Saints) harus menggantikan dan mulai menunjukkan kepemimpinan, terutama dalam pertandingan besar. Mourinho tidak punya pilihan lagi selain mempertahankan Ibrahimovic, setidaknya sampai Pogba berkembang."
Paul Merson

Jelang pertandingan antara Liverpool dan Manchester United pada Oktober tahun lalu, Merson mengatakan bahwa ia lebih lebih menginginkan Jordan Henderson ketimbang Paul Pogba di timnya. Henderson tampil apik saat bermain bersama Liverpool sementara Poga mengalami kesulitan dengan Manchester United.
Ditanya gelandang mana yang lebih ia sukai, Merson mengatakan: “Hari ini, [saya akan bilang] Jordan Henderson,” katanya kepada Sky Sports.
“Untuk sepuluh tahun ke depan, saya tidak tahu – itu mungkin Pogba menimbang banyaknya uang yang mereka bayarkan.
“Henderson sama bagusnya seperti bintang kebanyakan di Premier League. Pujian pantas ia dapatkan, dia sejauh ini luar biasa. Sedangkan Pogba menemui kesulitan.”
Michael Owen

Owen pernah mengkritik Paul Pogba sebelum pertandingan antara Manchester United melawan Fenerbahce dalam ajang Liga Europa. Pada saat itu, Owen menilai penampilan Pogba belum cukup baik dibandingkan dengan rekan setimnya yang lain.
"Ada pemain yang bermain dengan bagus, tapi masalahnya adalah Pogba tidak bermain sebagus yang seharusnya.
"Jadi pemain lain yang harus mengambil beban itu dan sekarang mereka berusaha untuk menemukan pemain yang bisa seperti itu sehingga membuat Pogba bermain sedikit lebih baik."
Jamie Redknapp

Redknapp pernah mengatakan bahwa Pogba selalu kesulitan menunjukkan kualitasnya dalam pertandingan besar. Hal itu ia kemukakan jelang pertandingan final EFL Cup antara Manchester United dan Southampton beberapa waktu yang lalu.
"Ada tekanan kepada Paul Pogba untuk menjalani permainan dengan sangat baik. Dan itu akan menjadi tantangan buat pemain Prancis tersebut," kata Redknapp kepada Sky Sports.
"Tidak diragukan lagi bahwa dia pemain hebat, dia punya semua atribut. Tapi tampaknya ada sesuatu yang hilang dalam pertandingan besar baru-baru ini.
"Misalnya, pertandingan terbesar buat United adalah Liverpool - dan, di kedua pertandingan tersebut musim ini, dia tidak memberikan dampak."
Phil Neville

Neville terlihat kecewa dengan penampilan Paul Pogba yang tidak bisa memberikan kontribusi maksimal dalam pertandingan besar. Ia menganggap harga mahal Pogba tidak sesuai dengan penampilannya.
"Saya pikir dia tidak [sesuai harganya] dan sangat mengecewakan di musim ini dalam pertandingan besar," kata Neville kepada BBC.
"Saya pikir kami cuma sekilas melihat bakatnya dalam pertandingan besar. Tapi dia belum pernah menunjukkan permainan terbaiknya dan United jelas akan membutuhkannya."
Jamie Carragher

Carragher pernah mengkritik penampilan Paul Pogba yang tidak cukup bagus buat pemain yang menyandang status sebagai yang termahal di dunia.
"Dia masih jauh dari cukup bagus dan tidak punya disiplin," kata Carragher.
"Dia punya kewajiban bertahan. Apa yang dia berikan adalah passing yang fantastis. Tidak ada diragukan dia punya hubungan yang bagus dengan Ibra [himovic]."
Alan Shearer

Shearer juga pernah mengkritik penampilan Paul Pogba selama mengenakan seragam Manchester United. Namun, ia tidak melihat aksi terbaik Pogba untuk membuktikan sebagai pemain termahal dunia.
"Paul Pogba melakukan tidak apa-apa untuk membuktikan biaya transfer 89 juta pounds-nya," kata kepada The Sun.
"Dia sudah mencoba sebagai gelandang bertahan tapi tidak sukses dan dia tidak terlihat lebih baik sebagai gelandang serang. Dia mungkin bisa menunjukkan mengapa United mau membayar begitu banyak uang untuk dia - tapi kapan?"
Gary Neville

Paul Pogba juga tidak lepas dari kritikan yang dilontarkan oleh Neville. mantan kapten MU itu menilai Pogba tampil memalukan saat timnya dibantai oleh Chelsea.
"Saya pikir mereka bermain sedikit buruk di babak kedua. Pogba dan Herrera memalukan. Kante bisa berjalan melalui mereka. Mereka adalah pemain gelandang tengah," kata Neville kepada Sky Sports.
"Gol pertama cuma lelucon, memberi gol setelah 30 detik."
Matt Le Tissier

Le Tissier saat ini bekerja sebagai komentator sepakbola di Sky Sports. Ia menganggap kehadiran Paul Pogba di skuat Manchester United bukan merupakan suatu ancaman buat pemain Southampton.
"Saya pikir nama Pogba di susunan pemain tim tidak akan membuat pemain Southampton ketakutan dan saya memprediksi dia tidak akan langsung nyetel," kata Matt Le Tissier Sky Sports.
Frank Lampard

Lampard mengkritik kontribusi Paul Pogba di Manchester United setelah bergabung dengan Juventus. Lampard menganggap Pogba belum bisa tampil sesuai dengan harganya.
"Dia bukan pemain yang bisa mengubah pertandingan. Itu adalah sinyal untuk niat mereka untuk membelanjakan 90 juta pounds pada pemain yang saya nilai belum matang," kata Lampard kepada Sky Sports.
"Tapi, saat Anda punyai label 90 juta pounds pada bahu Anda, kami menganalisa lebih lagi dan ingin lebih. Saya masih bertanya, apa posisi terbaiknya? Dia pemain yang seperti apa? Dia ingin seperti apa?
“Saat Anda membayar 90 juta pounds, Anda ingin mendapatkan hasil bagus, dan dia tak cukup menghasilkannya. Dia masih muda dan dia mungkin akan bisa melakukannya, tapi dengan kondisi saat ini dia bukan pemain yang bisa mengubah pertandingan."
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Smalling: Mkhitaryan Pemain Yang Tak Bisa Ditebak
Liga Inggris 16 Maret 2017, 22:15
-
Wayne Rooney Tak Masuk Skuat Timnas Inggris
Piala Dunia 16 Maret 2017, 21:47
-
Terungkap, Ini Yang Diteriakkan Conte Pada Mourinho
Liga Inggris 16 Maret 2017, 21:05
-
Young: MU Siap dan Ingin Buat Sejarah
Liga Eropa UEFA 16 Maret 2017, 20:00
-
Mourinho: Meski Lelah, Manchester United Sudah Siap
Liga Eropa UEFA 16 Maret 2017, 19:15
LATEST UPDATE
-
Mandul Sejak Pergantian Tahun, Apa yang Terjadi dengan Christian Pulisic?
Liga Italia 24 Februari 2026, 03:04
-
Link Nonton Live Streaming Everton vs Man United di Vidio, 24 Februari 2026
Liga Inggris 24 Februari 2026, 01:15
-
Tempat Menonton Everton vs Man Utd: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 23 Februari 2026, 22:15
-
Permainan Mental Guardiola Bisa Jadi Petaka untuk Arsenal!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 21:58
-
Shayne Pattynama Siap Hadapi Laga Emosional Persija vs Malut United
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 21:19
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 19:59
-
9 Laga Tanpa Gol, Paceklik Mohamed Salah Warnai Kemenangan Tipis Liverpool
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR