10 Pelatih Terbaik yang Siap Jadi Rebutan Klub Elite Musim Panas Ini: Dari Xabi Alonso hingga Pochettino

Bola.net - Bursa pelatih musim panas diprediksi berlangsung panas dengan banyak klub elite Eropa bersiap melakukan perubahan besar. Real Madrid, Manchester United, hingga Liverpool menjadi nama-nama yang berpotensi terlibat dalam perombakan kursi pelatih.
Sejumlah pelatih sudah tersedia, sementara lainnya akan bebas setelah kontrak berakhir atau turnamen besar selesai. Kondisi ini menciptakan persaingan baru di level manajerial.
Tidak hanya nama besar, beberapa pelatih muda juga mulai mencuri perhatian lewat performa impresif di berbagai liga. Mereka dianggap sebagai opsi segar untuk proyek jangka panjang klub top.
Sementara itu, beberapa pelatih berpengalaman masih menjadi pilihan aman bagi klub yang mengincar stabilitas dan hasil instan. Kombinasi ini membuat pasar pelatih musim panas semakin kompetitif.
Berikut adalah peringkat 10 pelatih terbaik yang berpotensi tersedia dan menjadi incaran klub elite Eropa.
1. Thomas Frank

Thomas Frank baru saja meninggalkan Tottenham setelah masa kerja singkat yang kurang meyakinkan. Dalam waktu beberapa bulan saja, ia sudah digantikan dan situasi tim langsung menjadi bahan kritik keras.
Salah satu penerusnya bahkan melontarkan komentar tajam soal kelemahan Tottenham di semua lini. Ucapan tersebut semakin menyorot betapa sulitnya situasi yang ditinggalkan Frank.
Meski demikian, Frank mungkin masih bisa sedikit lega karena masa kerjanya di Spurs tidak lagi terlihat terlalu buruk dibanding kondisi terbaru. Pengalaman itu setidaknya memberi konteks berbeda terhadap kinerjanya.
Di Brentford, ia dikenal memiliki catatan yang jauh lebih stabil dalam jangka panjang. Beberapa klub seperti Crystal Palace, Fulham, dan Bournemouth disebut bisa menjadi tujuan realistis berikutnya.
2. Ruben Amorim

Ruben Amorim mendapat sorotan tajam atas catatan buruknya di Manchester United. Performa tim di bawah asuhannya bahkan disebut salah satu yang terburuk dalam sejarah Premier League.
Rata-rata poin per laga yang ia catatkan berada di bawah beberapa manajer seperti Alan Pardew, Chris Coleman, dan Tim Sherwood. Situasi itu semakin disorot karena ia menangani skuad dengan nilai belanja besar.
Kondisi tersebut membuat banyak pihak menilai klub elite Eropa akan menjauh darinya. Namun, ia sebelumnya pernah dianggap sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa.
Sejarah menunjukkan banyak pelatih yang gagal di satu klub bisa bangkit di tempat lain. Meski gagal di Manchester United, peluang Amorim untuk kembali sukses masih terbuka seperti yang pernah terjadi pada David Moyes.
3. Didier Deschamps

Didier Deschamps lebih sering dibicarakan dalam konteks masa depan Zinedine Zidane bersama timnas Prancis. Sementara itu, nasib Deschamps sendiri setelah era tersebut justru jarang menjadi sorotan.
Ia sudah lama menjadi bagian penting di sepak bola internasional seperti Gareth Southgate atau Joachim Loew. Karena itu, sulit membayangkan dirinya kembali ke dunia klub.
Rekam jejak Deschamps sebagai pelatih juga terbilang kuat dengan berbagai pencapaian. Mulai dari final Liga Champions bersama Monaco hingga gelar Piala Dunia bersama Prancis.
Meski begitu, ia sering kali tidak mendapat sorotan yang sepadan dengan prestasinya. Gaya kepemimpinannya dianggap cocok untuk tim bertabur bintang seperti yang bisa ditangani di level tertinggi.
4. Xavi Hernandez
Xavi Hernandez sudah hampir dua tahun meninggalkan Barcelona setelah periode akhir yang cukup penuh tekanan. Kepergiannya menutup masa kerja yang tidak selalu berjalan mulus di klub tersebut.
Ia memilih untuk menunggu kesempatan yang tepat sebelum kembali melatih. Namun jika terlalu lama absen, eksistensinya di level elite bisa semakin meredup.
Penilaian terhadap Xavi sebagai pelatih masih belum sepenuhnya jelas. Gaya bermainnya juga tidak sepenuhnya mencerminkan tiki-taka khas Barcelona seperti yang banyak diharapkan.
Meski begitu, ia tetap mampu membawa Barcelona meraih gelar La Liga di tengah masalah finansial klub. Pencapaian itu tetap dianggap bernilai tinggi dalam situasi sulit tersebut.
5. Filipe Luis

Filipe Luis secara mengejutkan dipecat oleh Flamengo meski baru memulai karier kepelatihannya. Keputusan itu memicu banyak tanda tanya di kalangan pengamat sepak bola.
Dalam waktu singkat, pelatih berusia 40 tahun itu sudah meraih tujuh trofi bergengsi. Di antaranya adalah gelar Liga Brasil dan Copa Libertadores yang setara dengan Liga Champions di Eropa.
Di level internasional, tim asuhannya juga tampil impresif dengan menumbangkan Chelsea di Piala Dunia Antarklub. Mereka bahkan sempat memberikan perlawanan sengit kepada Bayern Munich dan PSG di ajang lain.
Situasi tersebut membuat namanya mulai dilirik klub-klub Eropa yang ambisius. Meski minim pengalaman di Eropa, ia dinilai sebagai risiko yang layak diambil.
6. Enzo Maresca

Enzo Maresca sempat diperkirakan akan menjadi kandidat kuat untuk menangani Tottenham jika Daniel Levy masih menjabat. Levy dikenal kerap menunjuk mantan pelatih Chelsea yang sedang mencari pembuktian.
Namun hingga kini, kualitas sebenarnya Maresca masih belum sepenuhnya teruji di level tertinggi. Jenis pekerjaan berikutnya yang akan ia ambil juga masih menjadi tanda tanya.
Meski begitu, ketertarikan sejumlah klub besar terhadap dirinya terus bermunculan. Hal ini membuat masa depannya tetap menarik untuk diikuti.
Nama Maresca juga kerap dikaitkan dengan Manchester City dalam beberapa spekulasi. Koneksi tersebut semakin menambah perhatian terhadap langkah karier selanjutnya.
7. Oliver Glasner

Oliver Glasner diperkirakan akan menjalani masa akhir yang kurang ideal di Crystal Palace. Situasi tersebut dinilai tidak menguntungkan bagi dirinya maupun klub.
Sikapnya dalam beberapa konferensi pers juga disebut membuatnya kurang menarik di mata calon pemilik klub. Hal itu memunculkan pertanyaan soal peluangnya di tempat lain.
Meski begitu, banyak klub tetap menilai rekam jejaknya cukup kuat untuk mendapat kesempatan baru. Ia dianggap pantas melatih tim yang bisa memberinya dukungan penuh.
Di sisi lain, hubungannya dengan para pendukung Palace disebut mulai membaik. Bahkan masih ada peluang ia menutup perjalanannya dengan trofi Eropa.
8. Mauricio Pochettino

Mauricio Pochettino diperkirakan tidak akan memperpanjang masa jabatannya hingga melewati Piala Dunia. Situasi ini berbeda dengan Carlo Ancelotti dan Thomas Tuchel yang baru saja memperpanjang kontrak mereka.
Apa pun hasilnya di turnamen musim panas, tidak banyak alasan bagi Pochettino untuk melanjutkan peran sebagai pelatih tim tuan rumah. Fokusnya disebut hanya sampai ajang tersebut selesai.
Pochettino beberapa kali mengungkapkan keinginannya kembali melatih Tottenham. Namun hingga kini, peluang itu belum menunjukkan tanda-tanda akan terwujud.
Real Madrid pun sempat dikaitkan dengannya dalam beberapa kesempatan sebelumnya. Klub tersebut juga tidak asing menunjuk pelatih yang sedang fokus ke Piala Dunia.
9. Andoni Iraola

Andoni Iraola dipastikan akan meninggalkan Bournemouth setelah tiga musim yang berjalan sukses. Masa kerjanya di pesisir selatan Inggris berakhir dengan banyak perkembangan positif bagi tim.
Meski demikian, masih ada keraguan soal kemampuannya menangani klub elite dengan tekanan besar. Tantangan utamanya adalah mengelola ruang ganti yang dipenuhi pemain berprofil tinggi.
Sejumlah pelatih sebelumnya seperti Graham Potter dan Thomas Frank pernah kesulitan di level serupa. Hal ini membuat adaptasi di klub besar menjadi faktor krusial bagi Iraola.
Di sisi lain, ia dikenal mampu meningkatkan performa pemain dan menerapkan sistem taktik yang rapi. Bournemouth bahkan sering disebut memainkan salah satu sepak bola paling atraktif di Premier League di bawah asuhannya.
10. Xabi Alonso

Xabi Alonso sempat menjalani periode sulit di Real Madrid, termasuk kegagalan di Liga Champions dan tersingkir dari Copa del Rey. Madrid juga mencatat hasil buruk dengan dua kekalahan beruntun di La Liga.
Jika dibandingkan dengan kondisi tim saat ini, performanya di bawah Alonso justru terlihat lebih stabil. Hal ini membuat kontribusinya kembali dinilai dalam perspektif yang lebih positif.
Alonso memang tidak sepenuhnya berhasil menerapkan gaya khasnya seperti di Bayer Leverkusen. Ia banyak beradaptasi untuk menyeimbangkan tim dan mengakomodasi para pemain bintang.
Dengan rata-rata 2,37 poin per laga di La Liga, ia tetap menunjukkan efektivitas tinggi. Kini ia dianggap bukan masalah di Madrid dan berpeluang menarik minat klub besar seperti Liverpool atau Manchester City.
Sumber: Planet Football
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Daftar Pelatih yang Sudah Dipecat pada Musim 2024/2025
Liga Inggris 24 Maret 2025, 07:54
-
Daftar Lengkap Pelatih 24 Negara Peserta Euro 2024
Piala Eropa 13 Juni 2024, 09:33
-
Deretan 8 Pelatih dengan Gaji Termahal di Dunia, Roberto Mancini di Puncak
Galeri 2 September 2023, 09:03
LATEST UPDATE
-
Como Menggebrak Serie A: Mimpi Liga Champions Itu Nyata
Liga Italia 22 April 2026, 17:00
-
3 Opsi Kiper Cadangan yang Sedang Dipertimbangkan Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 16:01
-
Bernardo Silva Bakal Jadi 'Pirlo Baru' untuk Juventus
Liga Italia 22 April 2026, 15:01
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
























KOMENTAR