
Bola.net - Hasil buruk kembali dialami Manchester United usai dibekuk Brentford 1-3 di Premier League. Posisi Ruben Amorim kini semakin sulit dipertahankan.
Dua gol cepat Igor Thiago membuat United langsung tertinggal sejak awal pertandingan. Gol Benjamin Sesko hanya sedikit mengurangi rasa sakit itu.
Bruno Fernandes sempat punya kesempatan emas untuk menyamakan skor. Namun tendangan penaltinya gagal menembus gawang Caoimhin Kelleher.
Harapan tim benar-benar sirna ketika Mathias Jensen mencetak gol ketiga Brentford di menit akhir. Kekalahan itu semakin menambah tekanan bagi Amorim.
Kini sorotan tertuju pada Sir Jim Ratcliffe dan jajaran direksi MU. Tiga alasan utama muncul mengapa mereka diyakini harus segera memutuskan nasib Amorim.
1. Hasil yang Buruk

Manchester United mengalami awal yang sulit bersama manajer baru, Amorim. Musim lalu, mereka menutup kampanye di posisi 15 dengan catatan poin terendah sepanjang sejarah klub di Premier League.
Sejauh ini, Amorim telah memimpin United dalam 33 laga Premier League. Tim meraih sembilan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 17 kekalahan, dengan gol 39 tercipta dan 53 kebobolan.
Persentase kemenangan Amorim hanya 27,2%, sementara kekalahan mencapai 51,5%. Rata-rata poin per laga yang dikumpulkan hanya 1,03, lebih rendah dibanding banyak manajer United sebelumnya.
Selain itu, rekor Amorim juga lebih buruk daripada manajer klub lain seperti Roy Hodgson di Liverpool atau Graham Potter di Chelsea. United bahkan belum mampu meraih kemenangan beruntun di Premier League sejak ia menangani tim.
2. Formasi dan Pemilihan Pemain Amorim

Manchester United kembali menuai kritik setelah kalah dari Brentford. Formasi 3-4-2-1 yang diterapkan Amorim dinilai kurang efektif dan membuat beberapa pemain kesulitan beradaptasi.
Masalah terbesar terlihat di lini tengah, di mana dua gelandang bertahan United bisa kalah jumlah. Brentford memanfaatkan keunggulan ini dengan menurunkan tiga gelandang melawan set-up United.
Selain formasi, pilihan pemain Amorim juga menimbulkan tanda tanya. Altay Bayindir tetap dijaga sebagai kiper utama meski performanya menurun, sementara Senne Lammens baru datang di akhir bursa transfer.
Sementara itu, Kobbie Mainoo yang tampil gemilang di era Ten Hag kini jarang dimainkan. Pemain muda ini hanya sekali memulai laga musim ini dan empat kali masuk sebagai pengganti, sehingga klub-klub besar mulai memantau potensinya.
3. Gagal Maksimalkan Potensi para Pemainnya

Amorim kembali mendapat sorotan karena belum mampu memaksimalkan pemainnya di lapangan. Bruno Fernandes, yang dikenal sebagai gelandang no.10 top dunia, justru ditempatkan di posisi gelandang bertahan pada setiap pertandingan musim ini.
Hasilnya, performa Fernandes menurun dan penalti yang ia gagal eksekusi melengkapi hari yang mengecewakan bagi sang kapten. Statistiknya melawan Brentford menunjukkan kesulitan, dengan lebih banyak clearance (empat) daripada umpan kunci (satu).
United juga menginvestasikan 200 juta pound di bursa transfer musim panas ini untuk mendatangkan Mbeumo, Sesko, dan Cunha. Ketiganya merupakan talenta menjanjikan yang diharapkan bisa memperkuat lini depan klub.
Namun, hingga enam laga awal, ketiganya hanya punya dua kontribusi gol langsung, jauh dari performa musim lalu di klub masing-masing. Mbeumo, Cunha, dan Sesko sebelumnya sudah lebih produktif, membuat perbandingan ini semakin menyoroti masalah adaptasi di United.
Sumber: Team Talk
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Legenda MU Sudah Gedeg, Kecam Macetnya Setan Merah di Era Ruben Amorim
Liga Inggris 29 September 2025, 22:38
-
Xavi Hernandez Nyatakan Diri Siap Gantikan Ruben Amorim di Manchester United
Liga Inggris 29 September 2025, 19:42
-
Wayne Rooney Sindir Ruben Amorim, Klaim Tak Percaya Bisa Angkat MU
Liga Inggris 29 September 2025, 18:30
-
Manchester United Terus Tenggelam: Era Amorim Malah Lebih Buruk dari Ten Hag
Liga Inggris 29 September 2025, 15:23
LATEST UPDATE
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR