Bola.net - Mauricio Pochettino belum lama ini dipecat dari Tottenham. Pemecatan pelatih asal Argentina itu mungkin akan menjadi berita gembira bagi sebagian penggemar Manchester United.
Pochettino sudah menjadi sosok yang krusial bagi Tottenham selama lima tahun terakhir. Ia mampu mengubah tim asal London Utara itu menjadi salah satu langganan empat besar di Premier League.
Namun, Pochettino harus berpisah dengan Spurs bulan lalu. Ia terpaksa meninggalkan klub setelah tim asal London Utara itu mendapatkan serangkaian hasil yang buruk.
Menurut laporan Manchester Evening News, Pochettino sudah membidik pekerjaan berikutnya. Ia diberitakan akan membidik jabatan sebagai manajer Manchester United yang baru.
Setan Merah saat ini masih ditangani oleh Ole Gunnar Solskjaer. Akan tetapi, penampilan Marcus Rashford dan kolega di bawah Solskjaer tidak mengesankan.
Tidak sedikit penggemar Setan Merah yang meminta Solskjaer agar meninggalkan klub. Tak hanya itu, Pochettino dianggap sebagai figur yang tepat untuk menggantikan Solskjaer.
Berikut ini tiga alasan mengapa Pochettino sangat tepat untuk memimpin Manchester United seperti dilansir Sportskeeda.
Gaya Permainan

Sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, Manchester United memiliki beberapa manajer dengan gaya sepakbola dan permainan yang sangat berbeda.
David Moyes membawa mentalitas Everton untuk bermain dengan serangan balik, Louis van Gaal mengandalkan pembelian mahal untuk bersaing meraih trofi. Kemudian datang Jose Mourinho yang punya gaya permainan bertahan. Saat ini, Ole Gunnar Solskjaer mencoba memainkan gaya sepak bola United tetapi minimnya pengalaman tidak membuahkan hasil.
Jika melihat gaya permainan Tottenham di bawah Pochettino, itu selalu sama dengan filosofi Manchester United selama tiga dekade terakhir di bawah Ferguson - ekspansif dan menyerang.
Tim Pochettino tidak diam dan menunggu kesempatan untuk membalas, sebaliknya mereka terus menekan dan maju menyerang setiap mendapat peluang. Mungkin inilah yang hilang dari United saat ini di bawah Solskjaer. Arsitek Norwegia itu menerapkan gaya yang sama tetapi tidak bisa mendapatkan hasil.
Kembangkan Pemain Muda

Satu hal hebat yang sudah dilakukan Solskjaer seperti Pochettino adalah mempromosikan pemain akademi di tim utama. Mason Greenwood, Axel Tuanzebe, Brandon Williams dan James Garner adalah beberapa nama yang diberi kesempatan Solskjaer untuk unjuk gigi.
Pochettino memiliki sejarah mengubah pemain muda menjadi pemain kelas dunia dengan memercayai mereka dalam pertandingan penting. Itu bisa mengembangkan kemampuan dan pengalaman mereka secara keseluruhan. Contoh terbaiknya adalah Harry Kane, Dele Alli, Juan Foyth dan Harry Winks.
Mengingat Marcus Rashford dan Anthony Martial masih cukup muda di samping pemain-pemain seperti Greenwood, Tuanzebe dan Williams, mantan bos Spurs itu memiliki tambang emas untuk dieksploitasi di Carrington.
Dengan menaruh kepercayaan pada anak-anak muda dan membangun tim di sekitar mereka, pria berusia 47 tahun itu juga akan mendapatkan dukungan dari pendukung setia United yang selalu ingin bintang-bintang akademi berada di tim utama.
Bisa Melakukan Keajaiban dengan Dana Transfer Kecil

Jika datang ke Manchester United, Pochettino pasti akan dibekali dana transfer yang cukup besar untuk membeli pemain bintang. Kendati demikian, Pochettino bisa melakukan pekerjaan yang luar biasa tanpa belanja jor-joran di Tottenham.
Musim lalu, arsitek Argentina itu berhasil mencapai final Liga Champions dengan anggaran belanja yang ketat. Itu bukan prestasi kecil di dunia sepakbola saat ini di mana uang sepertinya sudah memainkan peran besar dalam di atas lapangan.
Pochettino bisa melebihi ekspektasi dan target jika dia bisa mendapatkan pemain yang tepat tanpa memikirkan anggaran belanja. Jika Pochettino bisa melakukan sesuatu tanpa belanja jor-joran, Ed Woodward pasti bersedia memberinya anggaran transfer yang lumayan.
Beberapa penggemar mungkin menentang kedatangan Pochettino karena tidak pernah memenangkan trofi. Namun, arsitek Argentina itu sudah membuktikan bisa melakukan pekerjaan yang luar biasa di Tottenham.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eks Pelatih MU: Paul Pogba Masih Pemain Top
Liga Inggris 6 Desember 2019, 23:50
-
Paul Pogba Sudah Putuskan Hengkang dari MU dan Pindah ke Madrid
Liga Inggris 6 Desember 2019, 21:14
-
Ada Rashford di Balik Kepergian Romelu Lukaku ke Inter Milan
Liga Inggris 6 Desember 2019, 21:00
-
Marcus Rashford Diklaim Berpotensi Jadi Legenda Manchester United
Liga Inggris 6 Desember 2019, 20:40
LATEST UPDATE
-
Hasil Frosinone vs Juventus: Bianconeri Amankan Tiga Poin di Laga Perdana!
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:32
-
Man of the Match Newcastle vs Liverpool: Dominik Szoboszlai
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 00:45
-
Atletico Madrid Tutup Pintu Bagi Barcelona dan Arsenal untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 23:32
-
Marc Guehi Puji Mentalitas Manchester City Usai Comeback Dramatis atas Bournemouth
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 23:22
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
-
Hasil Man City vs Bournemouth: Dua Bek Bawa City Epic Comeback di Laga Perdana EPL!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:58
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
-
Here We Go! Man City Keluarkan Rp 2 Triliun untuk Datangkan Ayyoub Bouaddi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:07
-
Wow! Barcelona Bakal Lepas Alejandro Balde ke Manchester United?
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 20:00
-
Dipermalukan Tim Promosi, Luke Shaw Yakin MU Bakal Bersinar di Musim 2026/2027
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 19:30
-
Peringatan Inter Milan untuk Barcelona: Lautaro Martinez Tidak Dijual, Titik!
Liga Italia 23 Agustus 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR