
Bola.net - Sadio Mane adalah salah satu pencetak gol paling produktif di sepakbola saat ini. Ia juga sudah menjadi pemain penting bagi klubnya Liverpool.
Mane berhasil mengantarkan Liverpool menjadi juara Eropa pada musim lalu. Kini, pemain asal Senegal itu ingin membawa The Reds menjuarai Premier League untuk pertama kalinya.
Mantan pemain Southampton itu memang tampil cukup mengesankan untuk klub dan negaranya belakangan ini. Tidak mengherankan kalau Mane baru saja terpilih sebagai Pemain Terbaik Afrika 2019.
Penghargaan itu adalah yang pertama bagi Mane dalam kariernya. Ia berhasil mengalahkan mengalahkan rekan satu timnya Mohamed Salah dan winger Manchester City Riyadh Mahrez.
Meski berstatus sebagai pemain bintang di Premier League, Mane bukanlah sosok yang glamour. Ia bahkan kerap disanjung karena kerendahan dan kemurahan hatinya.
Berikut ini lima contoh kerendahan hati Sadio Mane seperti dilansir Fox Sports Asia.
Bersihkan Toilet Masjid

Sadio Mane pernah tertangkap kamera sedang membersihkan toilet sebuah masjid di Liverpool. Mane bersama dengan sejumlah orang membersihkan toilet hingga area wudu.
Aksi bersih-bersih toilet itu terjadi setelah Liverpool menang atas Leicester dalam laga lanjutan Premier League pada awal September 2018 lalu. Video itu viral di media sosial dan sang pemain mendapat banyak pujian atas aksinya.
Liverpool FC footballer Sadio Mane cleaning the mosque toilets and wudhu area. mA #humbling pic.twitter.com/eNIxZzSLTf
— Khalil Laher (@khalillaher) September 1, 2018
Bawa Botol Minuman untuk Tim Nasional

Pada kesempatan lain, Sadio Mane terekam kamera membawa botol-botol air untuk tim nasionalnya. Hal itu terjadi setelah Senegal menang 2-0 atas Kongo.
Mane tidak diragukan lagi merupakan pemain Senegal yang paling terkenal di dunia. Namun, hal itu tidak menghalanginya untuk membantu petugas perlengkapan timnas negaranya membawakan botol minuman.
Sadio Manè helping carry water off the bus with Senegal! Team player off the pitch too! Great example and role model to all young players and others who don’t work together! Values off the pitch have positive outcomes on the pitch! #TeamBehindTheTeam #AlwaysHelpTheKitMan pic.twitter.com/gwUjm0xWzT
— Gareth Davies (@g5davies) November 15, 2019
Sumbang 300 Kaos Liverpool ke Senegal

Mane pernah mengirimkan 300 kaos Liverpool ke desa Bambali Senegal yang merupakan kampung halamannya. Mane melakukan itu sebelum pertandingan final Liga Champions melawan Real Madrid pada tahun 2018.
Mane berharap bisa membantu para suporternya di Senegal dan memudahkan para suporter Liverpool itu dalam berikan dukungan kepadanya di laga final yang dimenangkan Real Madrid itu.
Tidak Suka Barang Mewah

Sebagai pemain sepak bola yang sukses, Mane tentu saja bergelimang harta. Ia bisa dengan mudah membeli barang-barang mewah. Namun, berbeda dengan kebanyakan pesepak bola lainnya, Mane mengaku tidak suka dengan kemewahan.
"Mengapa saya menginginkan sepuluh Ferrari, 20 jam tangan berlian atau dua pesawat? Apa yang akan dilakukan benda-benda ini untuk saya dan bagi dunia?" kata Mane dikutip dari Nsemwoha.com.
"Saya lapar dan saya harus bekerja di lapangan, saya bertahan di masa-masa sulit, bermain sepak bola tanpa alas kaki, saya tidak memiliki pendidikan dan banyak hal lainnya, tetapi hari ini dengan apa yang saya peroleh berkat sepak bola, saya dapat membantu warga saya.
"Saya membangun sekolah, stadion, memberikan pakaian, sepatu, makanan untuk orang-orang yang sangat miskin. Sebagai tambahan, saya memberikan 70 euro per bulannya kepada seluruh orang di kawasan yang sangat miskin di Senegal dan ini sangat membantu ekonomi keluarga mereka," imbuh Mane.
"Saya tak perlu memperlihatkan mobil-mobil mewah, rumah mewah, perjalanan, dan bahkan pesawat. Saya lebih suka orang-orang saya menerima sedikit dari hidup yang diberikan kepada saya."
Sumbang £200,000 untuk Bangun Sekolah, Masjid dan Rumah Sakit

Mane memang dikenal sebagai seorang yang dermawan. Ia pernah menyumbang 200 ribu pound sterling (Rp 3,4 miliar) untuk membangun sekolah, rumah sakit dan masjid di Senegal.
Pemain berusia 27 tahun itu kerap kembali ke tempat kelahirannya untuk memeriksa pembangunan banyak proyek yang ia danai. Karena sikapnya yang dermawan, Mane sering dianggap sebagai pahlawan di Senegal.
Sumber: Fox Sports Asia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Skrtel Tak Ragu Sebut Klopp Sebagai Manajer Terbaik di Dunia
Liga Inggris 10 Januari 2020, 22:56
-
Klopp Paksa Jurnalis Cari Informasi Soal Mourinho via Google, Kenapa?
Liga Inggris 10 Januari 2020, 22:33
-
Mourinho Diyakini Merasa Terintimidasi Oleh Liverpool dan Bakal Parkir Bus
Liga Inggris 10 Januari 2020, 21:44
-
Klopp Beber Rencana Liverpool untuk Kalahkan Tottenham, Seperti Apa?
Liga Inggris 10 Januari 2020, 21:14
LATEST UPDATE
-
Viktor Gyokeres Justru Jadi Tanda Tanya di Lini Depan Arsenal
Liga Inggris 9 Januari 2026, 18:57
-
2 Hal yang Bikin Milan Kehilangan Poin Lawan Genoa: Blunder dan Kurang Sabar
Liga Italia 9 Januari 2026, 18:15
-
FIFA Gandeng TikTok, Konten Live Piala Dunia 2026 Hadir dan Bisa Diakses Langsung
Piala Dunia 9 Januari 2026, 17:58
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 9 Januari 2026, 17:55
-
Kata-kata Pertama Antoine Semenyo Setelah Gabung Man City dan Tolak MU-Liverpool
Liga Inggris 9 Januari 2026, 17:07
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52






















KOMENTAR