
Bola.net - Premier League sudah dianggap sebagai kompetisi sepak bola paling populer di dunia. Tidak mengherankan kalau klub-klub top Inggris memiliki banyak penggemar dari berbagai penjuru dunia.
Meski banyak yang mencintai klub maupun Premier League, banyak juga momen yang membuat sepak bola Inggris sangat dibenci. Alasannya, beragam mulai adanya kecurangan, aksi kekerasan, bahkan kemenangan berdarah hingga pelacuran.
Klub tersebut akhirnya menjadi penjahat nomor satu tidak hanya di Inggris tetapi juga dunia. Bahkan suporter klub lain ikut membenci tim asal Inggris dalam daftar ini.
Berikut lima tim Inggris yang paling dibenci, ternyata ada Manchester United (MU).
5. Millwall (1885 hingga sekarang)
???? ???? ???? pic.twitter.com/ppkV9xuUJo
— Millwall FC (@MillwallFC) February 26, 2023
Sejak berdiri pada 1885 hingga sekarang, Millwall adalah satu di antara klub yang paling dibenci di Inggris. Penyebabnya, suporter sering berulah, di dalam maupun di luar lapangan.
Kerusuhan besar terjadi di kandang mereka pada 2002 kala menjamu Birmingham dan 1978 saat menghadapi Ipswich, serta laga tandang melawan Luton pada 1985, QPR pada 1966, dan West Ham pada 1906 dan 2009. Suporter bisa menyerang pemain dan ada yang iseng melemparkan granat tangan tiruan ke lapangan.
4. Wimbledon (Musim 1987/1988)
He’s too cold with it ???? #AFCW ???????? pic.twitter.com/2szMPrmPZu
— AFC Wimbledon (@AFCWimbledon) February 28, 2023
Liverpool begitu menakutkan di sepak bola Inggris pada era 1970-an hingga 1980-an tetapi justru kalah di final Piala FA musim 1987/1988. Klub yang mengalahkan mereka adalah tim semenjana Wimbledon hingga ada sebutan The Crazy Gang kalahkan Culture Club.
Wimbledon mencetak satu-satunya gol di final melalui sundulan oportunistik Lawrie Sanchez serta drama penyelamatan penalti Dave Beasant. Wimbledon dibenci karena permainan agresif yang kasar seperti seorang anggota geng yang gila.
3. Manchester United (Musim 1998/1999)

Pada akhir musim 1998/1999, manajer Manchester United, Alex Ferguson dinobatkan sebagai bangsawan oleh kerajaan Inggris. MU yang dibesutnya meraih tiga gelar alias treble winners hingga merebut gelar Liga Champions dramatis saat melawan Bayern Munchen di final.
Namun, aktor di balik dibencinya United selain strategi Fergie juga ada nama Roy Keane. Gelandang bertahan ini selalu menebar kebencian dengan permainannya yang brutal karena tekel kerasnya.
2. MK Dons (Musim 2004/2005)
Until tomorrow... pic.twitter.com/2vuotIWSPp
— Milton Keynes Dons (@MKDonsFC) February 24, 2023
Milton Keynes (MK) Dons FC mengakuisisi Wimbledon FC yang pindah ke Milton Keynes karena aturan FA yang mengharuskan setiap tim profesional harus memiliki stadion full dengan kursi penonton. MK Dons menyatakan diri sebagai klub baru dan enggan membicarakan tentang sejarah besar Wimbledon FC.
Tak hanya suporter di kota Wimbledon yang marah bahkan hampir di seluruh Inggris yang menganggap mereka adalah klub siluman tanpa sejarah. Suporter di kota Wimbledon akhirnya membentuk AFC Wimbledon dan sering jadi laga panas ketika bersua MK Dons.
1. Leeds United (Musim 1973/1974)

Pemain asal Skotlandia Billy Bremner memimpin rekan-rekannya di Leeds United meraih kejayaan di Inggris. Permainan Leeds menggambarkan sepak bola Inggris yang murni, yakni keras, penuh determinasi tinggi, dan mengutamakan fisik.
Penampilan mereka seringkali berujung kasar sehingga dijuluki Dirty Leeds. Bahkan pemain lawan kerap tertatih-tatih kala menghadapi Leeds sehingga mereka sangat dibenci di Inggris saat itu.
Sumber: Four-Four Two
Disadur dari: Bola.com/Penulis Suharno/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 1/3/2023
Baca Juga:
- 7 Dosa Keluarga Glazers di Manchester United
- 3 Faktor yang Membuat Chelsea Terpuruk Musim Ini
- 3 Pemain Muda Liverpool yang Berhasil Mencuri Perhatian Pada Musim Ini
- 5 Pemain Afrika Terakhir yang Direkrut Barcelona, Tak hanya Franck Kessie
- 5 Rekrutan Termahal Manchester United dari Klub La Liga, Casemiro Baru Angkat Trofi
- 5 Pelatih yang Bisa Menggantikan Carlo Ancelotti di Real Madrid
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Coba Tikung Liverpool untuk Transfer Nicolo Barella
Liga Inggris 1 Maret 2023, 20:25
-
Fred: MU Juara Premier League 2022/2023? Kenapa Tidak?
Liga Inggris 1 Maret 2023, 20:14
-
Manchester United Benar-benar Serius Ingin Rekrut Mason Mount
Liga Inggris 1 Maret 2023, 20:05
-
Marcel Sabitzer Super Ngarep Dipermanenkan Manchester United
Liga Inggris 1 Maret 2023, 19:56
-
Pujian Erik Ten Hag untuk Casemiro: Ia Teladan yang Baik untuk Tim MU!
Liga Inggris 1 Maret 2023, 19:48
LATEST UPDATE
-
Atletico Madrid Tutup Pintu Bagi Barcelona dan Arsenal untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 23:32
-
Marc Guehi Puji Mentalitas Manchester City Usai Comeback Dramatis atas Bournemouth
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 23:22
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
-
Hasil Man City vs Bournemouth: Dua Bek Bawa City Epic Comeback di Laga Perdana EPL!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:58
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
-
Here We Go! Man City Keluarkan Rp 2 Triliun untuk Datangkan Ayyoub Bouaddi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:07
-
Wow! Barcelona Bakal Lepas Alejandro Balde ke Manchester United?
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 20:00
-
Dipermalukan Tim Promosi, Luke Shaw Yakin MU Bakal Bersinar di Musim 2026/2027
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 19:30
-
Peringatan Inter Milan untuk Barcelona: Lautaro Martinez Tidak Dijual, Titik!
Liga Italia 23 Agustus 2026, 19:00
-
Mantap! Como Segera Datangkan Mantan Bek Manchester United
Liga Italia 23 Agustus 2026, 18:30
-
Absen Lawan Hull City, Seberapa Parah Cedera Amad Diallo?
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 18:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR