
Bola.net - AC Milan menunjukkan performa yang sangat impresif bersama Stefano Pioli di Serie A musim ini. Pelatih 55 tahun itu berpeluang mengantarkan Rossoneri meraih scudetto.
Milan memimpin klasemen Serie A hingga pekan ke-14. Mereka mengumpulkan 34 poin dan unggul satu angka dari pesaing terdekatnya Inter Milan.
Di Serie A, Rossoneri menjadi satu-satunya klub yang belum terkalahkan. Rinciannya, Zlatan Ibrahimovic dan kolega mencatatkan 10 kemenangan dan 4 hasil imbang.
Dengan laju impresifnya, Milan mulai digadang-gadang jadi calon peraih scudetto. Terlebih mereka sudah lama mereka tidak memenanginya.
Pioli memang belum pernah menjuarai Serie A sebagai pelatih. Namun, ia bisa mengikuti jejak para pelatih Milan ini apabila mampu menjuarai kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia.
Berikut ini lima pelatih Milan terakhir yang berhasil mempersembahkan gelar Serie A.
Massimiliano Allegri

Massimiliano Allegri diangkat menjadi pelatih AC Milan pada musim 2010/2011. Saat itu, Allegri dianggap sebagai pelatih muda dengan prospek besar di Italia usai sukses di Cagliari.
Keputusan yang diambil Rossoneri itu terbukti tidak salah. Pada musim pertamanya di San Siro, Allegri berhasil mempersembahkan gelar Serie A.
Allegri berhasil mengakhiri dominasi Inter Milan dalam meraih scudetto dalam beberapa musim sebelumnya. Ini merupakan gelar Serie A terakhir yang diraih Rossoneri hingga saat ini.
????? 9 y?l önce bugün | 2010-11
— Serie A Türkiye (@SerieA_TR) May 7, 2020
???????????? AC Milan, Allegri yönetiminde 18. Scudetto zaferini elde etti. pic.twitter.com/ye1FTSU56R
Carlo Ancelotti

AC Milan meraih kesuksesan besar di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Don Carlo pernah membawa Rossoneri mengangkat trofi Liga Champions sebanyak dua kali.
Namun, Ancelotti juga pernah memenangkan Serie A sebagai pelatih Milan. Hal itu terjadi pada musim 2003/2004.
Milan meraih juara Serie A setelah mengalahkan AS Roma dengan keunggulan 11 poin. Ketika itu mereka diperkuat pemain-pemain seperti Andriy Shevchenko, Kaka, Filippo Inzaghi, Andrea Pirlo dan juga Alessandro Nesta.
Genial recuerdo de aquel @acmilan 2003/04 de @MrAncelotti que ganó el Scudetto https://t.co/lPuFnDLjdB pic.twitter.com/rJL0ldbM3J
— ImagoSport (@ImagoSport) December 1, 2015
Alberto Zaccheroni
One of the key figures in #ACMilan's 1998/99 Scudetto: HBD Alberto Zaccheroni! ?????????? pic.twitter.com/U7S7tLhPS8
— AC Milan (@acmilan) April 1, 2016
Nama Alberto Zaccheroni naik daun ketika ia membesut Udinese. Hal itulah yang membuat AC Milan kepincut untuk merekrutnya pada musim 1998/1999.
Zaccheroni terkenal dengan taktik 3-4-3-nya. Taktik tersebut berhasil mengantarkan Milan meraih scudetto pada musim pertamanya.
Musim itu, dengan mesin gol Jerman Olivier Bierhoff, Milan finis di atas Lazio, Fiorentina, Parma, Roma, Juventus serta Inter Milan. Milan sukses menyabet Scudetto mereka yang ke-16.
Fabio Capello

Fabio Capello menjadi pelatih Milan dalam dua periode, yakni 1981-1996 dan 1997-1998. Namun, dia meraih kesuksesan besar bersama Rossoneri pada periode pertamanya.
Di era Capello, Milan meraih Scudetto empat musim beruntun dari 1991 sampai 1994. Mereka juga kembali merasakan juara pada 1995/1996.
Capello juga berhasil mengantar Milan meraih trofi Eropa 1993/1994. Mantan pelatih Real Madrid itu total mempersembahkan 9 trofi juara untuk Rossoneri.
24 years ago today, Fabio Capello masterminded our 15th Scudetto title ????????????#OnThisDay, siamo Campioni d’Italia per la 15° volta ????????????#SempreMilan pic.twitter.com/Xfp6R5ilaY
— AC Milan (@acmilan) April 28, 2020
Arrigo Sacchi

Arrigo Sacchi adalah salah satu pelatih legendaris AC Milan. Dia pernah dua periode menangani Rossoneri, yakni 1987-1991 dan 1996-1997.
Periode pertama Sacchi melatih Milan terbilang sangat sukses dan mengesankan. Pada musim 1987/88, yang juga merupakan musim debutnya sebagai pelatih di Serie A, Sacchi berhasil mengantarkan Milan ke tangga juara.
Scudetto Serie A 1987/88 adalah Scudetto Milan yang ke-11. Itu juga merupakan satu-satunya Scudetto persembahan Sacchi untuk Milan.
Napoli's Maradona and AC Milan's Baresi lead their teams out in the 1987-88 season pic.twitter.com/hG7hChgUAq
— Classic Football Shirts (@classicshirts) February 13, 2018
Baca Juga:
- 4 Calon Klub Baru Memphis Depay, Bukan Cuma Barcelona
- Terancam Dipecat, 5 Pemain yang Bisa Selamatkan Nasib Mikel Arteta di Arsenal
- GOAT! Ini Deretan Rekor yang Dipecahkan Lionel Messi Sepanjang 2020
- 3 Tujuan Potensial bagi Bintang Barcelona Philippe Coutinho
- Termasuk CR9, Ini 5 Pemain Nomor 9 Terbaik di Real Madrid
- 4 Wonderkid yang Bakal Jadi Pilar Masa Depan Barcelona, Termasuk Ansu Fati
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Statistik Berbicara: Hanya Real Madrid dan Bayern Munchen yang Lebih Baik dari AC Milan
Liga Italia 28 Desember 2020, 23:30
-
Kaleidoskop Serie A 2020: Mari Berbicara Soal AC Milan
Liga Italia 28 Desember 2020, 23:00
-
AC Milan Pede Bisa Pertahankan Gianluigi Donnarumma
Liga Italia 28 Desember 2020, 21:40
-
Pertajam Daya Gedornya, Juventus Coba Bajak Leao dari Milan
Liga Italia 28 Desember 2020, 20:58
-
5 Pelatih AC Milan Terakhir yang Berhasil Mempersembahkan Scudetto, Pioli Selanjutnya?
Editorial 28 Desember 2020, 16:28
LATEST UPDATE
-
AC Milan Cari Bek Baru, Nathan Ake Jadi Peluang atau Sekadar Mimpi?
Liga Italia 6 Januari 2026, 15:28
-
Prediksi West Ham vs Nottingham Forest 7 Januari 2026
Liga Inggris 6 Januari 2026, 15:19
-
Luapan Emosi Gonzalo Garcia Usai Cetak Hattrick di Laga Madrid vs Betis
Liga Spanyol 6 Januari 2026, 14:57
-
Prediksi Pisa vs Como 6 Januari 2026
Liga Italia 6 Januari 2026, 14:43
-
Sebut Wasit Mafia, Fabio Capello Buru-buru Beri Klarifikasi Penting
Liga Italia 6 Januari 2026, 14:13
-
Persik vs Persib Bandung: Dewangga Kecewa Maung Bandung Tertahan di Kediri
Bola Indonesia 6 Januari 2026, 13:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
























KOMENTAR