Bola.net - Bola.net - Portugal akan jadi penghalang terakhir Prancis dalam mewujudkan impian sang tuan rumah menjadi juara Euro 2016 di tanah mereka sendiri. Kedua negara akan coba saling mengalahkan, dalam final yang bakal digelar di Stade de France, Senin (11/7) dini hari nanti.
Di atas kertas, Prancis jelas akan lebih banyak diunggulkan. Dukungan penuh suporter tuan rumah dan juga suntikan moral berharga usai menyingkirkan juara dunia, Jerman, di empat besar akan jadi modal berharga bagi skuat Didier Deschamps untuk meraih kemenangan.
Ditambah lagi, Portugal sejatinya juga bukan tim yang menunjukkan permainan memikat di sepanjang turnamen. Mereka tak pernah sekalipun meraih kemenangan di fase grup kala melawan Islandia, Hungaria, dan . Mereka juga harus bergantung pada babak tambahan dan adu penalti sebelum akhirnya menang atas Kroasia dan Polandia di 16 besar dan perempat final.
Lantas, apakah itu berarti Selecao tak punya kans untuk keluar sebagai juara di final nanti? Berikut Bola.net sajikan lima alasan mengapa tim besutan Fernando Santos bisa keluar sebagai juara Euro 2016..
Dendam Masa Lalu

Secara materi, Portugal yang kala itu masih punya Rui Costa dan Luis Figo, serta Cristiano Ronaldo muda, amat diunggulkan. Namun apa daya, Negeri Para Dewa akhirnya meneruskan kejutan mereka dengan sukses menjungkalkan tuan rumah untuk merebut trofi juara.
Pengalaman berharga ini bisa menjadi motivasi yang luar biasa bagi Portugal untuk mencuri kemenangan atas Prancis nanti. Bahkan mereka bisa belajar dari Yunani mengenai bagaimana caranya membalikkan situasi kurang menguntungkan, menjadi keunggulan demi meraih sukses.
Berstatus Non-Unggulan

Namun pada akhirnya semua sama-sama tahu bahwa justru Yunani-lah yang akhirnya merebut supremasi tertinggi di kancah sepakbola antarnegara Eropa dan bukan tidak mungkin Portugal bisa melakukan hal serupa.
Status underdog akan membuat tim asuhan Fernando Santos bisa bekerja dengan lebih tenang, di luar sorotan dan tekanan berlebihan dari media. Apalagi kritik sebenarnya juga bukan barang baru untuk Ronaldo dkk, setelah mereka sebelumnya menunjukkan penampilan kurang impresif di sepanjang fase grup.
Namun mereka membuktikan bahwa tekanan eksternal tak bisa mempengaruhi spirit tim. Meski dengan permainan yang jauh dari kata indah, Portugal satu-persatu melibas lawan-lawan yang diprediksi bakal menyulitkan mereka, atau bahkan bisa keluar sebagai juara, seperti Kroasia, Polandia, dan Wales.
Di partai final nanti Portugal bisa membuktikan sekali lagi bahwa status underdog tidak akan mempengaruhi performa mereka di atas lapangan dan ini bisa menjadi sinyal bahaya untuk Prancis.
Bukan Hanya Ronaldo

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Di dua laga awal Ronaldo tampil melempem, sebelum akhirnya mencetak dua gol dan satu assist kala tim bermain imbang 3-3 melawan Hungaria, yang memastikan tim lolos ke 16 besar sebagai peringkat tiga terbaik. CR7 kemudian kembali gagal bersinar di duel melawan Kroasia dan Polandia, sebelum akhirnya memainkan peran vital saat tim melewati Wales di semifinal.
Meski demikian, naik turunnya performa Ronaldo justru memberikan keuntungan pada Portugal. Mereka tak lagi hanya jadi tim yang bergantung pada seorang pemain. Skuat mereka kini punya beberapa nama yang juga bisa jadi pembeda permainan, seperti Nani dan Ricardo Quaresma. Jangan lupakan pula pemain muda Renato Sanches, yang menunjukkan aksi gemilang saat tim melibas Polandia di babak perempat final.
Kesempatan Terakhir

Cristiano Ronaldo mungkin masih bisa bermain di Euro 2020, jika memang klaimnya 'bermain hingga usia 40 tahun' terbukti benar. Namun hal serupa mungkin tak bisa dilakoni oleh nama-nama veteran seperti Nani dan Ricardo Quaresma, yang agaknya bisa jadi merasa amat beruntung bisa menemukan kembali seberkas sinar terang dalam karir mereka, setelah sebelumnya dicap sudah habis dan tak bisa lagi tampil di level tertinggi.
Duel melawan Prancis akan jadi kesempatan terakhir bagi mereka untuk mencatatkan nama dalam buku sejarah sepakbola Portugal dengan tinta emas, sekaligus motivasi yang luar biasa untuk meraih kemenangan atas sang tuan rumah.
Waktu Recovery

Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa satu hari tidak akan membuat banyak perbedaan, namun hal sebaliknya justru sering kita lihat di kompetisi top Eropa, seperti Premier League. Tim-tim yang bermain di Europa League akan cenderung menurunkan tim yang lebih lemah di liga domestik di akhir pekan, demi meraih hasil bagus di pertandingan berikutnya.
Tak jarang kondisi kebugaran tim akan berpotensi memancing terjadinya kejutan dalam permainan. Portugal sangat punya kemungkinan untuk melakukannya di pertandngan final nanti.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lloris Ingatkan Prancis Akan Ancaman Udara Ronaldo
Commercial 9 Juli 2016, 23:30
-
Matuidi: Portugal Bukan Hanya Cristiano Ronaldo
Commercial 9 Juli 2016, 20:30
-
Deschamps: Belum Ada Yang Temukan Resep Anti-Ronaldo
Commercial 9 Juli 2016, 20:15
-
Evra Ogah Remehkan Ronaldo cs di Final
Commercial 9 Juli 2016, 15:00
-
Lima Alasan Portugal Bisa Juara Euro 2016
Editorial 9 Juli 2016, 12:43
LATEST UPDATE
-
6 Rekor Mustahil yang Bisa Dihancurkan Cristiano Ronaldo Tahun 2026
Asia 10 Januari 2026, 04:30
-
Prediksi Charlton vs Chelsea 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Roma vs Sassuolo 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 00:00
-
Prediksi Man City vs Exeter City 10 Januari 2026
Liga Inggris 9 Januari 2026, 22:00
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52




















KOMENTAR