
Bola.net - Oleh: JeffrieKemenangan sejati bukanlah kemenangan tanpa kegagalan, melainkan kemenangan yang diraih setelah bangkit dari kegagalan.Siapa sebelumnya yang menduga Malaysia akan keluar sebagai juara Piala AFF Suzuki 2010? Mereka datang bukan sebagai tim unggulan namun kini keluar sebagai juara seperti sebuah kisah dalam sebuah dongeng.Tidak ada yang memberi Malaysia kesempatan untuk bisa melewati babak grup kejuaraan Asean Football Federation (AFF), terlebih dengan pasukan mudanya yang kurang pengalaman.Pelatih K. Rajagopal kini boleh berbangga hati setelah anak buahnya berhasil dinobatkan sebagai yang terkuat di ASEAN usai menjuarai Piala AFF 2010 untuk pertama kalinya sejak turnamen dua tahunan ini diperkenalkan di tahun 1996."Ini merupakan prestasi besar bagi sebuah tim yang terdiri dari pemula senior internasional," kata Rajagopal yang terlibat selama satu bulan dalam kejuaraan Piala AFF ini.Sebelumnya banyak yang langsung menilai Malaysia tidak memiliki harapan usai dihajar kekalahan memalukan 1-5 oleh Indonesia dalam pertandingan pembukaan Grup A di Jakarta awal Desember lalu.Dan hanya sedikit yang masih memiliki keyakinan akan kemampuan pemain muda Malaysia untuk bisa bangkit kembali dalam upaya mengejutkan tim-tim yang lebih mapan dan lebih difavoritkan seperti Vietnam dan Thailand.Awal dari kebangkitan Malaysia mulai terlihat usai menahan tim juara Piala AFF tiga kali Thailand dengan bermain imbang tanpa gol dalam pertandingan grup kedua mereka.Malaysia seakan-akan ingin membalas anggapan banyak pihak yang meremehkan keberadaan mereka dengan menggulung Laos 5-1.Dan kemudian, kemampuan mereka mulai diakui setelah berhasil menyingkirkan juara bertahan Vietnam dengan agregat 2-0 di semifinal.Halaman terakhir dari kisah dongeng ini terjadi pada Rabu (29/12) malam kemarin, Malaysia kembali ke SUGBK, ladang pembantaian mereka di awal kompetisi.Dengan begitu banyak provokasi, intimidasi dan tekanan pendukung Timnas Indonesia, Malaysia bisa bermain tenang dan fokus, seakan mereka telah lupa apa pernah menjadi salah satu korban keangkeran SUGBK.Meskipun akhirnya Malaysia kalah, namun mereka berhasil mengungguli favorit juara Indonesia dengan agregat 4-2. Piala AFF Suzuki 2010 menjadi penutup yang indah bagi kisah dongeng mereka.Rajagopal mengatakan keberhasilan mereka memang sedikit beruntung, karena sebelumnya ia tidak yakin akan bisa merebut Piala AFF saat bermain kembali di Jakarta.Ia menilai anak buahnya telah bermain dengan baik di babak pertama dan beruntung kapten Indonesia Firman Utina gagal mengkonversi penalti menjadi gol awal di menit 15."Tentu saja, jika ia telah mencetak gol, itu akan memicu lahirnya gol-gol lainnya," kata Rajagopal pada konferensi pasca-pertandingan.Pelatih Indonesia, Alfred Riedl mengatakan bahwa Indonesia adalah tim yang lebih baik tetapi Malaysia memenangkan gelar."Tertinggal lebih dulu dan pemain mampu menyamakan kedudukan hingga akhirnya menang, mereka hebat. Tapi memang kami tidak merebut gelar musim ini," kata Alfred usai laga.Sebelumnya laga Final leg kedua antara Indonesia dan Malaysia kemarin sempat dikhawatirkan akan berlangsung rusuh akibat banyaknya provokasi pembalasan terkait kecurangan pendukung Malaysia yang memakai laser untuk mengganggu permainan pemain Indonesia pada pertandingan leg pertama di Bukit Jalil.Kapten Malaysia, Safiq Rahim bahkan menggambarkan bahwa suasana menjelang kick-off seperti sebuah perang."Kami datang dalam kendaraan lapis baja. Itu adalah suasana yang berbeda sama sekali tapi kami bisa mengatasinya dan tidak menyerah pada tekanan seperti di pertandingan pembukaan," katanya.Untungnya segala kekhawatiran tersebut urung terjadi, para pendukung Indonesia dengan sikap sportif bisa tertib sehingga permainan berjalan lancar. Begitupun saat mengetahui Indonesia gagal merebut juara, pendukung Indonesia bisa menerima dengan sikap ksatria sehingga kekhawatiran di awal tidak terjadi.Indonesia mungkin gagal untuk berjaya di ASEAN kali ini, meski kesempatan itu nyaris didapatkan. Namun jika bercermin pada penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 ini dan juga ditunjang pemain-pemain muda yang bermain cemerlang, kita bisa berharap banyak kemenangan dan prestasi untuk Timnas sudah menunggu di depan. Yang terpenting adalah bagaimana Timnas Indonesia bisa bangkit kembali, memperbaiki segala kekurangan, dan meningkatkan kemampuan.Maju terus, Garudaku! (kpl/bola)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Semangat Bangkit Kembali Bawa Malaysia Juara
Editorial 30 Desember 2010, 10:45 -
Belajar Ikhlas dari Para Suporter Timnas
Editorial 29 Desember 2010, 10:54 -
Sedih, Kecewa, dan Beban Berat "Tim Garuda"
Editorial 29 Desember 2010, 00:03 -
Head to Head Indonesia vs Malaysia di Piala AFF
Editorial 23 Desember 2010, 06:11 -
Road To Final AFF Suzuki Cup 2010: Malaysia
Editorial 22 Desember 2010, 19:53
LATEST UPDATE
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
-
Live Streaming Milan vs Genoa - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 8 Januari 2026, 19:45
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Bali United 9 Januari 2026
Bola Indonesia 8 Januari 2026, 18:57
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 8 Januari 2026, 18:55
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Borneo 9 Januari 2026
Bola Indonesia 8 Januari 2026, 18:52
-
Rodrygo Bangkit di Real Madrid: Dari Terpinggirkan Jadi Andalan Xabi Alonso
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 17:59
-
Arsenal vs Liverpool: Ibarat Misi Mustahil untuk The Reds
Liga Inggris 8 Januari 2026, 17:28
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58




















KOMENTAR