Dimulai saat duo Singapura, Noh Alam Shah dan M. Ridhuan berhasil membawa Arema Indonesia menjadi kampiun di musim perdananya. Gelombang pemain asing Asia seakan tak lagi terbendung.
Meskipun tak semua berhasil beradaptasi dengan kultur sepakbola Indonesia, tak jarang juga pemain asing Asia menjadi kunci sukses sebuah tim meningkatkan kualitas tim.
Berikut nama-nama pemain asing Asia yang mampu menunjukkan peran signifikan untuk timnya selama musim 2011-2012. (bola/dzi)
KENJI ADACHIHARA (Persiba Balikpapan)

Berbekal efektivitas permainan khas Negeri Matahari Terbit, Kenji Adachihara berhasil mencuri perhatian publik bola Indonesia.
Mulai pasang aksi saat memperkuat tim Bontang FC musim 2009-2010, Kenji selalu menjadi buruan tim-tim besar ISL di bursa transfer.
Dua musim bersama Bontang FC, Kenji menyeberang ke tim Kalimantan lainnya, Persiba Balikpapan di musim 2011-2012. Bersama Beruang Madu, Kenji menjadi pasangan maut lini depan Persiba bersama Aldo Barretto. Musim lalu, 13 gol berhasil disumbangkan pemain kelahiran 08 Desember 1984 ini.
Selama tiga musim bermain di Indonesia, torehan total gol Kenji mencapai 44 gol, jumlah yang luar biasa untuk ukuran pemain asing asal Asia.
SAFEE SALI (Pelita Jaya)

Inilah salah satu pemain asing asal Asia yang sukses musim lalu. Pemain asal Malaysia bernama lengkap Mohd Safee bin Mohd Sali ini dikenal publik Indonesia saat menjadi aktor atas gagalnya Timnas Indonesia di Piala AFF 2010.
Bermain untuk Pelita Jaya, Safee Sali berhasil menunjukkan alasan mengapa Pelita Jaya sangat berhasrat menginginkan jasanya.
Selama musim kompetisi ISL 2011-2012, Safee Sali berhasil mencetak 20 gol dan membawa Pelita Jaya nangkring di peringkat keenam klasemen akhir Indonesia Super League.
LIM JUNSIK (Sriwijaya FC)

Pemain kelahiran 13 September 1981 didatangkan Sriwijaya FC saat dilatih Ivan Kolev. Semenjak itu, pemain bertinggi 178 cm tersebut selalu menjadi pilihan utama Sriwijaya FC.
Karir pemain asal Korea Selatan ini mencapai puncaknya musim lalu. Bermain selama 2758 menit selama musim lalu, Jun Sik berperan atas kesuksesan Sriwijaya FC merengkuh gelar juara ISL. Duetnya bersama Ponaryo Astaman menjadi salah satu duet gelandang bertahan terbaik di Indonesia musim lalu.
MUHAMMAD RIDHUAN (Arema ISL)

Cepat dan tak kenal lelah menjadi ciri khas penampilan pemain sayap asa Singapura, Muhammad Ridhuan. Di Indonesia, karir sepakbola pemain bernama lengkap Muhammad Ridhuan bin Muhamad ini dihabiskan di tim kebanggaan Arek Malang, Arema Indonesia.
Musim lalu, Ridhuan bermain untuk dua Arema, pada putaran pertama, Ridhuan bermain untuk Arema di kompetisi IPL, sementara putaran kedua bermain untuk Arema di kompetisi ISL.
Selama setengah musim di Arema ISL, Ridhuan mencetak 4 gol dan membawa Arema dari peringkat 18 menjadi peringkat 12 di akhir musim. Ridhuan pun bermain selama 1177 menit dengan 15 kali starter, 1 kali menjadi pengganti, dan 1 kali absen karena akumulasi.
YOO JAE HOON (Persipura Jayapura)

Bergabung bersama Persipura sejak musim 2010-2011, nama Yoo Jae Hoon selalu menjadi andalan Mutiara Hitam di posisi penjaga gawang.
Meskipun gagal membawa Persipura mempertahankan gelar pada musim lalu, penampilan cemerlang Yoo tak dapat dipungkiri menjadi kunci kesuksesan Persipura musim lalu meraih runner up ISL.
Pemain yang sebelumnya membela Daejeon Citizen di kompetisi K-League ini kabarnya sempat ditawari oleh PSSI untuk membela skuad Garuda. Namun tawaran tersebut ia tolak karena dirinya masih bermimpi membela timnas Korsel suatu saat nanti.
KWON JUN (PSM Makassar)

Bergabung bersama PSM Makassar di musim lalu, Kwon Jun menjadi andalan pelatih Petar Segrt untuk memperkuat barisan pertahanan tim Juku Eja.
Kemampuannya dalam duel udara dan eksekusi tendangan bebas, menjadi kekuatan tersendiri bagi pemain Korea Selatan kelahiran 12 Oktober 1987 ini.
Selama membela PSM, Kwon Jun yang akan melepas masa lajang pada bulan ini berhasil mencetak tiga gol. Musim ini, ia sukses membawa PSM Makassar meraih runner up kompetisi Indonesian Premier League.
NOH ALAMSHAH (Persib Bandung)

Mulai mencuat namanya saat membela Arema Indonesia musim 2009-2010, pemain bernama lengkap Mohd Noh Alam Shah bin Kamarezaman tersebut mengakhiri musim pertamanya di Indonesia dengan raihan jawara.
Musim lalu, pemain yang akrab disapa Along ini bergabung bersama Persib Bandung sejak putaran kedua. Bersama Maung Bandung, Along sukses mencetak empat gol dari 4 penampilannya sepanjang putaran kedua dan berperan atas bangkitnya Persib di putaran kedua.
SHOHEI MATSUNAGA (Persiba Balikpapan)

Didatangkan Persiba Balikpapan dari Persib Bandung, Matsunaga Shohei berhasil menjawab keraguan Balistik (julukan suporter Persiba) dengan penampilan cemerlang musim lalu.
Pemain kelahiran, Shizouka, Jepang, 23 tahun silam ini mampu menjadi trio maut di tim Beruang Madu. Kolaborasinya bersama Kenji Adachihara dan Aldo Barretto menjadi salah satu kunci sukses Persiba Balikpapan musim lalu.
Tampil selama 2655 menit bersama Persiba, alumni Schalke 04 II, Jerman ini mampu mencetak 7 gol dan sukses membawa Persiba mengakhiri musim lalu di peringkat keenam Indonesia Super League.
SHIBAKOYA YUICHI (Persiwa Wamena)

Pemain asal Jepang ini bergabung bersama Persiwa Wamena pada musim 2010-2011. Musim pertamanya bersama Persiwa tak berjalan terlalu baik, ia hanya tampil dalam 11 pertandingan tim Badai Pegunungan.
Peruntungannya berubah di musim 2011-2012 lalu, peran pemain bertinggi 187 cm di lini belakang Persiwa tak terbantahkan. Kemampuan membaca permainan dan kuat dalam duel udara menjadi senjata pemain kelahiran 16 Juni 1983 ini.
Selama musim 2011-2012, Yuichi Shibakoya tampil selama 2720 menit dan sukses membawa Persiwa Wamena menempati peringkat 3 klasemen akhir ISL.
ANDREW BARISIC (Arema IPL)

Tak banyak pemain asal Australia yang sukses di sepakbola Indonesia. Adaptasi dan kultur sepakbola yang berbeda menjadi penyebab banyaknya pemain Australia yang gagal bersinar.
Namun tidak demikian dengan Andrew Nikolas Barisic, striker Arema Indonesia di kompetisi Indonesia Premier League (IPL). Gagal bersinar saat membela Persebaya Surabaya, Barisic menunjukkan ketajamannya bersama Arema IPL di paruh kedua kompetisi. Enam gol berhasil ia sarangkan ke gawang lawan dan membawa Arema IPL menempati peringkat ketiga klasemen akhir IPL.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Senjata Pressing Barcelona, Performa Raphinha, Gol Spektakuler Yamal
Liga Spanyol 26 Januari 2026, 11:41
-
Barcelona vs Oviedo: 2 Wajah Blaugrana dan Gol Spesial dari Pemain Spesial
Liga Spanyol 26 Januari 2026, 11:31
-
Rating Pemain Barcelona vs Oviedo: Yamal dan Olmo Bersinar, De Jong Jadi Penopang
Liga Spanyol 26 Januari 2026, 11:15
-
Tidak Cari-cari Alasan, Mikel Arteta Akui MU Memang Layak Kalahkan Arsenal
Liga Inggris 26 Januari 2026, 11:06
-
MU Bekuk Arsenal dan Man City, Michael Carrick: Kami Bisa Lebih Baik Lagi!
Liga Inggris 26 Januari 2026, 10:55
-
Roma Gagal Menang di Olimpico, Gasperini Akui AC Milan Sangat Berbahaya
Liga Italia 26 Januari 2026, 10:53
-
Kegagalan Penalti yang Membangkitkan Jonathan David di Juventus
Liga Italia 26 Januari 2026, 10:46
-
Cetak Gol Spektakuler ke Gawang Arsenal, Matheus Cunha: Itu Bukan Gol Hoki!
Liga Inggris 26 Januari 2026, 10:42
-
Rating Pemain Juventus saat Tampil Solid di Semua Lini untuk Hancurkan Napoli
Liga Italia 26 Januari 2026, 10:40
-
Alien Juventus Bernama Kenan Yildiz
Liga Italia 26 Januari 2026, 10:27
LATEST EDITORIAL
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





















KOMENTAR