
Bola.net - Insiden terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada pekan ke-11 Liga 1 2022/2023, Sabtu (1/10/2022) malam WIB. Sejumlah orang yang datang ke Stadion Kanjuruhan meninggal dunia usai laga yang berkesudahan 3-2 untuk kemenangan Persebaya itu.
Belum ada laporan resmi terkait jumlah dan penyebab kematian mereka. Dari pantauan tim Bola.net, ada tembakan gas air mata yang diarahkan ke tribune.
Situasi ini bermula dari suporter yang melakukan invasi ke lapangan. Lalu, ada tembakan gas air mata. Kondisi itu membuat suporter panik sehingga mereka berusaha untuk menyelamatkan diri. Akibat saling berdesak-desakan beberapa penonton terinjak.
Selain korban tewas, ada beberapa korban luka. Sebagian besar dari mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Korban luka tidak hanya hanya dari suporter, tapi juga dari pihak keamanan. Bahkan, ada aparat yang mengalami luka cukup serius.
Ini bukan kali pertama terjadi insiden di Stadion Kanjuruhan. Pada 2018 lalu, situasi yang hampir sama terjadi. Simak ulasannya di bawah ini ya Bolaneters.
2018, Tragedi Kanjuruhan
Pada hari Minggu, 15 April 2018, malam WIB, Arema FC menjamu Persib Bandung. Laga berakhir dengan skor 2-2. Arema FC sempat tertinggal 2-1 sebelum Balsa Bozovic mencetak gol pada menit ke-88 dan menyelamatkan timnya dari kekalahan.
Usai laga, situasi menjadi cukup pelik karena suporter masuk ke lapangan. Merujuk pada artikel Bola.net pada 24 April 2018, ketika itu aparat keamanan memakai gas air mata untuk mengendalikan massa.
Berikut laporan kejadiannya:
Dalam insiden tersebut, aparat keamanan menembakkan sembilan proyektil gas air mata ke kerumunan massa yang coba merangsek masuk ke lapangan. Namun, tak kurang dari tiga proyektil justru mendarat di tribun dan menyebabkan kepanikan suporter yang berada di sana, kebanyakan wanita dan anak-anak.
Berupaya menyelamatkan diri dari kepungan gas yang membuat mata pedih dan menyesakkan dada, ribuan suporter -terutama di area Gate 10- tersebut berebut untuk keluar dari stadion. Namun, nahas justru menghampiri mereka. Alih-alih selamat, justru banyak suporter cedera akibat terinjak-injak atau pun pingsan karena lemas kehabisan napas, kala berdesakan keluar melalui pintu yang -menurut sebagian saksi- belum terbuka.
Total, dalam perhitungan manajemen Arema FC, dalam insiden itu 214 orang harus menjalani perawatan. Beberapa di antaranya harus menjalani rawat inap. Selain itu, seorang Aremania, Dhimas Duha Romli, harus mengembuskan napas terakhirnya, setelah dirawat di rumah sakit, akibat insiden ini.
Klasemen Liga 1 2022/2023
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Komentar Aji Santoso Terkait Insiden di Stadion Kanjuruhan
Bola Indonesia 2 Oktober 2022, 22:11
-
Update Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan: 129 Nyawa Melayang
Bola Indonesia 2 Oktober 2022, 18:54
LATEST UPDATE
-
Tidak Semua Orang Senang Lihat Neymar Dipanggil ke Timnas Brasil
Piala Dunia 25 Mei 2026, 14:02
-
Tidak Ada Lagi Ejekan, Sekarang Giliran Arsenal Juara Premier League
Liga Inggris 25 Mei 2026, 13:51
-
Gubernur KDM Janjikan Bonus Juara Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Bola Indonesia 25 Mei 2026, 13:31
-
Leon Goretzka Disarankan ke AC Milan, Bisa Duet dengan Luka Modric
Liga Italia 25 Mei 2026, 13:20
-
Mikel Arteta Takjub dengan Momen Arsenal Angkat Trofi Premier League
Liga Inggris 25 Mei 2026, 13:14
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25























KOMENTAR