
Bola.net - Prancis tampil meyakinkan sepanjang Piala Dunia 2026 dengan produktivitas gol yang mengesankan. Meski demikian, pelatih Didier Deschamps merasa timnya masih memiliki ruang untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir.
Les Bleus sudah mengoleksi 14 gol dari lima pertandingan atau hampir tiga gol setiap laga. Catatan itu menempatkan Prancis sebagai salah satu tim paling haus gol sepanjang turnamen di Amerika Utara.
Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise menjadi motor serangan yang konsisten menghadirkan ancaman. Ketiganya berkontribusi besar dalam perjalanan tim hingga babak perempat final.
Namun, Deschamps belum merasa puas dengan pencapaian tersebut. Ia ingin para penyerangnya mampu memaksimalkan setiap peluang saat menghadapi Maroko.
Deschamps Ingin Penyelesaian Akhir Lebih Tajam
Menurut Deschamps, efektivitas menjadi faktor yang semakin menentukan pada fase gugur. Ia menilai setiap peluang dapat menjadi pembeda ketika level persaingan terus meningkat.
"Kami sangat efisien, tetapi kami sebenarnya masih bisa lebih efisien lagi. Semakin jauh kami melaju dalam kompetisi ini, hal itu akan semakin penting. Memiliki efektivitas 100 persen tentu akan menjadi kondisi yang ideal."
Pernyataan itu menggambarkan standar tinggi yang terus ia pertahankan selama 14 tahun menangani tim nasional Prancis. Pendekatan tersebut ikut membentuk mental para pemain untuk terus berkembang meski hasil sudah terlihat memuaskan.
Saat mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan berakhirnya masa kepelatihannya, Deschamps memilih fokus pada pertandingan berikutnya. Ia belum ingin memikirkan hal lain sebelum misi di turnamen selesai.
"Terima kasih karena memikirkan hal itu, tetapi saya sama sekali tidak memikirkannya. Pertandingan melawan Paraguay juga bisa saja menjadi laga terakhir saya. Saya fokus menghadapi tim Maroko dan bersama staf pelatih kami ingin melakukan segala cara agar semuanya berjalan baik."
Kondisi Fisik Jadi Modal Penting
Selain kualitas serangan, Prancis memiliki keuntungan dari sisi kebugaran pemain. Program latihan yang dirancang sesuai kebutuhan individu membuat kondisi skuad tetap terjaga hingga fase gugur.
Deschamps memberikan apresiasi kepada pelatih fisik Cyril Moine yang menyusun program pemulihan secara rinci. Pendekatan itu membantu para pemain cepat pulih setelah pertandingan.
"Dalam kompetisi seperti ini, penting untuk berada dalam kondisi fisik yang baik. Data yang kami kumpulkan setelah pertandingan sangat bagus, bahkan sangat bagus."
Ia juga menegaskan bahwa setiap sesi latihan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pemain. Baginya, melewatkan satu atau dua latihan bukan masalah jika pemain tampil lebih bugar pada hari pertandingan.
Maroko Siap Memberikan Perlawanan
Prancis akan menghadapi Maroko pada perempat final dengan modal rekor positif. Les Bleus belum pernah kalah dalam enam pertemuan sebelumnya, termasuk kemenangan 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2022.
Meski memiliki catatan yang menguntungkan, Deschamps menolak menganggap remeh lawannya. Ia menilai Maroko layak berada di fase ini karena kualitas yang mereka miliki.
"Semakin tinggi Anda mendaki gunung, tantangannya akan semakin besar. Maroko tidak berada di sini secara kebetulan. Mereka merupakan salah satu tim terbaik dalam turnamen ini. Ini akan menjadi duel dua negara yang ingin menguasai bola, menyerang, dan mencetak gol."
Prancis kini memburu tiket ke semifinal untuk kedelapan kalinya dalam sejarah Piala Dunia. Ketajaman lini depan dan kebugaran pemain diharapkan menjadi modal utama demi menjaga peluang meraih gelar juara.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Brahim Diaz, Harapan Maroko untuk Membongkar Lini Pertahanan Prancis
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:56
-
Piala Dunia 2026: Fakta-fakta Seputar Babak Perempat Final
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:25
-
8 Besar Piala Dunia 2026: Prancis Terdepan di Ranking FIFA
Piala Dunia 9 Juli 2026, 17:58
-
Piala Dunia 9 Juli 2026, 17:19

LATEST UPDATE
-
Hasil Elche vs Barcelona: Raphinha dan Fermin Lopez Menggila
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 06:17
-
Hasil Torino vs Milan: Adrien Rabiot Merevitalisasi Rossoneri
Liga Italia 24 Agustus 2026, 06:10
-
Man of the Match Frosinone vs Juventus: Bremer
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:44
-
Hasil Frosinone vs Juventus: Bianconeri Amankan Tiga Poin di Laga Perdana!
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:32
-
Man of the Match Newcastle vs Liverpool: Dominik Szoboszlai
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 00:45
-
Atletico Madrid Tutup Pintu Bagi Barcelona dan Arsenal untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 23:32
-
Marc Guehi Puji Mentalitas Manchester City Usai Comeback Dramatis atas Bournemouth
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 23:22
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
-
Hasil Man City vs Bournemouth: Dua Bek Bawa City Epic Comeback di Laga Perdana EPL!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:58
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
-
Here We Go! Man City Keluarkan Rp 2 Triliun untuk Datangkan Ayyoub Bouaddi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:07
-
Wow! Barcelona Bakal Lepas Alejandro Balde ke Manchester United?
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR