Akhirnya! Henri Doumbia Buka Suara soal Tudingan Marc Klok Rasis: Saya Mendengar Komentar yang Tidak Pantas

Akhirnya! Henri Doumbia Buka Suara soal Tudingan Marc Klok Rasis: Saya Mendengar Komentar yang Tidak Pantas
Selebrasi Bernard Doumbia dan TM Ichsan dalam laga BRI Super League antara Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC, Sabtu (14/2/2026). (c) Bhayangkara Presisi Lampung FC Official

Bola.net - Penyerang Bhayangkara FC, Henri Doumbia menyampaikan versinya terkait dugaan perlakuan rasial dari kapten Persib Bandung, Marc Klok dalam pekan ke-30 BRI Super League 2025/26. Insiden itu terjadi di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung pada Kamis (30/4).

Doumbia menyatakan bahwa dirinya mendengar langsung ucapan yang dianggap tidak pantas dalam pertandingan tersebut. Ia kemudian melaporkan kejadian itu sebagai bagian dari tanggung jawab profesionalnya sebagai pemain.

"Setelah pertandingan pada 30 April, saya ingin menyampaikan pernyataan terkait situasi yang telah dibahas secara publik," ujar Doumbia.

"Selama pertandingan, saya mendengar sebuah komentar yang saya anggap tidak pantas. Saya melaporkannya dengan itikad baik, sebagai bagian dari tanggung jawab saya sebagai pemain profesional."

"Saya ingin menegaskan bahwa saya berdiri pada pernyataan saya. Saya yakin dengan apa yang saya dengar dan saya tidak akan mengangkat hal seperti ini tanpa alasan yang serius," lanjutnya.

1 dari 2 halaman

Menghormati Setiap Pihak dengan Pandangan Berbeda

Henry Doumbia dan Moussa Sidibe saat beraksi bersama Bhayangkara FC di BRI Super League (c) dok. Bhayangkara Presisi Lampung FC

Henry Doumbia dan Moussa Sidibe saat beraksi bersama Bhayangkara FC di BRI Super League (c) dok. Bhayangkara Presisi Lampung FC

Pemain berkebangsaan Pantai Gading itu mengakui adanya perbedaan pandangan terkait insiden tersebut di lapangan. Namun, ia menyebut telah menempuh jalur yang sesuai dengan aturan yang berlaku untuk menyampaikan laporannya.

"Saya memahami bahwa terdapat perbedaan versi mengenai kejadian ini. Saya menghormati bahwa setiap pihak dapat memiliki pandangan yang berbeda, dan saya telah menyampaikan pengalaman saya melalui jalur yang tepat sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku," beber Doumbia.

Doumbia juga menjelaskan bahwa sepanjang kariernya di berbagai negara, ia belum pernah menghadapi situasi serupa. Hal itu menjadi alasan mengapa ia menilai kejadian ini sebagai sesuatu yang serius dan perlu ditangani secara bertanggung jawab.

"Sepanjang karier saya, saya telah bermain di berbagai negara dan lingkungan, dengan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai rasa hormat, profesionalisme, dan integritas. Saya belum pernah terlibat dalam situasi seperti ini sebelumnya, itulah mengapa saya menyikapinya dengan serius dan penuh tanggung jawab," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Hormat ke Persib dan Marc Klok

Aksi Marc Klok pada laga Persib Bandung lawan Semen Padang di pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. Persib

Aksi Marc Klok pada laga Persib Bandung lawan Semen Padang di pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. Persib

Meski begitu, Doumbia tetap menyampaikan rasa hormat kepada Persib dan Klok. Ia menuturkan tidak ingin memperkeruh suasana atau menciptakan konflik berkepanjangan.

"Di saat yang sama, saya menghormati Persib Bandung dan kapten mereka Marc Klok. Saya tidak ingin menciptakan konflik atau perpecahan. Sepak bola seharusnya menjadi ruang yang penuh rasa hormat, dan ada hal-hal yang lebih penting dalam hidup yang mengingatkan kita untuk tetap bersatu dan fokus pada hal yang benar-benar berarti," tutur Doumbia.

"Saya percaya bahwa jika diperlukan, proses peninjauan akan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Saya merasa telah menjalankan kewajiban saya dengan melaporkan hal ini secara tepat dan saya tidak akan memberikan komentar lebih lanjut secara publik."

"Fokus saya tetap pada tanggung jawab profesional saya dan memberikan yang terbaik untuk klub saya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada klub saya atas dukungan dan kepercayaan mereka selama situasi ini," imbuhnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL