
Bola.net - Dua pemain muda Indonesia, Brylian Aldama dan David Maulana, saat ini berkarier di Eropa bersama HNK Rijeka. Mereka berkompetisi di Liga U-19 Kroasia.
Brylian, yang lebih dahulu bergabung, sudah merasakan atmosfer pertandingan dengan mengoleksi empat gol buat HNK Rijeka. Sementara itu, David belum sempat tampil karena datang pada pengujung kompetisi.
Dalam channel youtube KR TV, Brylian dan David bercerita banyak hal. Di antaranya, keseharian mereka selama di Kroasia dan persaingan antarpemain di latihan untuk mendapatkan menit bermain. Sebelumnya, kedua spontan menepis anggapan pemain titipan di HNK Rijeka U-19.
"Kami dikontrak HNK Rijeka U-19 berdasarkan pertimbangan teknis. Kalau hanya sekadar pemain titipan, kami tentu tidak mau dan lebih baik kembali ke Indonesia," tegas Brylian dan diamini oleh David.
Anggapan miring itu muncul dari kalangan media di Kroasia. HNK Rijeka dinilai hanya ingin mendongkrak pamor dan popularitas klub. Pasalnya, follower akun instagram Brylian dan David terbilang banyak.
Jumlah pengikut mereka malah jauh lebih baik dari klub mereka. Sampai saat ini, follower akun instagram Brylian mencapai 433 rib sedang David 150 ribu. HNK Rijeka sendiri hanya 45,1 ribu.
"Secara pribadi, anggapan itu justru membuat semakin bersemangat untuk meningkatkan kemampuan," kata Brylian.
Sejatinya, pasca kompetisi usai, keduanya mendapat kesempatan pulang ke Indonesia untuk berlibur. Tapi, Brylian dan David memlih tinggal di Kroasia karena tak ingin dipusingkan sejumlah hal terkait Pandemi COVID-19.
"Daripada nantinya kami kesulitan kembali ke Kroasia, lebih baik tetap disini seraya menunggu tim kembali berlatih," terang Brylian.
Tetap tinggal di Kroasia membuat keduanya memiliki tambahan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan, keseharian, budaya masyarakat setempat dan tentu saja makanan. Selama di Kroasia, David dan Brylian mereka tinggal di apartemen yang sama dengan sewa per unit 1000 euro perbulan.
"Beban sewanya lebih ringan karena ditanggung berdua. Kami juga lebih banyak stay di apartemen. Kalau pun keluar paling ke supermarket untuk belanja kebutuhan harian," timpal David Maulana.
Persaingan Antarpemain

Meski berstatus pemain asing dari Indonesia, Brylian dan David tetap percaya diri bersaing dengan rekan setimnya di HNK Rijeka U-19. Apalagi, rata-rata postur pemain di tim juga hampir sama.
"Kroasia sedikit berbeda dengan negara Eropa lainnya seperti Inggris atau Jerman yang rata-rata berpostur tinggi. Hanya memang postur mereka lebih berisi dari kami. Secara teknis juga sama saja," ungkap Brylian yang menjadikan Chelsea sebagai klub impian.
Keunggulan dari tubuh yang lebih berisi dan berotot pemain asli Kroasia sempat dirasakan langsung oleh Brylian saat pertama kali bergabung dalam latihan tim.
"Saya berkali-kali mendapat terjangan teman-teman. Awalnya sempat kerepotan, tapi lama-lama terbiasa juga," terang Brylian.
Ingin Jadi Pebisnis

Karier sepak bola Brylian dan David masih terbilang panjang. Tapi, mereka sudah merenda masa depan mereka selepas tak lagi berstatus sebagai pesepak bola. Kebetulan, keduanya sama-sama ingin menjadi pebisnis atau membuka usaha.
Brylian ingin menjadi pengusaha properti dengan membangun komplek perumahan. Sedang David ingin berbisnis rumah kontrakan dan kos-kosan.
"Itu rencana masa depan. Tapi, untuk saat ini kami fokus dulu menimba ilmu dan pengalaman sebagai pesepak bola di Kroasia," kata David.
Alasan ingin mengembangkan kemampuan inilah yang membuat David memilih melupakan tawaran PSMS Medan.
"Saya tegaskan pilihan ini semata bukan karena nilai kontrak. Andai ada tim di Indonesia yang menawarkan kontrak lebih besar, untuk saat ini saya lebih pilih menimba ilmu dulu di Eropa," ujar David.
Disadur dari: Bola.com/Gregah Nurikhsani
Published: 15 Juli 2021
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Isi Liburan, Shin Tae-yong Jadi Komentator Pertandingan Timnas Korsel di Olimpiade 2020
- Asnawi Mangkualam Bisa Main 2 Posisi Berbeda, Pelatih Ansan Greeners pun Puas
- 3 Tumpuan Serangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala AFC U-23 2022
- Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala AFC, Lawannya Berat-berat
- Pelatih Ansan Greeners Ubah Posisi Asnawi Mangkualam Berkat Bisikan Shin Tae-yong
- Comeback Manis Asnawi Mangkualam Bersama Ansan Greeners
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Tumpuan Serangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala AFC U-23 2022
Tim Nasional 14 Juli 2021, 16:00
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58



















KOMENTAR