
Bola.net - Eduardo Almeida angkat bicara ihwal kegagalan timnya meraih poin penuh pada laga lanjutan BRI Liga 1 2021/2022, kontra Persebaya Surabaya. Pelatih Arema FC ini mengaku kegagalan tersebut tak lepas dari kartu merah yang didapat Dendi Santoso.
"Saya rasa momen yang menentukan pada pertandingan ini adalah kartu merah. Segalanya berubah sejak saat itu," ucap Almeida, usai laga.
Arema FC harus puas berbagi angka pada laga pekan kesebelas mereka di BRI Liga 1 2021/2022 kontra Persebaya Surabaya. Pada laga yang dihelat di Stadion Manahan Solo, Sabtu (06/11) ini, kedua tim ini bermain imbang 2-2.
Dalam laga tersebut, Arema unggul dulu melalui Carlos Fortes dan M. Rafli. Namun, Persebaya mampu menyamakan kedudukan melalui Samsul Arif dan Marselino Ferdinan.
Pada laga ini, Arema harus mengakhiri laga dengan sepuluh orang pemain. Dendi Santoso harus keluar lapangan usai mendapat dua kartu kuning pada laga ini.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Sempat Menguasai Pertandingan
Almeida sendiri menilai anak asuhnya sempat menguasai pertandingan. Momen tersebut, sambung pelatih asal Portugal ini terjadi pada babak pertama laga kontra Persebaya tersebut.
"Kami tampil lebih superior pada babak pertama. Kami berhasil unggul dari Persebaya," tutur Almeida.
Ubah Permainan

Almeida menyebut, bermain dengan sepuluh orang membuatnya harus mengubah pakem permainan Arema. Salah satunya, sambung pelatih 43 tahun tersebut, adalah dengan bermain lebih bertahan.
"Kartu merah ini berdampak terhadap semua hal. Kami tak bisa berhadapan langsung dengan Persebaya. Kami harus menyesuaikan permainan dengan lawan dan menyusun strategi untuk bertahan," ungkapnya.
"Kami berusaha menjalankan strategi lain, termasuk dengan melakukan serangan balik," Almeida menambahkan.
Tak Mau Persoalkan Kartu Merah
Almeida sendiri mengaku tak mau mempersoalkan kartu merah yang didapat Dendi Santoso. Menurut pelatih berlisensi UEFA Pro ini, kartu merah tersebut tergolong wajar.
"Saya rasa, pada pertandingan ini, Dendi membuat dua pelanggaran dan mendapat dua kartu kuning. Sejujurnya, saya melihat ada pemain lain yang juga melakukan dua pelanggaran tapi tak mendapat kartu merah. Namun, kita harus menerima keputusan wasit ini," papar Almeida.
"Saya tak pernah berkomentar soal keputusan-keputusan wasit, termasuk pada pertandingan ini," imbuhnya.
Syukuri Hasil

Sementara itu, kendati gagal mendapat poin penuh pada laga ini, M. Rafli tetap bersyukur timnya tetap bisa mendapat poin dari pertandingan versus Persebaya. Menurutnya, satu poin ini tetap hasil yang harus disyukuri.
"Alhamdulillah, kita masih bisa paling tidak membawa pulang satu poin," ucap Rafli.
Sama seperti sang pelatih, Rafli pun menilai bahwa kartu merah merupakan biang kegagalan mereka gagal mendapat poin penuh. Namun, ia menegaskan bahwa kartu merah merupakan hal yang sangat jamak dalam sepak bola.
"Namanya sepak bola, kita nggak bisa menyalahkan kartu merah. Kartu merah pasti terjadi di sepak bola. Ini sesuatu yang normal," tandasnya.
Klasemen BRI Liga 1
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Hasil BRI Liga 1: Kartu Merah dan Gol Pemain 17 Tahun Bikin Arema Gagal Kalahkan Persebaya
- Gaji Wasit Sudah Naik, PSSI Tantang Mr Y Bongkar Pengaturan Skor di BRI Liga 1 2021/2022
- Seri 3 BRI Liga 1 2021/2022 Batal Dihelat di Jatim, Arema FC Berlapang Dada
- Madura United Dikalahkan Persita, RD: Kami Dijauhkan dari Keberuntungan
- BRI Liga 1: Dikalahkan Borneo FC, Ian Gillan Ungkap Problem PSIS Semarang
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BRI Liga 1: Persebaya Ditahan Imbang 10 Pemain Arema, Aji Santoso: Wajar Aja
Bola Indonesia 7 November 2021, 01:27
-
Spektakuler, Pelatih Arema FC Sebut Sepakan Marselino Ferdinan Bak Roket
Bola Indonesia 7 November 2021, 00:13
-
Diimbangi Persebaya, Pelatih Arema FC Sebut Kartu Merah Sebagai Biangnya
Bola Indonesia 7 November 2021, 00:06
-
Seri 3 BRI Liga 1 2021/2022 Batal Dihelat di Jatim, Arema FC Berlapang Dada
Bola Indonesia 6 November 2021, 23:12
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR