Pertandingan kedua tim yang berlangsung dalam kondisi lapangan licin akibat hujan yang mengguyur Kota Semarang tersebut tampil dengan permainan menyerang, mengingat kedua tim itu sementara mengumpulkan nilai sama yaitu 10, hanya saja PSIS menang dalam selisih gol.
Pada babak pertama tim asuhan pelatih Edy Paryono lebih banyak mendominasi permainan dengan serangan yang dilancarkan dari lini tengah dan kedua sayapnya, sedangkan tim Persepar terlihat tampil di bawah tekanan dari tuan rumah.
Pada menit ke-14, pemain sayap kanan PSIS Iwan HW berhasil menjebol gawang Persepar yang dijaga kiper Lendi Kewas setelah menerima umpan terobosan dari Khusnul Yakin. Iwan yang berdiri bebas langsung menggiring bola ke depan gawang dan dengan sekali tendangan keras mampu memperdaya kiper tamu.
Dua menit kemudian atau menit ke-16, kapten tim PSIS Doni Siregar kembali mencetak gol untuk kemenangan timnya menjadi 2-0 melalui tendangan penalti setelah penyerang PSIS Khusnul Yakin dijatuhkan di daerah terlarang oleh kiper Lendi Kewas.
Setelah kebobolan dua gol tersebut pelatih Persepar, Agus Sutiyono, langsung mengganti kiper Lendi Kewas dengan kiper keduanya Efendi Dwi Cahyo yang juga harus bekerja keras untuk menyelamatkan gawangnya dari serangan beruntun pemain-pemain PSIS.
Pada babak itu, Persepar hanya memiliki satu peluang ketika salah seorang pemainnya melancarkan tendangan langsung ke gawang PSIS tetapi berhasil ditangkap dengan baik oleh kiper kedua PSIS, Yoga Wahyu Arif.
Hingga babak pertama usai, kedudukan tetap bertahan 2-0 untuk keunggulan tuan rumah. Memasuki babak kedua, justru tim tamu berhasil mengembangkan permainannya, sedangkan PSIS terlihat mulai kedodoran menerima serangan pemain Persepar.
Akibatnya, pelatih Edy Paryono terpaksa mengganti beberapa pemainnya seperti kapten tim Doni Siregar yang digantikan Basri Lohi, Steven Anderson digantikan Parjono, dan Khusnul Yakin digantikan M Yusuf.
Menurut Pelatih PSIS, Edy Paryono, pergantian pemain itu untuk menambah daya dobrak pemain depan. Doni Siregar ditarik ke luar agar suplai bola dari tengah ke depan semakin lancar, kemudian M. Yusuf masuk untuk menambah daya serang lini depan.
Bahkan, kata dia, M. Yusuf diharapkan juga ikut membantu pertahanan jika timnya mendapat tekanan dari pemain lawan.
"Tetapi yang jelas pertandingan ini bagi timnya merupakan kondisi yang sulit karena kita harus tampil dengan skema pemain alternatif," katanya.
Persepar yang terlihat mulai menekan pertahanan PSIS ternyata kesulitan untuk mencetak gol meskipun banyak peluang yang diciptakan pemainnya.
"Terus terang ada beberapa pemain yang tidak tampil maksimal meskipun semuanya siap," kata Pelatih Persepar, Agus Sutiyono.
Ia mengatakan, dua gol yang bersarang di gawangnya semuanya karena kesalahan pemain belakang dan kiper.
"Gol pertama karena pemain belakang tidak menutup pemain PSIS (Iwan HW, red.) dan kedua karena kesalahan kiper," katanya.
Hingga pertandingan usai kedudukan tetap 2-0 untuk PSIS. (ant/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Bayern vs Madrid: Michael Olise
Liga Champions 16 April 2026, 06:27
-
Man of the Match Arsenal vs Sporting CP: Martin Zubimendi
Liga Champions 16 April 2026, 06:09
-
Bagan Semifinal Liga Champions 2025/2026: Siapa Lawan Siapa?
Liga Champions 16 April 2026, 05:41
-
Hasil Bayern vs Madrid: Drama 7 Gol, Die Roten Amankan Tiket Semifinal
Liga Champions 16 April 2026, 04:25
-
Hasil Al Nassr vs Al Ettifaq: Cristiano Ronaldo cs Semakin Dekat Menuju Gelar Juara
Asia 16 April 2026, 03:33
-
Raphinha Minta Maaf Soal Gestur ke Fans Atletico Madrid
Liga Champions 16 April 2026, 00:31
-
Nonton Live Streaming Liga Champions: Bayern Munchen vs Real Madrid
Liga Champions 15 April 2026, 23:50
-
Nonton Live Streaming Liga Champions: Arsenal vs Sporting CP
Liga Champions 15 April 2026, 23:45
LATEST EDITORIAL
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00
-
5 Calon Klub Baru Andy Robertson Setelah Tinggalkan Liverpool
Editorial 13 April 2026, 22:39





















KOMENTAR