Bola.net - Dua finalis PON XVII Riau cabang sepakbola, Sumatera Utara dan Kalimantan Timur, berharap bisa bermain di Stadion Utama Riau. Bukan lagi bermain di Stadion Kaharudin Nasution Rumbai yang sebelumnya menjadi venue laga semifinal.
Faktor kelayakan menjadi alasan utama kedua tim menginginkan bermain di stadion yang berada di kompleks Universitas Riau ini. Apalagi, kedua tim terlibat dalam perebutan medali emas.
"Anak-anak ingin bermain di stadion yang megah dan memiliki fasilitas yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Selain itu sudah menjadi tradisi jika penutupan sebuah kegiatan multi event ditutup dengan pertandingan sepak bola," kata manajer tim Sumatra Utara, Kamaludin Harahap.
Selain fasilitas yang dinilai lebih layak, bermain di stadion Utama di mana pembukaan dan penutupan pon dilaksanakan akan menjadi kesan tersendiri bagi para pemain. "Makanya kami memohon kepada PB PON agar merealisasikan keinginan tim finalis," harapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pelatih Kaltim, Rudy Keltjes. Mantan pelatih klub Persebaya Surabaya itu juga menginginkan pertandingan final PON XVIII dilaksanakan di Stadion Utama Riau.
"Lapangan di sini keras. Kami berharap bisa bermain di Stadion Utama. Makanya kami mohon bantuannya," kata Rudy.
Sumut lolos ke final PON cabang sepakbola setelah di semifinal mengalahkan tim unggulan, Papua dengan skor 2-0. Sementara Kaltim harus bekerja keras mengalahkan Jawa Tengah sebelum memastikan lolos ke babak final. (ant/dzi)
Faktor kelayakan menjadi alasan utama kedua tim menginginkan bermain di stadion yang berada di kompleks Universitas Riau ini. Apalagi, kedua tim terlibat dalam perebutan medali emas.
"Anak-anak ingin bermain di stadion yang megah dan memiliki fasilitas yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Selain itu sudah menjadi tradisi jika penutupan sebuah kegiatan multi event ditutup dengan pertandingan sepak bola," kata manajer tim Sumatra Utara, Kamaludin Harahap.
Selain fasilitas yang dinilai lebih layak, bermain di stadion Utama di mana pembukaan dan penutupan pon dilaksanakan akan menjadi kesan tersendiri bagi para pemain. "Makanya kami memohon kepada PB PON agar merealisasikan keinginan tim finalis," harapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pelatih Kaltim, Rudy Keltjes. Mantan pelatih klub Persebaya Surabaya itu juga menginginkan pertandingan final PON XVIII dilaksanakan di Stadion Utama Riau.
"Lapangan di sini keras. Kami berharap bisa bermain di Stadion Utama. Makanya kami mohon bantuannya," kata Rudy.
Sumut lolos ke final PON cabang sepakbola setelah di semifinal mengalahkan tim unggulan, Papua dengan skor 2-0. Sementara Kaltim harus bekerja keras mengalahkan Jawa Tengah sebelum memastikan lolos ke babak final. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Finalis Sepakbola PON XVIII Ingin Bermain di Stadion Utama Riau
Bola Indonesia 18 September 2012, 21:00
-
Ke Papua, Sriwijaya FC Bawa 21 Pemain
Bola Indonesia 10 Mei 2012, 20:00
-
Kompetisi Divisi Tiga PSSI Grup X Hanya Diikuti Dua Klub
Bola Indonesia 9 Mei 2012, 16:45
-
PSPS Pekanbaru Fokus Tur Papua
Bola Indonesia 8 Mei 2012, 19:00
LATEST UPDATE
-
Alasan Persib Pilih Igor Tolic Jadi Penerus Era Emas Bojan Hodak
Bola Indonesia 26 Mei 2026, 05:26
-
Ini Alasan Di Balik Perpisahan Persib Bandung dan Bojan Hodak
Bola Indonesia 26 Mei 2026, 05:17
-
RESMI: Persib Ganti Bojan Hodak dengan Igor Tolic
Bola Indonesia 26 Mei 2026, 05:09
-
Piala Dunia 2026: Pesan Haru Gavi Setelah Masuk Skuad Spanyol
Piala Dunia 26 Mei 2026, 01:00
-
Juventus dan AC Milan Buang Tiket Liga Champions karena Tim Kecil
Liga Italia 25 Mei 2026, 23:34
-
Persib Bandung Ditinggal Bojan Hodak Usai Hat-trick Juara?
Bola Indonesia 25 Mei 2026, 19:12
-
Tyrell Malacia Ucapkan Salam Perpisahan untuk Fans Manchester United
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:52
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00























KOMENTAR