
Bola.net - - Hanif Sjahbandi angkat bicara soal Final Piala Presiden 2019, yang akan mempertemukan dua tim yang kelompok suporternya selama ini terlibat rivalitas, Arema FC dan Persebaya Surabaya. Gelandang Arema FC ini ingin pertemuan sarat rivalitas ini sebagai momen berdamainya dua kelompok suporter yang selama ini tak akur tersebut.
"Saya sangat berharap, dengan final ini, justru memberikan sesuatu yang sangat berbeda dan belum pernah terjadi, yaitu bersatunya dua kelompok suporter yang nggak pernah akur tersebut," ucap Hanif, usai sesi latihan yang dihelat di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Minggu (07/04).
"Ini yang benar-benar saya harapkan," sambungnya.
Arema dan Persebaya selama ini dikenal memiliki kelompok suporter -Aremania dan Bonek- yang tak bisa dibilang akur. Bahkan rivalitas kedua kelompok ini berulang kali membawa korban, termasuk korban jiwa.
Arema sendiri akan menghadapi Persebaya pada partai puncak turnamen Piala Presiden 2019. Kedua tim ini akan bermain pada laga yang berformat kandang-tandang.
Persebaya akan menjadi tuan rumah leg pertama, yang bakal dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (09/04). Kemudian, Arema akan menjadi tuan rumah pada leg kedua, yang dijadwalkan digelar di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jumat (12/04). Kedua pertandingan ini rencananya akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar.
Apa alasan Hanif berharap agar dua kelompok suporter ini menanggalkan rivalitas mereka? Simak di bawah ini.
Rindu Damai
Menurut Hanif, ia rindu dengan perdamaian di kancah sepak bola. Pemain berusia 22 tahun ini pun yakin semua pihak, sejatinya, juga menginginkan adanya perdamaian.
"Siapa sih, yang nggak ingin damai, bersahabat, dan semacamnya? Kita semua pasti ingin," tegas Hanif.
"Karenanya, saya ingin agar momen final ini bisa menyatukan kita. Saya nggak ingin momen ini justru menjadi hal yang tidak baik, apalagi jika sampai ada korban," imbuhnya.
Momentum Sepak Bola Jawa Timur
Sementara itu, manajemen Arema juga berharap agar pertemuan antara tim berlogo singa mengepal tersebut dan Persebaya bisa disikapi dengan lebih positif. Media Officer Arema, Sudarmaji, berharap agar pertemuan dua tim asal Jawa Timur ini bisa menjadi bukti bahwa Jatim merupakan barometer sepak bola Indonesia.
"Pertemuan klasik antara Arema FC dan Persebaya jangan dilihat dari sisi bahayanya, tapi seharusnya lebih dari sisi prestasi kedua tim," kata Sudarmaji.
"Piala Presiden ini merupakan ajang bergengsi yang mengundang animo besar kedua kelompok suporter. Karenanya, ekspos prestasi kedua tim lebih penting ketimbang lainnya. Hal ini agar kedua tim bisa menampilkan laga berkualitas," ia menandaskan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wacana Liga 1 Gunakan VAR, Begini Sikap Arema FC dan Aremania
Bola Indonesia 1 April 2019, 13:33
-
Hamka Hamzah Tegur Aremania yang Nyanyikan Chant Negatif
Bola Indonesia 30 Maret 2019, 23:43
-
Ribuan Aremania Bakal Dampingi Perjuangan Arema di Markas Bhayangkara
Bola Indonesia 27 Maret 2019, 22:39
LATEST UPDATE
-
Alasan Romantis Sandy Walsh Pilih Nomor Punggung 6 di Persib
Bola Indonesia 11 Juli 2026, 17:49
-
Momen Emas Ole Romeny untuk Bangkit Bersama Fortuna Sittard
Piala Dunia 11 Juli 2026, 17:35
-
Jose Mourinho Blokir Kepindahan Federico Valverde ke Manchester United
Liga Spanyol 11 Juli 2026, 17:00
-
Mau Kalahkan Norwegia, Inggris Harus Bisa 'Matikan' Erling Haaland
Piala Dunia 11 Juli 2026, 14:00
-
Gelandang Timnas Prancis Ini Gantikan Ederson di Manchester United?
Liga Inggris 11 Juli 2026, 13:00
-
Baru Cetak Satu Gol di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal: Bodo Amat!
Piala Dunia 11 Juli 2026, 11:00
-
Arsenal Capai Kesepakatan Pribadi dengan Bintang Timnas Brasil Ini
Liga Inggris 11 Juli 2026, 09:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55






















KOMENTAR