Harapan yang Lebih Tinggi untuk Musim Kedua Jean-Paul van Gastel di PSIM

Harapan yang Lebih Tinggi untuk Musim Kedua Jean-Paul van Gastel di PSIM
Para pemain PSIM Yogyakarta pada laga pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. PSIM

Bola.net - PSIM Yogyakarta kembali mempercayakan Jean-Paul van Gastel sebagai pelatih untuk BRI Super League 2026/2027. Musim kedua ini membawa ekspektasi lebih besar setelah fondasi tim mulai terbentuk.

Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, menyebut kesamaan visi dan integritas menjadi alasan utama manajemen mempertahankan pelatih asal Belanda tersebut. Nilai itu dianggap penting untuk membawa PSIM bersaing di kasta tertinggi.

Van Gastel tidak hanya dituntut mempertahankan performa tim, tetapi juga membawa PSIM berkembang lebih jauh. Manajemen pun menyiapkan skuad melalui proses kolektif yang melibatkan tim pelatih, analis, dan scouting.

Tantangan PSIM musim depan jelas lebih berat karena harus menghadapi persaingan Super League. Kepercayaan manajemen kepada Van Gastel menjadi modal untuk mengejar target yang lebih tinggi.

1 dari 2 halaman

Integritas Jadi Fondasi PSIM Bersama Van Gastel

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel. (c) dok.Ileague.id

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel. (c) dok.Ileague.id

Liana menilai Van Gastel memiliki visi yang sejalan dengan PSIM, terutama dalam hal integritas. Menurutnya, kesamaan nilai tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun kerja sama jangka panjang.

"Puji Tuhan saya bisa berjodoh dengan coach Jean-Paul van Gastel. Saya menilai beliau punya visi yang sama dengan PSIM, terutama soal integritas," ujar Liana Tasno.

"Setiap orang punya nilai yang berbeda-beda. Ada yang suka fashion, ada yang suka kuliner. Tapi yang paling penting saya dan coach JP punya satu kesamaan, yaitu integritas," imbuh wanita berusia 43 tahun itu.

Liana ingin prinsip tersebut diterapkan dalam seluruh aktivitas tim agar PSIM selalu tampil dengan target meraih kemenangan. Ia sadar tuntutan tersebut tidak mudah, tetapi kesamaan nilai diyakini membuat perjalanan klub lebih terarah.

"Bagaimana caranya supaya PSIM datang untuk menang dan selalu bisa menjadi kebanggaan bagi banyak orang. Memang tidak mudah, tapi setidaknya value kami sama. Kalau nilai dasarnya sudah sama, perjalanan ke depan akan jauh lebih enak," katanya.

2 dari 2 halaman

Van Gastel Tak Bekerja Sendirian

Ekspresi pemain PSIM Yogyakarta pada laga melawan Persijap Jepara di pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. PSIM

Ekspresi pemain PSIM Yogyakarta pada laga melawan Persijap Jepara di pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. PSIM

Liana menegaskan pembentukan skuad PSIM bukan keputusan Van Gastel seorang diri. Proses tersebut melibatkan asisten pelatih, analis, tim scouting, manajer, dan staf lainnya.

"Sekali lagi tolong diluruskan di media, karena saya tidak pernah mengatakan bahwa saya mempercayakan 100 persen kepada coach Jean-Paul sendiri. Itu salah," papar Liana Tasno.

"Coach JP membangun skuad ini bersama satu tim. Ada asisten pelatih, analis, tim scouting, kemudian juga diperbantukan oleh Mas Iksan sebagai manajer tim dan coach Guntur Cahyo. Jadi coach JP sudah diperkuat oleh tim yang lengkap."

Liana tetap memberikan kepercayaan besar kepada Van Gastel dalam urusan teknis. Ia menilai pelatih asal Belanda tersebut memiliki kecerdasan dalam menyusun skuad dan kemampuan kepemimpinan yang dibutuhkan PSIM.

"Kalau bicara secara teknis, saya memang percaya kepada coach JP. Selama bekerja dengan beliau, saya melihat beliau adalah pelatih yang sangat cerdas dalam menyusun skuad, terutama dalam hal leadership. Itu sangat penting di dalam sebuah tim," pungkasnya.

Disadur dari: Bola.com/Ana Dewi


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL