Bola.net - Sanksi yang didapat Bobotoh maupun Viking selaku pendukung Persib Bandung dari Komisi Disiplin (Komdis), membuat The Jakmania -julukan suporter Persija Jakarta- mengintropeksi diri. Kelompok yang identik dengan warna Orange berharap para suporter lainnya di tanah air bisa menjadikannya sebagai bahan pelajaran ke depannya.
"Untuk kawan-kawan Viking dan suporter di tanah air lainnya, ambil hikmahnya saja. Bahwa, segala tindakan salah pasti ada konsekuensi yang bertujuan untuk memberikan aspek jera," ujar Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Larico Ranggamone.
Karena itu, Larico sangat berharap agar tidak adalagi tindakkan kekerasan dalam setiap pertandingan sepak bola. Baik itu di dalam, maupun luar lapangan. Dilanjutkannya, sepakbola harus bisa dijadikan sebuah hiburan olahraga yang menyenangkan dan dapat disaksikan semua lapisan masyarakat.
"Ayo, kini saatnya kita intropeksi diri kawan. Hentikan segala tindakan anarkisme dan terima dengan lapang dada. Kami pun pernah mengalaminya pada 2007. Buat apa kita lestarikan hal yang jelek dan saling ejek," sambungnya.
Komdis yang berada di bawah pimpinan Hinca IP Pandjaitan tersebut, resmi melarang para suporter Persib hadir dalam laga kandang Indonesia Super League (ISL) musim 2013-2014. Hal tersebut, menyusul perlakuan buruk ketika dijamu Persija Jakarta dalam lanjutan ISL musim ini di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 28 Agustus lalu.
Komdis menilai, suporter Persib sebagai provokator keributan di dalam stadion dan melanggar Kode Disiplin Pasal 75 Ayat 7. Kemudian, Panpel Persib juga didenda Rp50 juta sesuai Kode Disiplin Pasal 75 Ayat 8. (esa/mac)
"Untuk kawan-kawan Viking dan suporter di tanah air lainnya, ambil hikmahnya saja. Bahwa, segala tindakan salah pasti ada konsekuensi yang bertujuan untuk memberikan aspek jera," ujar Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Larico Ranggamone.
Karena itu, Larico sangat berharap agar tidak adalagi tindakkan kekerasan dalam setiap pertandingan sepak bola. Baik itu di dalam, maupun luar lapangan. Dilanjutkannya, sepakbola harus bisa dijadikan sebuah hiburan olahraga yang menyenangkan dan dapat disaksikan semua lapisan masyarakat.
"Ayo, kini saatnya kita intropeksi diri kawan. Hentikan segala tindakan anarkisme dan terima dengan lapang dada. Kami pun pernah mengalaminya pada 2007. Buat apa kita lestarikan hal yang jelek dan saling ejek," sambungnya.
Komdis yang berada di bawah pimpinan Hinca IP Pandjaitan tersebut, resmi melarang para suporter Persib hadir dalam laga kandang Indonesia Super League (ISL) musim 2013-2014. Hal tersebut, menyusul perlakuan buruk ketika dijamu Persija Jakarta dalam lanjutan ISL musim ini di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 28 Agustus lalu.
Komdis menilai, suporter Persib sebagai provokator keributan di dalam stadion dan melanggar Kode Disiplin Pasal 75 Ayat 7. Kemudian, Panpel Persib juga didenda Rp50 juta sesuai Kode Disiplin Pasal 75 Ayat 8. (esa/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persik Lolos ke ISL Musim Depan
Bola Indonesia 14 September 2013, 19:15
-
Jakmania Ajak Seluruh Suporter Instropeksi Diri
Bola Indonesia 14 September 2013, 13:35
-
Persisam Bertekad Finis di Papan Tengah ISL
Bola Indonesia 14 September 2013, 10:39
-
Inilah Skuad All Stars ISL Untuk Perang Bintang 2013
Bola Indonesia 13 September 2013, 16:17
-
PT LI Siap Gelar Perang Bintang Musim 2012-2013
Bola Indonesia 13 September 2013, 15:58
LATEST UPDATE
-
Kekalahan Pertama Real Madrid dari Bayern Munchen dalam 14 Tahun
Liga Champions 8 April 2026, 04:31
-
Man of the Match Real Madrid vs Bayern Munchen: Michael Olise
Liga Champions 8 April 2026, 04:06
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
























KOMENTAR