
Bola.net - Kabar duka menyelimuti sepak bola ibu kota. Persija Jakarta kehilangan salah satu sosok manajerial paling berpengaruh dalam sejarahnya, Harianto Badjoeri, yang dikabarkan meninggal dunia pada Senin (23/2/2026) kemarin.
Melalui pernyataan resmi di akun Instagram klub, manajemen Macan Kemayoran menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian pria yang pernah menjadi roh di balik kemegahan skuad Persija. Kepergiannya memicu gelombang doa dan kenangan dari para pecinta sepak bola nasional, terutama mereka yang menjadi saksi era keemasan tim di medio 2000-an.
"Segenap keluarga besar Persija mengucapkan bela sungkawa terdalam atas berpulangnya mantan Manajer Persija, Bapak Harianto Badjoeri," tulis pernyataan resmi klub.
Manajemen juga mengajak seluruh pendukung untuk sejenak mengirimkan doa terbaik bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
Sosok di Balik Lahirnya Skuad Mewah
Harianto Badjoeri bukan sekadar manajer biasa bagi Persija Jakarta. Selain kiprahnya di lapangan hijau, ia dikenal luas oleh publik Jakarta sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta periode 2005-2010.
Di bawah kendalinya, Persija bertransformasi menjadi tim yang ditakuti dengan komposisi pemain bintang. Puncaknya terjadi pada musim 2008/2009, saat ia berhasil merangkai skuad yang dijuluki sebagai The Dream Team.
Nama-nama besar seperti Hendro Kartiko, Ismed Sofyan, Abanda Herman, hingga Pierre Njanka menjadi benteng kokoh di lini belakang. Sementara di lini tengah dan depan, ia mengumpulkan talenta sekelas Ponaryo Astaman, Robertino Pugliara, dan Muhammad Ilham.
Salah satu bintang di era tersebut, Greg Nwokolo, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam melalui media sosialnya.
"Turut berduka cita semoga tenang di sana Pak Harianto bos terbaik," tulis Greg dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.
Warisan Legendaris 'Trio ABG' dan Ujian Finansial
Musim 2008/2009 juga menjadi saksi lahirnya fenomena "Trio ABG", sebuah akronim ikonik yang merujuk pada ketajaman Aliyudin, Bambang Pamungkas, dan Greg Nwokolo. Ketiganya menjadi momok bagi pertahanan lawan dengan koleksi puluhan gol yang mereka torehkan.
Sayangnya, kemewahan skuad tersebut harus berbenturan dengan realita pahit di tengah musim. Persija diterjang krisis finansial yang memaksa mereka kehilangan konsistensi, bahkan harus rela menjadi tim musafir dengan berpindah-pindah stadion.
Akibat badai tersebut, ambisi juara harus terkubur setelah Macan Kemayoran hanya mampu finis di peringkat ketujuh klasemen akhir Indonesia Super League (ISL). Saat itu, Persija mengoleksi 53 poin dari 34 pertandingan, sementara Persipura Jayapura keluar sebagai jawaranya.
Meski gelar juara gagal diraih pada musim tersebut, fondasi tim dan standar kemewahan yang dibangun Harianto Badjoeri tetap dikenang sebagai salah satu era paling berwarna dalam sejarah panjang Persija Jakarta.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jejak Abadi Harianto Badjoeri: Sang Arsitek 'Dream Team' Persija Jakarta Tutup Usia
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:15
-
Noh Alam Shah Kenang Momen Kala Masih di Arema, Sempat Juara Liga dan Kagumi Aremania
Bola Indonesia 28 September 2020, 08:25
-
Skuad Persib Juara ISL 2014, di Mana Mereka Sekarang?
Bola Indonesia 15 Juli 2020, 13:18
-
Angka-angka yang Mengiringi Kiprah Arema di Kancah Sepak Bola Nasional
Bola Indonesia 24 Juni 2020, 09:09
LATEST UPDATE
-
Persib Bandung Ditinggal Bojan Hodak Usai Hat-trick Juara?
Bola Indonesia 25 Mei 2026, 19:12
-
Tyrell Malacia Ucapkan Salam Perpisahan untuk Fans Manchester United
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:52
-
Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026: Barcelona 8, Real Madrid 0
Piala Dunia 25 Mei 2026, 18:24
-
Membandingkan Gaji Pemain West Ham dengan Gaji Pemain Championship
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:03
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00

























KOMENTAR