Bola.net - - Persebaya akan berjumpa Arema FC pada babak final Piala Presiden 2019 yang disiarkan Indosiar. Pertemuan kedua tim tak bisa dihindarkan setelah Green Force menyingkirkan Madura United pada babak semifinal dengan unggul agregat 4 - 2.
Namun, pertemuan dengan Arema FC di final langsung membuat pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman was-was. Bukan karena takut dengan kekuatan tim Singa Mengepal, tapi rivalitas suporter kedua tim yang berpotensi membuat laga menjadi panas.
"Yang paling kami khawatirkan adalah sistem di final Piala Presiden, yakni home and away. Sebab kita tahu rivalitas Bonek dengan Aremania," ungkap juru taktik yang akrab disapa Djanur ini usai pertandingan.
"Ini adalah ujian bagi suporter. apakah mereka sudah dewasa atau kembali berulah seperti yang sudah-sudah," eks arsitek Persib Bandung ini menambahkan.
Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters
Ujian Bagi Suporter
Meski sepertinya tidak menghendaki babak final dengan format home away, Djanur menilai pertandingan tersebut menguntungkan, karena dapat menambah pemasukan. Tetapi, pertaruhannya kondusifitas di stadion.
"Buat kami dua pertandingan final akan sama-sama menguntungkan. Manajemen juga bisa meraup uang dari pertandingan home," lanjut Djanur.
"Tetapi ini juga ujian untuk suporter. Mampukah mereka berubah atau masih seperti dulu," tegas mantan juru taktik PSMS Medan ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arema Ungguli Persebaya dalam Head to Head 10 Duel Terakhir
Bola Indonesia 7 April 2019, 23:23
-
Hadapi Persebaya, Ricky Kayame Punya Motivasi Tambahan
Bola Indonesia 7 April 2019, 19:33
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00



















KOMENTAR