Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia

Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Legenda sepak bola Indonesia M. Basri tutup usia. (c) Arema FC

Bola.net - Legenda sepak bola Indonesia Muhammad Basri meninggal dunia pada Kamis (23/7) pukul 04.50 WIB di salah satu rumah sakit di Surabaya. Kepergian pelatih senior tersebut menjadi duka mendalam bagi sepak bola nasional, terutama bagi keluarga besar Arema FC.

M. Basri merupakan salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Indonesia. Pria kelahiran Makassar, 5 Oktober 1942 itu dikenal sebagai sosok yang membawa Arema FC meraih gelar juara Galatama pertama.

Namanya telah menghiasi perjalanan panjang sepak bola Indonesia, baik sebagai pemain maupun pelatih. Berbagai prestasi berhasil ia persembahkan untuk klub-klub besar Tanah Air dan Timnas Indonesia.

Kepergian M. Basri menjadi kehilangan besar bagi dunia sepak bola nasional. Dedikasi dan pengabdiannya selama puluhan tahun meninggalkan warisan yang akan terus dikenang.

1 dari 2 halaman

Arema FC Kehilangan Sosok Bersejarah

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya M. Basri. Ia menyebut almarhum sebagai sosok yang berjasa besar dalam sejarah Singo Edan.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami sekeluarga besar Arema FC sangat kehilangan atas berpulangnya M. Basri. Beliau adalah pelatih dengan dedikasi tinggi yang telah menorehkan sejarah emas bagi Arema. Prestasi beliau membawa Arema menjadi juara Galatama 1993 adalah warisan yang tidak akan pernah kami lupakan. Kami mendoakan semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Yusrinal Fitriandi.

M. Basri mulai menangani Arema pada 1991 atas permintaan langsung pendiri klub, Acub Zainal. Di bawah kepemimpinannya, Arema menjuarai Galatama 1992-1993 dengan raihan 45 poin dari 32 pertandingan, hasil dari 18 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan lima kekalahan.

2 dari 2 halaman

Karier Gemilang Sang Maestro

Sebelum menjadi pelatih, M. Basri lebih dahulu menorehkan prestasi sebagai pemain. Ia pernah memperkuat Timnas Indonesia di Asian Games 1962 dan membawa PSM Makassar menjuarai Kompetisi Perserikatan musim 1964-1965 serta 1965-1966.

Karier kepelatihannya juga dipenuhi pencapaian membanggakan. Ia mengantarkan Persebaya Surabaya juara Piala Perserikatan 1977 dan membawa Niac Mitra menjuarai Galatama pada 1981, 1982, serta 1986, yang kemudian mengantarnya menangani Timnas Indonesia pada 1983 dan 1989.

Setelah meninggalkan Arema, M. Basri masih aktif melatih sejumlah klub seperti Mitra Surabaya, PSM Makassar, Persita Tangerang, Persela Lamongan, hingga Persiba Bantul. Ia juga dikenal memegang filosofi mengutamakan pemain putra daerah karena dinilai memiliki motivasi dan semangat juang yang tinggi.

TAG TERKAIT


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL