Pada babak semifinal, tim asal Kota Semarang itu harus rela dikalahkan Black Steel di GOR UNY, Yogyakarta, Sabtu (4/6) dengan skor 3-4.
"Persiapan untuk perebutan peringkat ketiga saya akan membangkitkan semangat anak-anak karena bagaimanapun mereka dari sisi psikologis sudah terganggu dengan kekalahan ini," ujar pelatih BJL 2000, Wahyudin Kocoy usai pertandingan.
"Jadi saya akan coba membangkitkan semangat mereka bahwa masih ada perebutan peringkat ketiga," tambahnya.
Pertemuan antara BJL 2000 dengan Black Steel sendiri berjalan alot. Kedua tim terlihat sama kuat sehingga saling menekan satu sama lain.
"Pertandingan hari ini saya rasa faktor keberuntungan lebih berpihak kepada Black Steel. Itu terbukti dari banyaknya peluang yang kami miliki, tapi tidak berbuah gol," pungkasnya. (fit/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hattrick di Semifinal, Andri Kustiawan Buka Peluang Topskor PFL
Bola Indonesia 4 Juni 2016, 20:45
-
Hadapi Black Steel di Final, Vamos Hanya Butuh Semangat
Bola Indonesia 4 Juni 2016, 19:49
-
Vamos ke Final Berkat Dewi Fortuna
Bola Indonesia 4 Juni 2016, 19:10
-
Lupakan Kekalahan, Biangbola Tatap Peringkat Ketiga
Bola Indonesia 4 Juni 2016, 18:53
-
Kalah di Semifinal, BJL 2000 Fokus Benahi Psikologis
Bola Indonesia 4 Juni 2016, 17:54
LATEST UPDATE
-
Generasi Baru Spanyol vs Pilar-pilar Senior Belgia
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:35
-
Thibaut Courtois: Dibesarkan Belgia, Ditempa Spanyol
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:26
-
Brahim Diaz, Harapan Maroko untuk Membongkar Lini Pertahanan Prancis
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:56
-
Piala Dunia 2026: Fakta-fakta Seputar Babak Perempat Final
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:25
-
8 Besar Piala Dunia 2026: Prancis Terdepan di Ranking FIFA
Piala Dunia 9 Juli 2026, 17:58
-
Marcus Rashford Bakal Stay di MU Pada Awal Musim 2025/2026, Tapi...
Liga Inggris 9 Juli 2026, 17:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR