
Bola.net - Persik Kediri berhasil mencuri poin dari Persipasi Bekasi dalam laga lanjutan kompetisi Divisi Utama (LPIS) di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (02/6) petang.
Meski bermain terbuka dan mampu mendominasi jalannya laga, namun Laskar Patriot harus takluk dengan skor tipis 0-1. Satu-satunya gol yang membuat Macan Putih, dicetak Faris Aditama dimenit ke-50.
"Kekalahan ini memupuskan peluang kami meraih tiket ke babak delapan besar. Namun, belum dipastikan Persipasi berada di peringkat berapa di akhir kompetisi. Sebab, masih menunggu pertandingan tim lainnya di Grup II," terang pelatih Persipasi, Warta Kusuma, kepada Bola.net.
Kegagalan meraih tambahan tiga poin, disebut Warta merupakan kerugian besar. Sebab, besar kemungkinan Persipasi terlempar dari posisi empat besar. Sejauh ini, Warta mengatakan, Persepar Palangkaraya dan PSIS Semarang yang dipastikan menempati posisi pertama dan kedua. Posisi kedua tim tersebut, juga dalam posisi aman karena jauh dari kejaran pesaingnya.
"Karena itu, kami berharap tim lainnya juga gagal meraih poin. Namun, rasanya sudah tidak ada artinya. Sebab, kegagalan ini saja sudah membuat kami harus melupakan kesempatan promosi ke babak delapan besar," tukas manta pemain Timnas Indonesia era 80-an tersebut.
"Ini menjadi cacatan buruk kami, karena baru kali pertama mendapatkan kekalahan di kandang. Sebelumnya, kami selalu menang minimal lebih dari dua gol," lanjutnya.
Penyesalan tim pelatih Persipasi Bekasi semakin menjadi. Itu karena, dengan hilangnya kesempatan berlaga di babak delapan besar, akan menyulitkan upaya mereka memperoleh gaji yang sejak Januari belum dibayarkan manajemen pimpinan Dana Satria tersebut.
"Musim ini, kami baru menerima gaji dua bulan plus 25 persen dari uang kontrak. Kami khawatir, manajemen semakin segan dalam mengupayakan gaji kami hingga berakhirnya kontrak, November 2012," tandasnya.
Sementara itu, tingginya tensi permainan akibat kedua tim berupaya mengamankan posisi, diakui pelatih Persik, Joko Malis. Namun, Joko justru menganggapnya sebagai hal yang wajar. Terbukti, wasit asal Magelang, Jawa Tengah, Satriyo bambang Nugroho, harus mengeluarkan tiga kartu kuning. Dua diantaranya, diperoleh pemain Persik, Fatchul Iya dan Oliver Makor. Lalu di kubu Persipasi, harus ditanggung Ubaidillah.
"Wajar saja, sebagai tuan rumah, Persipasi sangat ambisi hingga bermain keras," tandasnya. (esa/end)
Meski bermain terbuka dan mampu mendominasi jalannya laga, namun Laskar Patriot harus takluk dengan skor tipis 0-1. Satu-satunya gol yang membuat Macan Putih, dicetak Faris Aditama dimenit ke-50.
"Kekalahan ini memupuskan peluang kami meraih tiket ke babak delapan besar. Namun, belum dipastikan Persipasi berada di peringkat berapa di akhir kompetisi. Sebab, masih menunggu pertandingan tim lainnya di Grup II," terang pelatih Persipasi, Warta Kusuma, kepada Bola.net.
Kegagalan meraih tambahan tiga poin, disebut Warta merupakan kerugian besar. Sebab, besar kemungkinan Persipasi terlempar dari posisi empat besar. Sejauh ini, Warta mengatakan, Persepar Palangkaraya dan PSIS Semarang yang dipastikan menempati posisi pertama dan kedua. Posisi kedua tim tersebut, juga dalam posisi aman karena jauh dari kejaran pesaingnya.
"Karena itu, kami berharap tim lainnya juga gagal meraih poin. Namun, rasanya sudah tidak ada artinya. Sebab, kegagalan ini saja sudah membuat kami harus melupakan kesempatan promosi ke babak delapan besar," tukas manta pemain Timnas Indonesia era 80-an tersebut.
"Ini menjadi cacatan buruk kami, karena baru kali pertama mendapatkan kekalahan di kandang. Sebelumnya, kami selalu menang minimal lebih dari dua gol," lanjutnya.
Penyesalan tim pelatih Persipasi Bekasi semakin menjadi. Itu karena, dengan hilangnya kesempatan berlaga di babak delapan besar, akan menyulitkan upaya mereka memperoleh gaji yang sejak Januari belum dibayarkan manajemen pimpinan Dana Satria tersebut.
"Musim ini, kami baru menerima gaji dua bulan plus 25 persen dari uang kontrak. Kami khawatir, manajemen semakin segan dalam mengupayakan gaji kami hingga berakhirnya kontrak, November 2012," tandasnya.
Sementara itu, tingginya tensi permainan akibat kedua tim berupaya mengamankan posisi, diakui pelatih Persik, Joko Malis. Namun, Joko justru menganggapnya sebagai hal yang wajar. Terbukti, wasit asal Magelang, Jawa Tengah, Satriyo bambang Nugroho, harus mengeluarkan tiga kartu kuning. Dua diantaranya, diperoleh pemain Persik, Fatchul Iya dan Oliver Makor. Lalu di kubu Persipasi, harus ditanggung Ubaidillah.
"Wajar saja, sebagai tuan rumah, Persipasi sangat ambisi hingga bermain keras," tandasnya. (esa/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalah Tipis Dari Persik, Peluang Persipasi ke 8 Besar Tipis
Bola Indonesia 2 Juni 2012, 22:52
-
Diterpa Krisis Keuangan, Persipasi Tetap Fokus Hadapi Persik
Bola Indonesia 29 Mei 2012, 09:20
-
Persik Kediri Tampil Full Team Hadapi PSIS Semarang
Bola Indonesia 8 Mei 2012, 18:00
-
Hadapi Persik, PSIS Tanpa Empat Pilar
Bola Indonesia 8 Mei 2012, 11:35
LATEST UPDATE
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
-
Gagal ke Real Madrid, Enzo Fernandez Bakal Gabung Klub EPL Ini?
Piala Dunia 5 Juli 2026, 12:00
-
Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
Liga Inggris 5 Juli 2026, 08:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55




















KOMENTAR