Kata Pelatih Asal Malaysia Soal Berkumpulnya Pemain Diaspora Timnas Indonesia di BRI Super League: Zona Nyaman

Bola.net - Raja Isa, pelatih sekaligus pengamat sepak bola asal Malaysia, menanggapi maraknya kedatangan pemain diaspora Timnas Indonesia ke kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Belakangan ini para pemain naturalisasi Timnas Indonesia memang terus merapat ke BRI Super League. Beberapa di antaranya adalah pemain muda yang terlihat memiliki potensi berkembang jika serius berkarier di Eropa.
Contohnya saja Persija Jakarta yang resmi mengontrak Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra (21 tahun). Lalu Persib Bandung memulangkan Dion Markx (20 tahun), dan disusul Ivan Jenner (22), yang merupakan penggawa Timnas Indonesia U-22 di SEA Games Thailand 2025.
Pemain lain seperti Rafael Struick dan Jens Raven yang lebih dulu datang sejak putaran pertama di BRI Super League minim menit bermain di Dewa United dan Bali United. Struick tampil selama 325 menit pada 10 laga Super League dan 67 menit di pentas AFC Challenge League dengan sebutir gol.
Sementara Jens Raven bermain sebanyak 195 menit dari 14 pertandingan dengan mencetak satu gol dan satu assist. Padahal ketika kali pertama menginjakkan kaki di Tanah Air manajemen dan pelatih Dewa United dan Bali United memuji potensi Rafael Struick dan Jens Raven yang akan ditingkatkan lagi.
Efek Kehadiran Pemain Diaspora Bagi BRI Super League

Di persaingan BRI Super League yang sangat ketat, pelatih tetap realistis hanya akan menurunkan pemain terbaik yang mampu mengangkat performa tim. Apakah Mauro Zijlstra, Dion Markx, dan Ivar Jenner akan bernasib seperti Rafael Struick serta Jens Raven?
"Apakah pemain heritage muda Timnas Indonesia nanti dapat banyak menit bermain di Super League tetap tergantung pelatih dan kebutuhan tim. Peluang bermain tetap ada, karena Super League ada regulasi tiap klub harus menampilkan pemain U-22. Apalagi mereka tercatat bukan pemain asing," kata Raja Isa.
Namun, Raja Isa menambahkan fenomena ini punya sisi positif. Ia mengatakan kehadiran para pemain itu bisa membantu pemasaran sepak bola Indonesia.
"Nama mereka sudah populer di Timnas Indonesia. Faktor popularitas ini dimanfaatkan klub untuk menarik animo penonton dan sponsor. Ini wajar dalam industri sepak bola moderen," seru eks pelatih Persipura Jayapura ini.
BRI Super League Jadi Zona Nyaman

Raja Isa menambahkan seminim apa pun peluang dapat menit bermain di BRI Super League dinilai masih lebih baik daripada mereka tetap berkarier di Eropa.
"Saya tak tahu program dan rencana klub serta PSSI ke depan dengan memulangkan pemain naturalisasi ini di kompetisi Indonesia. Tapi saya kira mereka akan berada di zona nyaman. Nyaman dapat kesempatan bermain dan, mungkin juga nyaman karena dapat kontrak yang lebih bagus. Ini hal yang manusiawi," jelasnya.
Jika berkaca dari jam terbang Rafael Struick dan Jens Raven, tampaknya tak mudah bagi trio muda naturalisasi Timnas Indonesia merasakan banyak menit tampil.
"Persib dan Persija punya banyak pemain U-22. Persaingan di antara pemain muda inilah membuat peluang para naturalisasi minim bermain. Saya amati pelatih Dewa United dan Bali United sangat obyektif saat memilih pemain terbaiknya. Tak ada perbedaan pemain lokal atau naturalisasi. Jadi pemain naturalisasi muda Timnas Indonesia harus kerja keras dan siap kecewa jika tak sering tampil," ujarnya.
Disadur dari: Bola.com/Gatot Sumitro/Yus Mei Sawitri
Published: 10/02/2026
Baca Juga:
- PSSI Tegaskan Tidak Bakal Naturalisasi Pemain di Awal Era John Herdman Melatih Timnas Indonesia, Terlalu Dekat dengan FIFA Series
- PSSI Beberkan Persiapan Timnas Indonesia Gelar FIFA Series 2026: John Herdman Masih Pantau Pemain Sana-Sini
- 2 Insiden di Piala Asia Futsal 2026 Bikin PSSI Didenda AFC Rp235 Juta, Berikut Penjabaran Pelanggarannya
- PSSI Sebut Isu Pemain Naturalisasi ke BRI Super League Demi Piala AFF 2026 Sebagai Teori Konspirasi
- Hasil Sassuolo vs Inter: Jay Idzes dkk. Tak Kuasa Bendung Keganasan Sang Capolista
- Hasil Pertandingan: Timnas Indonesia U-17 Kalah 0-7 dari China U-17
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
-
Barcelona Siapkan Manuver Kejutan: Viktor Gyokeres Masuk Radar Transfer
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 21:23
-
Here We Go! AC Milan Gelontorkan Rp 1 Triliun untuk Boyong Pemain Timnas Belgia Ini
Liga Italia 17 Agustus 2026, 20:57
-
Tidak Ada yang Gratis Bagi Marcus Rashford di MU: Dia Harus Berjuang!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 20:30
-
3 Tahun Deco di Barcelona: Sang Arsitek Era Baru Blaugrana
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 20:16
-
Juventus Incar 2 Pemain AC Milan Sekaligus: Youssouf Fofana dan Fikayo Tomori
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:18
-
Juventus Resmikan Transfer John Lucumi dari Bologna
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:04
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR