Milan Petrovic angkat bicara soal rivalitas salah kaprah di sepak bola Indonesia, yang sampai kerap menelan tumbal nyawa. Pelatih Arema FC ini menyebut bahwa tak seharusnya sepak bola menjadi ajang persemaian kebencian.
"Saya sangat sedih melihatnya," ujar Milan Petrovic, pada Bola.net, Selasa .
"Menurut saya, tak seharusnya sepak bola dibumbui hal seperti ini. Ini sama sekali tidak benar," sambungnya.
Bagi Milan, sejatinya, sepak bola adalah ajang yang penuh rasa cinta. Kehadiran suporter pun, sambung pelatih asal Serbia ini, untuk mendukung tim dengan rasa cinta.
"Mereka hadir di lapangan karena kecintaan pada tim yang didukung," tuturnya.
"Suporter mendukung bukan dengan membenci tim lain, atau suporter lain," ia menambahkan.
Sebelumnya, sepak bola Indonesia kembali memakan tumbal. Haringga Sirila, salah seorang suporter Persija Jakarta, harus kehilangan nyawanya usai menjadi korban pengeroyokan sejumlah suporter Persib Bandung, kala menyaksikan laga antara Persib dan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (23/09) sore.
Sementara itu, Milan berharap bahwa insiden ini merupakan yang terakhir di sepak bola Indonesia. Pelatih berusia 57 tahun tersebut menyebut bahwa sepak bola Indonesia akan lebih baik tanpa rivalitas salah kaprah seperti yang terjadi selama ini.
"Saya harap hal seperti ini bisa lekas diakhiri," tandasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Menpora Berharap Pelaku Pengeroyokan Haringga Sirla Ditindak Tegas
Bola Indonesia 25 September 2018, 18:58
-
Atep: Saya Tidak Setuju Kompetisi Berhenti
Bola Indonesia 25 September 2018, 18:36
-
Pasca Tewasnya Jakmania, Menpora Minta Kompetisi Dihentikan
Bola Indonesia 25 September 2018, 17:54
-
Kasus Haringga, APPI: Hukuman Pengurangan Poin Bisa Jadi Contoh
Bola Indonesia 25 September 2018, 17:51
-
APPI Klaim Aksi Mogok Bermain Direspon Positif Oleh Klub
Bola Indonesia 25 September 2018, 17:48
LATEST UPDATE
-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR