Ramadan di Barcelona: Lamine Yamal Tetap Bisa Tampil Optimal Tanpa Mengorbankan Kewajiban Ibadahnya

Ramadan di Barcelona: Lamine Yamal Tetap Bisa Tampil Optimal Tanpa Mengorbankan Kewajiban Ibadahnya
Selebrasi Lamine Yamal setelah mencetak gol dalam laga La Liga antara Barcelona vs Alaves di Camp Nou 29 November 2025 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Ramadan menjadi ujian berat bagi Lamine Yamal yang harus tampil penuh bersama Barcelona di tengah kewajiban berpuasa. Pemain muda itu tetap masuk dalam rencana utama pelatih Hansi Flick untuk empat laga La Liga beruntun.

Seluruh pertandingan tersebut dijadwalkan kick-off pukul 16.15 waktu setempat. Pada jam itu, matahari masih berada di langit dan waktu berbuka puasa belum tiba.

Kondisi ini memaksa sang pemain menjalani pemanasan dan 90 menit pertandingan tanpa asupan makanan maupun minuman. Situasi tersebut menuntut pengelolaan fisik yang sangat terukur agar performa tetap stabil.

1 dari 5 halaman

Tantangan Fisik di Lapangan Sore Hari

Pemain Barcelona Lamine Yamal mencetak gol ketiga bagi timnya pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Oviedo di Barcelona, Spanyol, Minggu, 25 Januari 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona Lamine Yamal mencetak gol ketiga bagi timnya pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Oviedo di Barcelona, Spanyol, Minggu, 25 Januari 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Sepak bola dengan intensitas tinggi pada sore hari meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan. Kram otot serta cedera juga menjadi ancaman ketika tubuh kehilangan cairan dalam waktu lama.

Berbeda dengan laga malam, pertandingan sore tidak memberi celah untuk berbuka sebelum kick-off. Akibatnya, pemain harus mengandalkan cadangan energi dari sahur hingga pertandingan selesai.

2 dari 5 halaman

Jadwal Padat dan Peran Vital di Tim

Selebrasi Lamine Yamal di laga Albacete vs Barcelona, Rabu (04/02/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Selebrasi Lamine Yamal di laga Albacete vs Barcelona, Rabu (04/02/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Empat laga berikutnya melawan Levante, Villarreal, Athletic Club, dan Sevilla menuntut konsistensi tinggi. Hansi Flick tetap memercayakan posisi starter kepada Lamine Yamal karena perannya penting dalam skema serangan tim.

Keputusan tersebut menambah beban fisik sekaligus mental bagi sang pemain muda. Akan tetapi, kepercayaan pelatih juga menjadi sinyal bahwa klub yakin dengan kedisiplinan dan profesionalismenya.

3 dari 5 halaman

Pengalaman Barcelona Menangani Pemain Muslim

Pemain Barcelona, Lamine Yamal (kiri), merayakan gol ketiga timnya dalam pertandingan La Liga melawan Real Oviedo, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona, Lamine Yamal (kiri), merayakan gol ketiga timnya dalam pertandingan La Liga melawan Real Oviedo, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Barcelona memiliki pengalaman mendampingi pemain Muslim saat menjalani puasa Ramadan. Ousmane Dembele, Franck Kessie, dan Ansu Fati pernah melalui fase serupa dengan pendekatan medis khusus.

Staf pelatih dan tim medis memahami pola latihan yang harus disesuaikan. Namun, setiap pemain memiliki kebutuhan berbeda sehingga program yang disiapkan bersifat individual.

4 dari 5 halaman

Strategi Nutrisi dan Hidrasi Khusus

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Copenhagen, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Copenhagen, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Klub menyiapkan menu malam hari dengan kandungan nutrisi tinggi untuk menjaga energi pemain. Fokus utama adalah protein, karbohidrat kompleks, dan mineral yang membantu pemulihan tubuh.

Hidrasi maksimal dilakukan sebelum fajar saat sahur agar tubuh tidak cepat kehilangan cairan. Dengan strategi ini, Barcelona berharap Lamine Yamal tetap bisa tampil optimal tanpa mengorbankan kewajiban ibadahnya.

Sumber: Barca Universal


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL