
Bola.net - Kejadian kontroversi kembali hadir di lanjutan Indonesia Super League. Kali ini terjadi dalam laga seru antara tuan rumah Persela Lamongan dan Persipura Jayapura di Stadion Surajaya Lamongan.
Persela seharusnya meraih poin tiga dari Persipura karena pada saat laga memasuki masa tambahan waktu babak kedua, tendangan Zaenal Arifin sudah melewati garis gawang, sebelum kemudian dihalau keluar pemain belakang Persipura.
Kejadian itu berawal dari sebuah sepak pojok ke jantung pertahanan Persipura dan kemudian terjadi kemelut yang dimanfaatkan pemain tuan rumah untuk menjebol gawang Persipura.
Namun, wasit tidak melihat bola tendangan Zaenal Arifin sebagai sebuah gol karena hakim garis juga tidak mengangkat bendera sebagai tanda bola telah masuk atau melewati garis gawang.
Seusai pertandingan, pelatih Persela Lamongan, Miroslav Janu mengaku bahwa dirinya tidak bisa melihat secara detail apakah bola tendangan Zainal Arifin tersebut telah melewati garis gawang atau belum.
"Saya memang tidak bisa melihat dengan jelas karena posisi cukup jauh. Tapi, penonton tahu itu gol dan laga ini juga disiarkan langsung melalui televisi," kata Miroslav Janu.
Namun terlepas dari kontroversi tersebut, Janu mengaku kecewa tidak dapat meraih kemenangan meskipun secara permainan mampu menunjukkan permainan yang bagus daripada sebelumnya.
"Tapi, permainan anak-anak hari ini lebih bagus dari sebelumnya, dan bisa memiliki banyak peluang, hanya gagal mencetak gol. Persipura tetap tangguh meskipun beberapa pemainnya absen," tambahnya.
Dengan hasil imbang tersebut, Persela untuk sementara berhasil menempati posisi kelima klasemen sementara Indonesia Super League dengan 27 poin hasil dari 17 kali bertanding. (ant/dzi)
Persela seharusnya meraih poin tiga dari Persipura karena pada saat laga memasuki masa tambahan waktu babak kedua, tendangan Zaenal Arifin sudah melewati garis gawang, sebelum kemudian dihalau keluar pemain belakang Persipura.
Kejadian itu berawal dari sebuah sepak pojok ke jantung pertahanan Persipura dan kemudian terjadi kemelut yang dimanfaatkan pemain tuan rumah untuk menjebol gawang Persipura.
Namun, wasit tidak melihat bola tendangan Zaenal Arifin sebagai sebuah gol karena hakim garis juga tidak mengangkat bendera sebagai tanda bola telah masuk atau melewati garis gawang.
Seusai pertandingan, pelatih Persela Lamongan, Miroslav Janu mengaku bahwa dirinya tidak bisa melihat secara detail apakah bola tendangan Zainal Arifin tersebut telah melewati garis gawang atau belum.
"Saya memang tidak bisa melihat dengan jelas karena posisi cukup jauh. Tapi, penonton tahu itu gol dan laga ini juga disiarkan langsung melalui televisi," kata Miroslav Janu.
Namun terlepas dari kontroversi tersebut, Janu mengaku kecewa tidak dapat meraih kemenangan meskipun secara permainan mampu menunjukkan permainan yang bagus daripada sebelumnya.
"Tapi, permainan anak-anak hari ini lebih bagus dari sebelumnya, dan bisa memiliki banyak peluang, hanya gagal mencetak gol. Persipura tetap tangguh meskipun beberapa pemainnya absen," tambahnya.
Dengan hasil imbang tersebut, Persela untuk sementara berhasil menempati posisi kelima klasemen sementara Indonesia Super League dengan 27 poin hasil dari 17 kali bertanding. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hansi Flick Sepakati Kontrak Baru di Barcelona, Kapan Diumumkan?
Liga Spanyol 2 Mei 2026, 09:16
-
Arsenal vs Fulham dan Beban Sejarah 122 Tahun Tim Tamu
Liga Inggris 2 Mei 2026, 08:28
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Dilepas Arsenal demi Menangi Perburuan Julian Alvarez
Editorial 30 April 2026, 15:52
-
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 29 April 2026, 15:20



















KOMENTAR