
Bola.net - Persija Jakarta harus menelan kekalahan pahit dalam duel klasik melawan Persib Bandung di Stadion Segiri, Minggu (10/5/2026) lalu. Sempat unggul lebih dulu, Macan Kemayoran akhirnya menyerah 1-2 setelah gagal memaksimalkan dominasi permainan mereka.
Kekecewaan langsung terlihat dari gelandang Persija, Fabio Calonego. Pemain asal Brasil itu menilai kerja keras tim sepanjang pertandingan tidak sebanding dengan hasil akhir yang didapat.
Persija sebenarnya membuka harapan lewat gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-20. Namun, Persib mampu membalikkan keadaan melalui dua gol Adam Alis yang memastikan kemenangan Maung Bandung.
Meski tampil menekan sejak awal laga, Persija tetap gagal membawa pulang poin. Hasil ini membuat tekanan terhadap tim ibu kota semakin besar di sisa kompetisi.
Efektivitas Lini Depan Jadi Masalah Utama

Persija tampil agresif dengan terus menggempur pertahanan Persib sepanjang pertandingan. Mereka mencatatkan 19 tembakan, tetapi buruknya penyelesaian akhir membuat banyak peluang terbuang percuma.
Calonego menyebut kegagalan memanfaatkan peluang sebagai penyebab utama kekalahan timnya. Dominasi permainan akhirnya tidak berarti ketika papan skor berbicara berbeda.
“Sekali lagi kami menciptakan banyak peluang, namun kami tidak efektif dalam mencetak gol dan hal itulah yang akhirnya berujung pada kekalahan," ujar Fabio Calonego dengan nada kecewa.
"Tidak banyak yang bisa dikatakan. Sekarang saatnya tetap mengangkat kepala, bekerja keras, dan melanjutkan perjuangan di kompetisi ini,” tambahnya.
Dominasi yang Berakhir Antiklimaks
Walau kalah, Calonego merasa Persija tampil lebih baik dibanding lawannya. Pendapat itu juga sejalan dengan penilaian pelatih Mauricio Souza yang melihat timnya mampu menguasai jalannya pertandingan.
Namun, ia menyadari sepak bola tidak selalu berpihak kepada tim yang dominan. Statistik dan penguasaan bola tidak otomatis menjamin kemenangan di lapangan.
“Dari dalam lapangan saya memiliki pandangan yang sama (dengan pelatih), bahwa kami bermain lebih baik," kata gelandang berusia 28 tahun tersebut.
"Namun, itulah sepak bola. Dalam sepak bola, tim yang lebih baik tidak selalu menang,” imbuh Fabio Calonego menutup pernyataannya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Akhir dari Perjalanan Bersejarah Afrika Selatan
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:41
-
Kanada Tunggu Belanda atau Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:31
-
Man of the Match Afrika Selatan vs Kanada: Stephen Eustaquio
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:16
-
Hasil Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit 90+2 Kirim Kanada ke 16 Besar
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:04
-
Gol Lionel Messi Tak Kunjung Berhenti
Piala Dunia 29 Juni 2026, 01:19
-
Skotlandia Tersingkir, Steve Clarke Undur Diri
Piala Dunia 29 Juni 2026, 00:53
-
Kritik Keras untuk 3 Pemain Inggris: Arogan dan Tidak Peka
Piala Dunia 29 Juni 2026, 00:37
-
Prediksi Starting XI Brasil untuk Ladeni Jepang
Piala Dunia 28 Juni 2026, 23:31
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Afrika Selatan vs Kanada, 29 Juni 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 23:30
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41

























KOMENTAR