Bola.net - Raphael Gullermo Eduardo Maitimo sempat menjadi sorotan setelah menjadi pemain naturalisasi bersama dua pemain lainnya. Pemain yang merumput di klub divisi dua Belanda, VV Capelle, itu merupakan salah satu pemain naturalisasi terbaru yang dipanggil oleh PSSI untuk memperkuat timnas di Piala AFF 2012.
Pemuda kelahiran Rotterdam, 7 Maret 1984, itu merupakan mantan anak asuh pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, saat masih membela Bali Devata, tahun 2011 lalu. Petar berharap bisa mendatangkan Raphael ke Makassar.
Apalagi, pelatih berkebangsaan Kroasia itu berniat mencari tambahan dua pemain asing untuk posisi gelandang bertahan dan bek tengah. Untuk posisi gelandang, Raphael sepertinya adalah pilihan yang pas.
Pengalaman bersama-sama di satu klub membuat Petar tertarik untuk memboyong pemain tersebut ke PSM. Ia menganggap Raphael sebagai salah satu pemain dengan kemampuan yang baik.
Raphael juga bisa diplot sebagai gelandang bertahan, posisi yang jadi prioritas Petar saat ini. Posisi tersebut masih lowong, setelah ditinggal oleh Kwon Jun di akhir musim lalu.
Selama menjadi anak asuhnya sebelum ke Makassar, Petar mengaku mengaku kagum sosok Raphael. Menurutnya, mantan pemain VG Stuatgart itu memiliki kualitas baik di posisinya sebagai pemain belakang.
“Setelah dia bermain di posisi gelandang bertahan, semua orang bisa melihat dia punya kualitas yang baik. Kecepatannya baik dan tendangan yang akurat, serta bagus dalam memimpin tim. Saya gembira dia kembali ke Indonesia,” terang Petar.
Petar mengaku sejak melatih di PSM dan Raphael kembali ke Belanda, mereka sudah lama tidak berkomunikasi. Namun, Petar akan berusaha untuk membujuknya bergabung membela tim Ayam Jantan dari Timur.
“Saya sudah lama tidak berkomunikasi dengannya dan saya tak tahu apa yang diinginkannya sekarang. Tapi saya pikir sebuah keputusan yang baik untuk mengambil langkah ini (mendatangkannya ke PSM). Saya hanya bisa berharap yang terbaik untuknya dan bisa mewujudkannya. Dia punya karakter yang baik,” lanjut pelatih berusia 46 tahun itu
Menurut Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina, pada musim lalu Petar sebenarnya sempat ingin membawa Raphael ke Makassar. Namun rencana itu kemudian batal karena sebuah alasan.
Petar juga merasa tidak enak jika membawa terlalu banyak membawa pemain dari Bali Devata. Sekadar diketahui, dari Bali Devata, Petar membawa tiga orang pemain menuju PSM. Mereka bertiga adalah I Ketut Mahendra atau Lebut, I Made Dwi Aryadana, dan Ilija Spasojevic. Mereka masih bersama PSM hingga kini. (nda/dzi)
Pemuda kelahiran Rotterdam, 7 Maret 1984, itu merupakan mantan anak asuh pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, saat masih membela Bali Devata, tahun 2011 lalu. Petar berharap bisa mendatangkan Raphael ke Makassar.
Apalagi, pelatih berkebangsaan Kroasia itu berniat mencari tambahan dua pemain asing untuk posisi gelandang bertahan dan bek tengah. Untuk posisi gelandang, Raphael sepertinya adalah pilihan yang pas.
Pengalaman bersama-sama di satu klub membuat Petar tertarik untuk memboyong pemain tersebut ke PSM. Ia menganggap Raphael sebagai salah satu pemain dengan kemampuan yang baik.
Raphael juga bisa diplot sebagai gelandang bertahan, posisi yang jadi prioritas Petar saat ini. Posisi tersebut masih lowong, setelah ditinggal oleh Kwon Jun di akhir musim lalu.
Selama menjadi anak asuhnya sebelum ke Makassar, Petar mengaku mengaku kagum sosok Raphael. Menurutnya, mantan pemain VG Stuatgart itu memiliki kualitas baik di posisinya sebagai pemain belakang.
“Setelah dia bermain di posisi gelandang bertahan, semua orang bisa melihat dia punya kualitas yang baik. Kecepatannya baik dan tendangan yang akurat, serta bagus dalam memimpin tim. Saya gembira dia kembali ke Indonesia,” terang Petar.
Petar mengaku sejak melatih di PSM dan Raphael kembali ke Belanda, mereka sudah lama tidak berkomunikasi. Namun, Petar akan berusaha untuk membujuknya bergabung membela tim Ayam Jantan dari Timur.
“Saya sudah lama tidak berkomunikasi dengannya dan saya tak tahu apa yang diinginkannya sekarang. Tapi saya pikir sebuah keputusan yang baik untuk mengambil langkah ini (mendatangkannya ke PSM). Saya hanya bisa berharap yang terbaik untuknya dan bisa mewujudkannya. Dia punya karakter yang baik,” lanjut pelatih berusia 46 tahun itu
Menurut Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina, pada musim lalu Petar sebenarnya sempat ingin membawa Raphael ke Makassar. Namun rencana itu kemudian batal karena sebuah alasan.
Petar juga merasa tidak enak jika membawa terlalu banyak membawa pemain dari Bali Devata. Sekadar diketahui, dari Bali Devata, Petar membawa tiga orang pemain menuju PSM. Mereka bertiga adalah I Ketut Mahendra atau Lebut, I Made Dwi Aryadana, dan Ilija Spasojevic. Mereka masih bersama PSM hingga kini. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Spaso Senang Jika Raphael ke PSM
Bola Indonesia 9 November 2012, 23:00
-
Petar Tertarik Datangkan Raphael Maitimo
Bola Indonesia 9 November 2012, 22:00
-
Manajemen PSM Sudah Siapkan Anggaran Pra Kontrak
Bola Indonesia 9 November 2012, 17:13
-
Petar Kecewa Kondisi Lapangan Karebosi
Bola Indonesia 8 November 2012, 23:20
-
Petar Puji Fadly dan Kurniawan
Bola Indonesia 8 November 2012, 22:30
LATEST UPDATE
-
Alasan Romantis Sandy Walsh Pilih Nomor Punggung 6 di Persib
Bola Indonesia 11 Juli 2026, 17:49
-
Momen Emas Ole Romeny untuk Bangkit Bersama Fortuna Sittard
Piala Dunia 11 Juli 2026, 17:35
-
Jose Mourinho Blokir Kepindahan Federico Valverde ke Manchester United
Liga Spanyol 11 Juli 2026, 17:00
-
Mau Kalahkan Norwegia, Inggris Harus Bisa 'Matikan' Erling Haaland
Piala Dunia 11 Juli 2026, 14:00
-
Gelandang Timnas Prancis Ini Gantikan Ederson di Manchester United?
Liga Inggris 11 Juli 2026, 13:00
-
Baru Cetak Satu Gol di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal: Bodo Amat!
Piala Dunia 11 Juli 2026, 11:00
-
Arsenal Capai Kesepakatan Pribadi dengan Bintang Timnas Brasil Ini
Liga Inggris 11 Juli 2026, 09:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR