Bola.net - PT Liga Indonesia (PT LI) masih belum merampungkan jadwal kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015, yang diagendakan pada 4 April mendatang. Hal tersebut, berdampak langsung pada pelaksanaan Piala Indonesia (PI).
CEO PT LI, Joko Driyono, menerangkan jika pihaknya mengalami kesulitan menggelar PI mulai Maret ini. Karena itu dilanjutkannya, PI kemungkinan digelar setelah berlangsungnya kompetisi ISL pada 4 April.
"Berat, karena kami ingin rangkaiannya nyaman. Untuk menggelar Piala Indonesia di Maret 2015 tidak ideal," tutur Joko Driyono.
"Selain jadwal, kami juga masih menentukan format baru penyelenggaraannya. Ada simulasi untuk pertandingkan Piala Indonesia lebih awal dari April. Tapi, juga kami fokus agar lebih nyaman. Jadi, ISL digelar lebih dulu dan jika itu terjadi kami harus mempertimbangkan ulang format Piala Indonesia," tukasnya.
PI mempertandingkan kurang lebih sekitar 76 tim dari Liga Nusantara dan Divisi Utama di babak pertama atau 76 besar. Sedangkan klub ISL, baru akan bermain pada babak kedua atau 56 besar.
Persib Bandung dan Persipura, sebelumnya diagendakan tampil di babak keempat atau 16 besar mengingat juga harus membagi tenaga di kompetisi Asia.
"Bisa saja klub ISL baru akan tampil di babak ketiga sehingga beban pertandingan klub ISL terkurangi. Ada plus minusnya, bisa saja kontrak dengan pemain ter-cover. Tapi, bisa juga potensi revenue klub berkurang karena pertandingan yang berkurang," pungkasnya (esa/dzi)
CEO PT LI, Joko Driyono, menerangkan jika pihaknya mengalami kesulitan menggelar PI mulai Maret ini. Karena itu dilanjutkannya, PI kemungkinan digelar setelah berlangsungnya kompetisi ISL pada 4 April.
"Berat, karena kami ingin rangkaiannya nyaman. Untuk menggelar Piala Indonesia di Maret 2015 tidak ideal," tutur Joko Driyono.
"Selain jadwal, kami juga masih menentukan format baru penyelenggaraannya. Ada simulasi untuk pertandingkan Piala Indonesia lebih awal dari April. Tapi, juga kami fokus agar lebih nyaman. Jadi, ISL digelar lebih dulu dan jika itu terjadi kami harus mempertimbangkan ulang format Piala Indonesia," tukasnya.
PI mempertandingkan kurang lebih sekitar 76 tim dari Liga Nusantara dan Divisi Utama di babak pertama atau 76 besar. Sedangkan klub ISL, baru akan bermain pada babak kedua atau 56 besar.
Persib Bandung dan Persipura, sebelumnya diagendakan tampil di babak keempat atau 16 besar mengingat juga harus membagi tenaga di kompetisi Asia.
"Bisa saja klub ISL baru akan tampil di babak ketiga sehingga beban pertandingan klub ISL terkurangi. Ada plus minusnya, bisa saja kontrak dengan pemain ter-cover. Tapi, bisa juga potensi revenue klub berkurang karena pertandingan yang berkurang," pungkasnya (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PT LI Sebut Maret Tidak Ideal Untuk Gelar Piala Indonesia
Bola Indonesia 2 Maret 2015, 21:32
-
Imbas ISL Molor, Format Piala Indonesia Bisa Berubah
Bola Indonesia 27 Februari 2015, 20:20
-
ISL Mundur, Piala Indonesia Tetap Digelar Mulai Maret
Bola Indonesia 23 Februari 2015, 14:37
-
Nasib Persik dan Persiwa di Piala Indonesia Tak Jelas
Bola Indonesia 29 Januari 2015, 17:17
-
Lima Klub ISL Belum Ikuti Verifikasi Keuangan
Bola Indonesia 29 Desember 2014, 13:26
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 GP Kanada 2026 di Vidio, 22-25 Mei 2026
Otomotif 24 Mei 2026, 11:57
-
Musuh Besar Timnas Inggris di Piala Dunia: Awas Mata-Mata!
Piala Dunia 24 Mei 2026, 07:49
-
Akhirnya Thomas Tuchel Buka Suara Soal Cole Palmer
Piala Dunia 24 Mei 2026, 07:38
-
Cari Pengganti Lewandowski, Barcelona Lirik Harry Kane!
Liga Spanyol 24 Mei 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR