Ricky Nelson Ungkap Faktor Penting jika Persija Ingin Juara Musim Depan, Wajib Main di Jakarta, tapi Tergantung Izin Keramaian

Bola.net - Musim 2025/26 menjadi periode yang penuh tantangan bagi Persija Jakarta. Yang paling utama adalah karena Macan Kemayoran beberapa kali tidak bisa memainkan laga kandang di Jakarta.
Situasi itu kini menjadi bahan evaluasi internal usai musim berakhir. Asisten pelatih Persija, Ricky Nelson, menilai persoalan homebase menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi performa Macan Kemayoran.
Menurutnya, stabilitas bermain di kandang di Jakarta merupakan elemen krusial, apalagi bagi Persija yang selalu ingin bersaing dalam perebutan gelar juara.
Persija memang sempat menjalani sejumlah pertandingan kandang di luar Jakarta. Salah satu yang paling kontroversial ialah saat Macan Kemayoran kalah 1-2 dari Persib Bandung di Samarinda.
Harga Mati Bermain di Homebase
Ricky menyatakan bahwa keberadaan homebase seharusnya menjadi kebutuhan utama bagi klub dengan target juara. Ia menegaskan seluruh tim idealnya dapat bermain secara rutin di stadion kandang masing-masing.
"Pertama soal homebase. Sebenarnya homebase ini adalah harga mati kalau kita mau juara. Karena di mana pun juga semua tim harus bermain di homebase-nya. Itu harga mati," ujar Ricky lewat akun Instagram-nya.
"Tentu saja dari sisi teknis and tim pelatih, kita mau selalu bermain di home. Tetapi homebase itu menyangkut beberapa hal, ada panpel dan juga manajemen," katanya menambahkan.
Sudah Berusaha Maksimal
Ricky menjelaskan bahwa manajemen Persija bersama panitia pelaksana (panpel) sebenarnya sudah berusaha keras agar tetap bermain di Jakarta International Stadium (JIS). Namun, proses mendapatkan izin kepolisian masih menjadi hambatan terbesar.
Menurutnya, izin kepolisian berkaitan langsung dengan faktor keamanan dan koordinasi dengan banyak pihak. Hal tersebut membuat kepastian venue pertandingan kerap sulit didapatkan sejak awal.
"Hanya memang dalam birokrasi yang ada di Indonesia, panpel atau juga manajemen harus mendapatkan izin keramaian. Nah, di izin keramaian ini yang mungkin agak susah kita handle karena menyangkut keamanan, kepolisian, dan segala macam," beber Ricky.
Kritik Kurang Tepat
Ia juga menilai kritik kepada manajemen terkait perpindahan venue pertandingan tidak sepenuhnya tepat. Sebab, menurut Ricky, seluruh pihak di Persija tetap menginginkan bermain di Jakarta.
"Jadi sebenarnya juga beberapa kali ada yang demo dan segala macam menyalahkan manajemen, saya pikir kurang tepat karena sebenarnya mana ada manajemen mau bermain di luar Jakarta? Nggak ada," tutur Ricky.
"Jadi itu saja yang saya bisa jawab soal kenapa kita selalu nggak pernah bisa bermain di Jakarta, karena masalahnya adalah izin keramaian kita selalu terganjal. Jadi mungkin itu harus dicari jalan keluarnya supaya kita bisa bermain terus di Jakarta," imbuhnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026: Barcelona 8, Real Madrid 0
Piala Dunia 25 Mei 2026, 18:24
-
Membandingkan Gaji Pemain West Ham dengan Gaji Pemain Championship
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:03
-
Napoli Cari Pelatih Anyar, Andoni Iraola Masuk Radar
Liga Italia 25 Mei 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
























KOMENTAR