Ricky Nelson Ungkap Faktor Penting jika Persija Ingin Juara Musim Depan, Wajib Main di Jakarta, tapi Tergantung Izin Keramaian

Ricky Nelson Ungkap Faktor Penting jika Persija Ingin Juara Musim Depan, Wajib Main di Jakarta, tapi Tergantung Izin Keramaian
Aksi para suporter Persija Jakarta, The Jakmania, dalam laga BRI Super League kontra PSIM Yogyakarta di SUGBK, Jumat (28/11/2025) malam (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Musim 2025/26 menjadi periode yang penuh tantangan bagi Persija Jakarta. Yang paling utama adalah karena Macan Kemayoran beberapa kali tidak bisa memainkan laga kandang di Jakarta.

Situasi itu kini menjadi bahan evaluasi internal usai musim berakhir. Asisten pelatih Persija, Ricky Nelson, menilai persoalan homebase menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi performa Macan Kemayoran.

Menurutnya, stabilitas bermain di kandang di Jakarta merupakan elemen krusial, apalagi bagi Persija yang selalu ingin bersaing dalam perebutan gelar juara.

Persija memang sempat menjalani sejumlah pertandingan kandang di luar Jakarta. Salah satu yang paling kontroversial ialah saat Macan Kemayoran kalah 1-2 dari Persib Bandung di Samarinda.

1 dari 3 halaman

Harga Mati Bermain di Homebase

Ricky menyatakan bahwa keberadaan homebase seharusnya menjadi kebutuhan utama bagi klub dengan target juara. Ia menegaskan seluruh tim idealnya dapat bermain secara rutin di stadion kandang masing-masing.

"Pertama soal homebase. Sebenarnya homebase ini adalah harga mati kalau kita mau juara. Karena di mana pun juga semua tim harus bermain di homebase-nya. Itu harga mati," ujar Ricky lewat akun Instagram-nya.

"Tentu saja dari sisi teknis and tim pelatih, kita mau selalu bermain di home. Tetapi homebase itu menyangkut beberapa hal, ada panpel dan juga manajemen," katanya menambahkan.

2 dari 3 halaman

Sudah Berusaha Maksimal

Ricky menjelaskan bahwa manajemen Persija bersama panitia pelaksana (panpel) sebenarnya sudah berusaha keras agar tetap bermain di Jakarta International Stadium (JIS). Namun, proses mendapatkan izin kepolisian masih menjadi hambatan terbesar.

Menurutnya, izin kepolisian berkaitan langsung dengan faktor keamanan dan koordinasi dengan banyak pihak. Hal tersebut membuat kepastian venue pertandingan kerap sulit didapatkan sejak awal.

"Hanya memang dalam birokrasi yang ada di Indonesia, panpel atau juga manajemen harus mendapatkan izin keramaian. Nah, di izin keramaian ini yang mungkin agak susah kita handle karena menyangkut keamanan, kepolisian, dan segala macam," beber Ricky.

3 dari 3 halaman

Kritik Kurang Tepat

Ia juga menilai kritik kepada manajemen terkait perpindahan venue pertandingan tidak sepenuhnya tepat. Sebab, menurut Ricky, seluruh pihak di Persija tetap menginginkan bermain di Jakarta.

"Jadi sebenarnya juga beberapa kali ada yang demo dan segala macam menyalahkan manajemen, saya pikir kurang tepat karena sebenarnya mana ada manajemen mau bermain di luar Jakarta? Nggak ada," tutur Ricky.

"Jadi itu saja yang saya bisa jawab soal kenapa kita selalu nggak pernah bisa bermain di Jakarta, karena masalahnya adalah izin keramaian kita selalu terganjal. Jadi mungkin itu harus dicari jalan keluarnya supaya kita bisa bermain terus di Jakarta," imbuhnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL