
Bola.net - Komisi Banding (Komding) PSSI akhirnya menggelar sidang terkait pemain Persiwa Wamena, Edison Pieter Romaropen, di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (23/5) pagi.
Ketua Komding PSSI, Muhammad Muhdar, mengeluarkan keputusan yang cukup mengejutkan namun melegakan bagi pihak Pieter dan Persiwa Wamena, selaku pemohon banding.
"Berdasarkan pemeriksaan kembali dan pertimbangan hukum yang diambil Komisi Disiplin (Komdis) serta Pasal 150, kami menjatuhkan sanksi bagi Pieter berupa larangan aktif di pentas sepakbola selama satu tahun dan wajib membayar denda materi sebesar Rp100 juta," kata Muhdar.
Muhdar melanjutkan, denda tersebut harus dibayarkan pihak Persiwa, selaku pemohon banding Pieter. Jika manajemen Persiwa menolak atau tidak membayar hingga batas waktu 31 Mei, maka Pieter akan dianggap sebagai pemain ilegal.
"Otomatis, Pieter akan mendapatkan sanksi tambahan. Hukum tersebut, digagas untuk memberikan aspek keselarasan, termasuk dalam sepak bola," sambungnya.
Dalam mengeluarkan keputusan yang sekaligus menganulir putusan Komdis, Muhdar beralasan jika pihaknya mengedepankan aspek kemanusiaan. Salah satunya mempertimbangkan usia mantan skuad Timnas U-23 di SEA Games 2005, yang mustahil jika tetap dijatuhkan sanksi berupa larangan aktif di pentas sepakbola seumur hidup.
"Pertimbangan lainnya, dia sebagai kepala rumah tangga dan harus memberikan nafkah. Setahun dia menjalani sanksi, namun di tahun berikutnya bisa kembali aktif sebagai pemain maupun pelatih," imbuhnya.
"Selain itu, pertimbangan sanksi yang kami putuskan karena harus diimbangi perbaikan dari hulu ke hilir. Misalnya saja, tidak hanya menuntut perbaikan dari pemain, namun juga wasit. Sebab sejauh ini, tidak ada pemeriksaan untuk wasit yang dianggap memicu keributan dalam pertandingan," ujarnya.
Sebelumnya, pemain kelahiran Biak Numfor, Papua, 13 November 1983 tersebut, dijatuhi sanksi dari Komdis PSSI, berupa larangan beraktivitas di pentas sepakbola nasional semur hidup akibat melakukan pemukulan kepada wasit Muhaimin.
Kejadian ini berlangsung, ketika Persiwa melawan Pelita Bandung Raya (PBR), dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013, pada 21 April lalu.
Kasus tersebut, bahkan menjadi sorotan dari media-media olahraga terkenal seperti Guardian.
Sebelumnya, Komding merencanakan menggelar sidang pada Jumat (17/5). Sayangnya, sidang tersebut mengalami penundaan dan baru kembali digelar Kamis (23/5) pagi. (esa/dzi)
Ketua Komding PSSI, Muhammad Muhdar, mengeluarkan keputusan yang cukup mengejutkan namun melegakan bagi pihak Pieter dan Persiwa Wamena, selaku pemohon banding.
"Berdasarkan pemeriksaan kembali dan pertimbangan hukum yang diambil Komisi Disiplin (Komdis) serta Pasal 150, kami menjatuhkan sanksi bagi Pieter berupa larangan aktif di pentas sepakbola selama satu tahun dan wajib membayar denda materi sebesar Rp100 juta," kata Muhdar.
Muhdar melanjutkan, denda tersebut harus dibayarkan pihak Persiwa, selaku pemohon banding Pieter. Jika manajemen Persiwa menolak atau tidak membayar hingga batas waktu 31 Mei, maka Pieter akan dianggap sebagai pemain ilegal.
"Otomatis, Pieter akan mendapatkan sanksi tambahan. Hukum tersebut, digagas untuk memberikan aspek keselarasan, termasuk dalam sepak bola," sambungnya.
Dalam mengeluarkan keputusan yang sekaligus menganulir putusan Komdis, Muhdar beralasan jika pihaknya mengedepankan aspek kemanusiaan. Salah satunya mempertimbangkan usia mantan skuad Timnas U-23 di SEA Games 2005, yang mustahil jika tetap dijatuhkan sanksi berupa larangan aktif di pentas sepakbola seumur hidup.
"Pertimbangan lainnya, dia sebagai kepala rumah tangga dan harus memberikan nafkah. Setahun dia menjalani sanksi, namun di tahun berikutnya bisa kembali aktif sebagai pemain maupun pelatih," imbuhnya.
"Selain itu, pertimbangan sanksi yang kami putuskan karena harus diimbangi perbaikan dari hulu ke hilir. Misalnya saja, tidak hanya menuntut perbaikan dari pemain, namun juga wasit. Sebab sejauh ini, tidak ada pemeriksaan untuk wasit yang dianggap memicu keributan dalam pertandingan," ujarnya.
Sebelumnya, pemain kelahiran Biak Numfor, Papua, 13 November 1983 tersebut, dijatuhi sanksi dari Komdis PSSI, berupa larangan beraktivitas di pentas sepakbola nasional semur hidup akibat melakukan pemukulan kepada wasit Muhaimin.
Kejadian ini berlangsung, ketika Persiwa melawan Pelita Bandung Raya (PBR), dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013, pada 21 April lalu.
Kasus tersebut, bahkan menjadi sorotan dari media-media olahraga terkenal seperti Guardian.
Sebelumnya, Komding merencanakan menggelar sidang pada Jumat (17/5). Sayangnya, sidang tersebut mengalami penundaan dan baru kembali digelar Kamis (23/5) pagi. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sanksi 1 Tahun dan Denda Rp 100 Juta Untuk Romaropen
Bola Indonesia 23 Mei 2013, 17:28
-
Banyak Kasus WO, Komdis PSSI dan LPIS Dinilai Tak Tegas
Bola Indonesia 20 Mei 2013, 18:30
-
Persipura Siap Bayar Sanksi Dari Komdis PSSI
Bola Indonesia 17 Mei 2013, 18:30
-
Komdis PSSI Keluarkan Sanksi Bagi Persipura
Bola Indonesia 16 Mei 2013, 17:16
-
'Komdis Tak Berhak Hukum Exco PSSI'
Bola Indonesia 15 Mei 2013, 17:42
LATEST UPDATE
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR