
"Sudahlah, jangan hanya bisa menyalahkan orang," ujar anggota Tim Transisi, Cheppy T Wartono.
"Indonesia punya pemerintahan. Pemerintah di bidang olahraga adalah Menpora. Karenanya, semua pihak harus patuh, dan bukan melawan, Menpora. Kalau melawan pemerintah, itu namanya makar," sambungnya.
Sebelumnya, sejumlah laga kualifikasi Pra-PON cabang sepakbola gagal dilaksanakan sesuai jadwal. Hal ini akibat tidak adanya izin dari kepolisian untuk menggelar laga-laga tersebut.
Tim Transisi sendiri sebelumnya telah berkirim surat pada Kepala Bagian Intelkam Mabes Polri terkait perizinan laga Pra-PON. Pada surat yang ditembuskan pada Kapolri ini, mereka meminta Kepolisian untuk melayani perizinan jika telah berkoordinasi dengan Tim Transisi.
Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi menjelaskan bahwa Tim Transisi berfungsi sebagai penanggung jawab kegiatan sepakbola, selagi PSSI masih dibekukan. Fungsi tim yang diketuai Bibit Samad Rianto ini merupakan putusan pemerintah, yang wajib dipatuhi semua stakeholder.
"Jangan main-main dengan negara. Kalau tidak patuh, seperti ini jadinya," tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Terkait Pra PON, Tim Transisi Minta Asprov Tak Lempar Kesalahan
Bola Indonesia 12 Oktober 2015, 15:25
-
Gusti Randa: Tim Transisi Sangat Menyalahi Aturan
Bola Indonesia 9 Oktober 2015, 14:36
-
PSSI Hukum 154 Pihak Yang Bertugas di Piala Kemerdekaan
Bola Indonesia 6 Oktober 2015, 11:12
-
Akibat Tim Transisi, PSSI Menunda Pelaksanaan Pra PON
Bola Indonesia 5 Oktober 2015, 20:41
-
KONI Kecewa Dengan Campur Tangan Tim Transisi
Bola Indonesia 5 Oktober 2015, 14:31
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Belgia: Charles De Ketelaere
Piala Dunia 7 Juli 2026, 09:26
-
Sudah Waktunya Pensiun dari Timnas Portugal, Wahai Cristiano Ronaldo?
Piala Dunia 7 Juli 2026, 07:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55




















KOMENTAR