
Bola.net - Timo Werner kini sedang dalam periode yang bagus. Performanya membaik secara signifikan bersama Chelsea. Di sisi lain, hal yang sebaliknya justru tengah dialami penyerang Chelsea lain yakni Romelu Lukaku.
Werner memulai musim 2021/2022 dengan situasi sulit. Walau tampil cukup bagus pada musim pertamanya bersama The Blues, dia mendapat banyak kritik. Werner dinilai tidak cukup tajam dan sering membuang peluang.
Chelsea kemudian memulangkan Romelu Lukaku dari Inter Milan. Lukaku datang dengan reputasi mentereng selama dua musim di Serie A. Lukaku dibeli dengan harga 115 juta euro dan segera merebut tempat Werner di starting XI.
Lukaku dan Werner kemudian sama-sama kesulitan di Chelsea. Namun, pada tiga laga terakhir, performa kedua pemain sangat kontras. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Timo Werner Sedang Onfire!

Timo Werner mendapat banyak kritik dari fans Chelsea atas performanya musim 2021/2022. Pemain asal Jerman hanya mampu mencetak satu gol hingga pekan ke-31 Premier League. Pada pekan itu, The Blues kalah dengan skor 4-1 dari Brentford.
Setelah itu, Werner kemudian bangkit. Dimulai saat memberikan kontribusi besar saat Chelsea menang 6-0 di kandang Southampton. Pemain yang pernah membela RB Leipzig mencetak dua gol. Dari situs, Werner terus membaik.
Werner dipercaya tampil sejak menit awal di leg kedua perempat final Liga Champions melawan Real Madrid. Chelsea menang 3-2 dan tampil apik. Werner mencetak satu gol dan assist.
Terbaru, Werner kembali tampil apik saat dipercaya menemani Mason Mount dan Kai Havertz di lini depan pada laga semifinal Piala FA melawan Crystal Palace. Werer membuat assist untuk gol Mount. Jadi, tiga laga terakhir, Werner mencetak tiga gol dan assist.
Lukaku Terus Merosot
Berbeda dengan Werner, Romelu Lukaku justru berada dalam situasi yang sulit. Dia sama sekali tidak mencetak gol atau assist pada tiga laga terakhir. Bahkan, Lukaku harus memulai laga dengan duduk di bangku cadangan.
Lukaku terakhir kali mencetak gol saat Chelsea berjumpa Middlesbrough di Piala FA, 19 Maret lalu. Ketika itu, Lukaku bermain selama 84 menit dan tampil menjanjikan.
Tiga laga terakhir, Lukaku tidak pernah bermain lebih dari 25 menit. Dia selalu memulai laga sebagai pemain pengganti. Lukaku sempat punya beberapa peluang, tetapi tidak mampu mengakhirinya menjadi gol. Salah satunya adalah peluang di bawah ini:
So unlucky for Lukaku 😮 pic.twitter.com/uzszRPvGle
— ESPN FC (@ESPNFC) April 17, 2022
Komposisi Ideal Lini Depan Chelsea

Chelsea selalu menang pada tiga laga terakhir di semua ajang, termasuk di kandang Real Madrid. The Blues mampu mencetak 11 gol dan kebobolan dua gol saja. Kinerja lini depan membaik jika dibanding tiga laga sebelumnya yang hanya mencetak empat gol.
Tiga laga terakhir, Thomas Tuchel memainkan trio Kai Havretz, Mason Mount, dan Timo Werner di lini depan. Mereka bergerak sangat cair dan saling mengisi. Komposisi ini sudah dipasangkan sejak musim lalu, tetapi sempat diubah untuk mengakomodasi kedatangan Lukaku.
"Tiga pemain depan itu. Havertz luar biasa. Mount dengan energinya. Timo Werner tidak mendapatkan banyak pujian. Tiga pemain depan ini memiliki begitu banyak aspek dalam permainan mereka, mereka akan menyebabkan banyak masalah pada lawan," kata pandit Ian Wright.
Klasemen Premier League
Sumber: Football London
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Menuju Final FA Cup, Seruan Chelsea kepada Liverpool: Kami Mau Balas Dendam!
- Chelsea Lolos ke Final FA Cup, Jadwal Laga Versus Manchester United Resmi Dimajukan
- Ke Final FA Cup 3 Musim Beruntun, Chelsea Samai Prestasi Manchester United dan Arsenal
- Rapor Pemain Chelsea Saat Sikat Crystal Palace: Loftus-Cheek Ciamik, Mount Asoy, Werner Super!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Duh, Manchester United Tidak Menarik di Mata Antonio Rudiger
Liga Inggris 18 April 2022, 21:38
-
Real Madrid Intip Peluang Comot Reece James dari Chelsea
Liga Spanyol 18 April 2022, 18:40
-
Habis Sabar, Chelsea Bakal Jual Romelu Lukaku di Musim Panas 2022
Liga Inggris 18 April 2022, 17:00
LATEST UPDATE
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR