
Bola.net - Isu ketertarikan Manchester United untuk mendapatkan bintang muda Barcelona, Ansu Fati, sepertinya bukan isapan jempol belaka. Dua pekan terakhir, kabarnya MU sudah mengajukan dua tawaran untuk bocah 17 tahun itu.
Menurut Sport, usaha mendapatkan Fati adalah bukti strategi transfer MU yang baru. Setan Merah butuh waktu lama untuk bangkit pasca kepergian Sir Alex Ferguson, selama bertahun-tahun terakhir mereka membuat beberapa kesalahan transfer.
Sebab itu, Fati diyakini bisa sedikit memuaskan fans setia Setan Merah yang mulai kecewa dengan cara kerja klub kesayangan mereka. Fati bukan hanya muda, bukan hanya sudah terbukti bisa diandalkan, dia pun bakal jadi bagian proyek pembangunan jangka panjang MU.
Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Dua Kali Ditolak
Mengutip Sport, MU memandang Fati sebagai salah satu pemain yang bisa jadi fondasi pembangunan tim, tentu bersama beberapa pemain yang sudah ada sekarang seperti Marcus Rashford dan Bruno Fernandes.
Biar begitu, mendapatkan Fati bukan perkara mudah. Sport mengklaim MU sudah menyodorkan dua tawaran yang langsung ditolak Barca mentah-mentah.
Pertama, MU menyodorkan 100 juta euro, tapi langsung ditolak tanpa dipertimbangkan. Kedua, MU menawarkan 150 juta euro, lagi-lagi ditolak keras. Barca menegaskan Fati tidak dijual, tapi ada klausul rilis 170 juta euro yang mungkin bisa dicoba MU.
Intinya, MU harus mengeluarkan banyak uang jika benar ingin mendapatkan Fati. Kira-kira mengapa Setan Merah mau bekerja keras? Ada 4 jawaban/alasan menurut Sport, yakni:
Potensi Lebih dari Satu Dekade
Ansu Fati baru 17 tahun, bakal menginjak usia 18 tahun pada Oktober 2020 nanti. Artinya, jika segalanya berjalan baik, dia masih bisa bermain di level top 15 tahun lagi.
MU memahami kondisi ini, jika mengabaikan kemungkinan kemerosotan permainan Fati, 170 juta euro terbilang murah untuk investasi 15 tahun ke depan.
Gaya Main yang Cocok di Premier League
Bintang muda Barcelona, Ansu Fati, merayakan golnya bersama Lionel Messi. (c) AP Photo
Sepak bola Inggris umumnya fokus pada permainan fisik. Sebab itu, Fati jelas masih harus mengembangkan aspek permainan itu.
Untungnya Fati masih sangat muda, dia masih bisa berkembang, ada banyak ruang untuk bertumbuh. Meningkatkan daya tahan fisik seharusnya tidak sulit.
Selain itu, Fati tidak punya masalah berarti. Dia dinamis, gesit, dan bermain tanpa rasa takut. Dia bisa jadi pemain mematikan jika ada ruang kosong di belakang para bek.
Serbabisa
Ansu Fati bisa bermain di posisi mana pun di lini serang. Bersama tim Barca, dia bermain di tengah sebagai striker utama.
Sejak itu dia terus mengembangkan permainannya, Fati kemudian bisa bermain sama baiknya di kedua sisi sayap. Bahkan saat bermain di tim senior, Fati tampak nyaman diturunkan di mana pun.
Keserbabisaan ini jelas jadi nilai plus Fati, yang membuat pelatih mana pun senang memainkannya.
Rendah Hati, Sikap Dewasa
Terakhir dan yang paling penting, sikap Fati benar-benar positif di mata MU. Setan Merah terkagum dengan kedewasaan Fati meski dia masih sangat muda.
Fati tidak mau terlalu banyak disorot, dia hanya ingin belajar, berkembang, dan memaksimalkan potensinya. Dia sangat fokus bermain sepak bola dan berusaha menjaga diri di dalam dan di luar lapangan.
Fati adalah contoh untuk pemain muda mana pun yang ingin keluar dari akademi dan bermain di tim inti.
Sumber: Sport
Baca ini juga ya!
- Stadion Sepi? Premier League Bisa Pertimbangkan Beberapa Cara Membuat 'Kerumunan' Ini
- Panduan Jelang Kembalinya Premier League: Bisakah 3 Tim Ini Keluar dari Zona Degradasi?
- Panduan Jelang Kembalinya Premier League: Situasi Terkini dan Peluang 7 Klub Raksasa
- Satu Foto Sejuta Kata: Lionel Messi sang Pemimpin
- 5 Kesalahan Besar Chelsea si Jago Transfer: Mulai Robben Sampai Eden Hazard
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MU Ngotot, Barcelona Pasang Harga untuk Ansu Fati
Liga Spanyol 17 Juni 2020, 19:40
-
4 Fakta Menarik Usai Barcelona Hajar Leganes: Ansu Fati Cetak Rekor
Liga Spanyol 17 Juni 2020, 16:55
-
Ansu Fati Cetak Gol, Pelatih Barcelona Belum Puas
Liga Spanyol 17 Juni 2020, 16:11
LATEST UPDATE
-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR