
Bola.net - Mengamati klasemen sementara Premier League 2021/22, rasanya aman menyebut Arsenal sedikit lebih baik dari Manchester United saat ini. Kedua tim bersaing ketat, tapi bernasib berbeda.
Saat ini Arsenal ada di peringkat ke-4 dengan 35 poin dari 20 pertandingan. MU mengekor dengan 31 poin dari 19 pertandingan, kini ada di peringkat ke-7.
Arsenal dan MU diyakini bakal bersaing ketat untuk slot terakhir di empat besar. Pasalnya, peringkat satu sampai tiga sudah diisi oleh trio papan atas yang sulit digusur: Manchester City, Liverpool, Chelsea.
Musim masih panjang, masih banyak kejutan yang mungkin terjadi. Namun, berkaca pada beberapa pertandingan terakhir, Arsenal layak disebut lebih baik dari MU.
Setidaknya ada 5 alasan Arsenal saat ini lebih baik dari MU. Apa saja? Yuk scroll ke bawah, Bolaneters!
1. Taktik lebih jelas

Arsenal tidak selalu bermain apik, tapi beberapa pekan terakhir racikan Arteta terbukti memuaskan. Arsenal meraih kemenangan-kemenangan penting untuk tetap bersaing di liga.
Arteta tampaknya sudah menemukan komposisi pemain inti yang bisa bermain konsisten. Barisan bek Arsenal solid, lini tengah juga cukup memuaskan -- khususnya Martin Odegaard yang sedang bagus-bagusnya.
Formasi 4-2-3-1 yang dipilih Arteta sangat memuaskan, meski ada sedikit masalah di lini tengah dengan Granit Xhaka. Arsenal bermain dengan taktik yang lebih jelas dan solid daripada MU.
2. Main sebagai tim

Arsenal tidak punya satu bintang utama yang jadi penentu kemenangan tim. Tentu pemain seperti itu terkadang dibutuhkan, tapi tanpa pemain demikian Arsenal justru bermain lebih solid sebagai tim.
MU punya Cristiano Ronaldo, jadi para pemain harus bermain untuk meladeni Ronaldo. Arsenal tidak punya bintang utama seperti itu, setiap pemain bisa mencetak gol.
Bahkan gol-gol Arsenal lebih sering datang dari lini kedua, yaitu ketika para gelandang naik ke depan dan menjemput peluang untuk mencetak gol.
3. Skuad seimbang

Skuad Arsenal sekarang terbilang seimbang. Setiap posisi diisi oleh pemain yang tepat dan bisa bermain padu dengan rekan-rekannya.
Arteta punya banyak opsi. Selain menurunkan formasi 4-2-3-1, dia juga bisa memainkan formasi tiga bek yang bakal membuat tim bermain sedikit lebih ofensif.
Arsenal beruntung tidak ada pemain inti yang cedera, jadi keseimbangan skuad masih terjaga.
4. Momentum positif

Ada perbedaan besar antara Arsenal musim ini dan Arsenal musim lalu. Sekarang mereka tahu caranya berjuang mempertahankan laju positif tim.
Pasukan Arteta beberapa kali tersandung, yaitu ketika kalah dari tim-tim besar. Meski begitu, Arsenal bisa langsung bangkit dan meraih kemenangan di pertandingan berikutnya.
Kemampuan bangkit itu menuntun Arsenal merangkai momentum positif. Meski kalah, suasana di ruang ganti tetap positif.
5. Timnya Arteta

Arteta sudah dua tahun melatih Arsenal. Artinya, tim yang sekarang adalah tim ideal versi Arteta, meski belum maksimal.
Saat ini Arteta lebih mengenal karakter setiap pemain, lebih memahami kekuatan terbaik Arsenal. Di MU, Ralf Rangnick baru datang dan masih mencoba mengenal setiap pemain.
Oleh sebab itu, dapat disebut Arteta sudah lebih tahu apa yang dibutuhkan timnya dan apa yang harus dilakukan timnya untuk mengalahkan lawan tertentu.
Sumber: Premier League, Bola
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
- MU Masih Bobrok, Ralf Rangnick Jadi Penunjukan Pelatih Terburuk dalam Sejarah Premier League?
- Sebut Chelsea Cuma Klub Pilihan Keempat, Begini Klarifikasi Romelu Lukaku
- Sulit Dikejar, tapi Chelsea Berharap Man City Bakal Tersandung!
- Insaf! Inilah Ucapan Permintaan Maaf Romelu Lukaku untuk Skuad dan Fans Chelsea
- Tidak Seperti MU, Chelsea Punya Kerja Sama Tim yang Spesial
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Donny van de Beek, Solusi Permainan Acakadut Manchester United
Liga Inggris 5 Januari 2022, 21:00
-
Anthony Martial Pergi, Manchester United Boyong Mauro Icardi?
Liga Inggris 5 Januari 2022, 20:40
-
Steven Gerrard Tidak Sabar Pimpin Aston Villa Lawan Manchester United
Liga Inggris 5 Januari 2022, 20:20
-
Bukan Haaland, Pemain Argentina Ini Bakal Jadi Bomber Baru Manchester United?
Liga Inggris 5 Januari 2022, 20:00
-
Usai Kieran Trippier, Newcastle Mau Bungkus Donny van de Beek?
Liga Inggris 5 Januari 2022, 19:46
LATEST UPDATE
-
Hasil Dewa United vs Borneo FC: Alex Martins Cetak 2 Gol
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 22:26
-
Kylian Mbappe Bermain Hanya dengan Kondisi Fisik 70 Persen
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 20:54
-
Surabaya Samator Tutup Babak Reguler Proliga 2026 dengan Kemenangan
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 20:23
-
Juventus Amburadul di Bursa Transfer: 3 Musim, Hanya 2 Pemain yang Sukses!
Liga Italia 22 Februari 2026, 20:22
-
Gagal ke Final Four, Bandung BJB Tandamata Kejar Kemenangan atas Jakarta Livin Mandiri
Voli 22 Februari 2026, 20:01
-
Persis Solo Terpuruk: 300 Hari Tanpa Kemenangan di Laga Kandang!
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 18:32
-
Nonton Live Streaming Persib vs Persita di Indosiar - BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 18:01
-
Inter Milan di Serie A: 92,6 Persen Scudetto!
Liga Italia 22 Februari 2026, 17:41
-
Bek Mereka Masuk Incaran MU, Juventus: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 17:00
-
5 Laga Tanpa Menang, Ada Apa dengan Juventus?
Liga Italia 22 Februari 2026, 16:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR