5 Pelajaran Manchester United 0-1 Manchester City: Kartu Merah Foden hingga Gol Kontroversial Haaland

Bola.net - Manchester United harus mengakui keunggulan Manchester City dalam Derby Manchester. Bermain di Old Trafford, Setan Merah kalah 0-1 setelah Erling Haaland mencetak gol pada babak kedua, Minggu (13/9/2026) malam WIB.
Pertandingan berubah drastis ketika Phil Foden menerima kartu merah pada menit ke-23. Manchester City harus bermain dengan 10 pemain selama sebagian besar pertandingan.
Keunggulan jumlah pemain ternyata tidak mampu dimanfaatkan Manchester United. Tim asuhan Michael Carrick kesulitan menciptakan peluang bersih meski memiliki waktu panjang untuk menekan lawannya.
Manchester City justru mampu mencuri gol melalui Haaland. Gol tersebut sempat dianulir karena offside sebelum VAR mengubah keputusan setelah melihat posisi Patrick Dorgu.
Hasil ini membuat Manchester City mempertahankan catatan sempurna di Liga Inggris 2026/2027. Sementara itu, Manchester United harus menyesali kegagalan memanfaatkan situasi setelah Foden meninggalkan lapangan.
1. Foden Harus Belajar Mengendalikan Emosi

Kartu merah Phil Foden menjadi titik penting dalam pertandingan Derby Manchester. Gelandang Manchester City itu menerima hukuman setelah dinilai melakukan tindakan menendang Bruno Fernandes.
Fernandes memang lebih dulu melakukan kontak yang membuat Foden merasa kesal. Namun, reaksi Foden tetap menjadi masalah karena insiden tersebut terjadi di era VAR yang memungkinkan tindakan seperti itu ditinjau ulang.
Manchester City akhirnya harus menjalani lebih dari satu jam pertandingan dengan 10 pemain. Situasi tersebut membuat rekan-rekannya menghadapi tugas berat untuk mempertahankan peluang meraih kemenangan di Old Trafford.
Reaksi Erling Haaland setelah Foden mendapat kartu merah juga menunjukkan besarnya dampak insiden tersebut. Penyerang asal Norwegia itu bahkan terlihat meminta Foden meninggalkan lapangan.
2. 10 Lawan 11 Tidak Menjamin Kemenangan

Manchester United seharusnya bisa meningkatkan tekanan setelah Manchester City kehilangan satu pemain. Namun, keunggulan jumlah pemain justru tidak membuat permainan tuan rumah menjadi lebih dominan.
Manchester City mengubah struktur permainan setelah Foden keluar. Rayan Cherki digeser ke sisi kanan dan tim tamu bermain dengan pola 4-4-1 untuk menjaga keseimbangan.
Perubahan tersebut membuat ruang yang sebelumnya bisa dimanfaatkan Manchester United menjadi semakin terbatas. Enzo Fernandez juga turun lebih dalam untuk membantu lini tengah setelah sebelumnya memiliki tugas yang lebih agresif.
Situasi itu membuat pertandingan berjalan lebih tertutup. Manchester United kesulitan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan malah terlihat frustrasi menghadapi pertahanan City.
3. Gol Haaland Memunculkan Kontroversi

Gol Haaland sempat dianggap tidak sah karena hakim garis mengangkat bendera offside. Dari tayangan televisi, penyerang Manchester City tersebut memang terlihat berada di depan Lisandro Martinez ketika menerima bola di tiang jauh.
VAR kemudian melakukan pemeriksaan dalam waktu cukup lama. Tayangan semi-otomatis akhirnya menunjukkan bahwa kaki Patrick Dorgu yang terulur membuat Haaland berada dalam posisi onside.
Keputusan tersebut tetap memunculkan perdebatan. Wayne Rooney dan Gary Neville sama-sama menilai posisi Enzo Fernandez turut memengaruhi Martinez ketika proses serangan berlangsung.
Terlepas dari kontroversi tersebut, gol Haaland akhirnya disahkan. Keputusan itu menjadi penentu kemenangan Manchester City dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
4. Maresca Layak Mendapat Pujian

Manchester City mengawali musim 2026/2027 dengan catatan sempurna di Premier League. Mereka telah memenangi empat pertandingan dan tetap menjaga jarak dengan Arsenal di papan atas.
Catatan tersebut semakin menarik karena City baru saja kehilangan Pep Guardiola dan melakukan perubahan besar pada skuad sepanjang musim panas. Situasi seperti itu seharusnya bisa membuat proses adaptasi berjalan lebih sulit.
Namun, tim asuhan Enzo Maresca justru menunjukkan perkembangan yang cepat. Mereka juga sudah menjalani pertandingan Liga Champions melawan Porto setelah sebelumnya tampil pada Community Shield.
Manchester City mulai memperlihatkan kembali karakter sebagai tim yang mampu mengontrol pertandingan dalam berbagai situasi. Kemenangan di Old Trafford saat bermain dengan 10 pemain menjadi bukti lain dari kemampuan tersebut.
5. Manchester United Gagal Memanfaatkan Peluang

Manchester United memiliki keuntungan besar setelah Foden mendapat kartu merah pada menit ke-23. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu diterjemahkan menjadi tekanan yang cukup untuk membongkar pertahanan City.
Manchester City justru terlihat nyaman setelah unggul. Mereka mampu memperlambat tempo, mendapatkan tendangan bebas, memenangkan duel penting, dan mengelola waktu dengan baik.
Sebaliknya, Manchester United tidak memiliki banyak solusi ketika serangan mereka menemui kebuntuan. Fernandes tidak mampu menciptakan perbedaan, Marcus Rashford kesulitan bergerak bebas, sementara Matheus Cunha tidak memberikan dampak yang diharapkan.
Pergantian pemain juga tidak banyak mengubah keadaan. Benjamin Sesko gagal memberikan pengaruh setelah masuk, sedangkan keputusan memainkan Joshua Zirkzee pada menit-menit akhir semakin menggambarkan minimnya pilihan Manchester United.
Sumber: Mirror
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bukan Haaland, Dua Pemain Ini Dinilai Berjasa Besar Hantarkan Man City Kalahkan MU!
Liga Inggris 14 September 2026, 20:40
-
Nama: Erling Haaland, Hobi: Membobol Gawang Manchester United!
Liga Inggris 14 September 2026, 19:41
-
Sah atau Tidaknya Gol Haaland, MU Seharusnya Bisa Kalahkan Man City!
Liga Inggris 14 September 2026, 18:53
-
Derby Manchester: Bukan MU yang Jelek, Tapi Man City-nya yang Jago!
Liga Inggris 14 September 2026, 18:31
-
Bukannya Merugikan, Kartu Merah Phil Foden Justru Untungkan Man City di Derby Manchester
Liga Inggris 14 September 2026, 18:14
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR