Bola.net - Kegagalan Arsenal di beberapa tahun terakhir era Arsene Wenger dinilai terjadi karena peran Barcelona. Kala itu, Wenger sangat ingin meniru permainan Barca tapi tidak punya pemain yang cukup mumpuni.
Gagal meniru Barca, Arsenal terpuruk kian dalam. Mereka tidak bisa kembali menyuguhkan permainan khas Premier League karena tidak punya pemain-pemain yang cukup kuat untuk memenuhi permainan fisik Premier League.
Alhasil, Arsenal tidak berdaya menghadapi tim-tim tangguh seperti Manchester City dan Liverpool. Arsene Wenger dianggap gagal dan kehilangan jabatannya. Unai Emery datang sebagai penyelamat.
Benarkah itu yang terjadi? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Gagal Meniru Barcelona
Mantan pemain Arsenal, Martin Keown yakin Wenger memang mencoba meniru Barca. Saking besarnya keinginan tersebut, perlahan-lahan keseimbangan skuad Arsenal semakin buruk. Para pemain The Gunners tidak cukup bagus.
"Keseimbangan antara kemampuan fisik dengan pemain-pemain berteknik tinggi terlalu timpang," buka Keown kepada Sky Sports.
"Saya kira Arsenal melakukannya dalam usaha meniru kehebatan Barcelona, yakni tim yang paling ingin ditiru Wenger di antar yang lain."
"Arsenal kehilangan keseimbangan mereka," imbuhnya.
Tugas Emery
Kini, Arsenal menatap babak baru bersama Unai Emery. Sejak musim lalu, Emery sudah berusaha mengubah gaya bermain Arsenal menjadi lebih agresif dan lebih berani terlibat dalam duel-duel fisik. Sebagaimana Premier League seharusnya.
"Unai Emery mencoba mengembalikan kekuatan Arsenal tetapi dia harus menciptakan keseimbangan yang lebih baik sebab Arsenal sering lupa bertahan," lanjut Keown.
"Juga, dalam 50 persen setiap pertandingan, Arsenal tidak bisa menguasai bola. Itulah kelemahan mereka, khususnya saat bermain tandang," pungkasnya.
Sumber: Sky Sports
Baca ini juga ya!
- Menerka Susunan Pemain Arsenal di Markas Liverpool, Bertahan atau Menyerang?
- Sambangi Liverpool, Ini 2 Tantangan Besar yang Sudah Menunggu Arsenal
- Liverpool vs Arsenal: Akankah Mesut Ozil Tampil?
- Bos Arsenal Usir Halus Mustafi dan Elneny dari Emirates
- Emery Sebut Dua Hal yang Harus Diperbaiki Guendouzi, Apa Saja?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ivan Rakitic Batal Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 23 Agustus 2019, 16:20
-
Pemain Anyar Barcelona Ini Pernah Ingin Mematahkan Kaki Lionel Messi, Sekarang?
Liga Spanyol 23 Agustus 2019, 14:00
-
Jadwal Lengkap Pekan ke-2 La Liga 2019/2020 Akhir Pekan Ini
Liga Spanyol 23 Agustus 2019, 13:04
-
Ada Peran Barcelona di Balik Keterpurukan Arsenal Era Arsene Wenger
Liga Inggris 23 Agustus 2019, 11:20
-
David Beckham Ingin Boyong Luis Suarez ke Inter Miami
Liga Spanyol 23 Agustus 2019, 11:12
LATEST UPDATE
-
Hasil Dewa United vs Borneo FC: Alex Martins Cetak 2 Gol
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 22:26
-
Kylian Mbappe Bermain Hanya dengan Kondisi Fisik 70 Persen
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 20:54
-
Surabaya Samator Tutup Babak Reguler Proliga 2026 dengan Kemenangan
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 20:23
-
Juventus Amburadul di Bursa Transfer: 3 Musim, Hanya 2 Pemain yang Sukses!
Liga Italia 22 Februari 2026, 20:22
-
Gagal ke Final Four, Bandung BJB Tandamata Kejar Kemenangan atas Jakarta Livin Mandiri
Voli 22 Februari 2026, 20:01
-
Persis Solo Terpuruk: 300 Hari Tanpa Kemenangan di Laga Kandang!
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 18:32
-
Nonton Live Streaming Persib vs Persita di Indosiar - BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 18:01
-
Inter Milan di Serie A: 92,6 Persen Scudetto!
Liga Italia 22 Februari 2026, 17:41
-
Bek Mereka Masuk Incaran MU, Juventus: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 17:00
-
5 Laga Tanpa Menang, Ada Apa dengan Juventus?
Liga Italia 22 Februari 2026, 16:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR