
Bola.net - Awan mendung kembali menyelimuti Anfield usai kekalahan menyakitkan dari Bournemouth akhir pekan lalu. Hasil negatif ini disebut menjadi pemicu keputusan besar manajemen.
The Reds harus menelan kekalahan ketujuh mereka di Premier League musim ini. Gol telat Amine Adli di masa injury time menghukum kelengahan barisan pertahanan Liverpool.
Kekalahan ini berdampak fatal pada posisi mereka di klasemen sementara. Liverpool kini terlempar ke peringkat kelima, tepat di bawah rival abadi mereka, Manchester United.
Situasi ini memicu rumor panas terkait masa depan Arne Slot. Manajemen The Reds kabarnya mulai hilang kesabaran melihat performa tim yang tak kunjung membaik.
Vonis Akhir Musim untuk Slot?

Laporan terbaru menyebutkan bahwa nasib pelatih asal Belanda itu sudah ditentukan. Arne Slot diklaim tidak akan lagi menukangi Liverpool pada musim depan.
Keputusan ini diambil setelah serangkaian hasil buruk yang mengecewakan. Beberapa pemain senior bahkan dikabarkan telah menyampaikan kekhawatiran mereka kepada para petinggi klub.
Sebuah akun berita transfer terpercaya menyebutkan situasi internal klub sedang tidak baik-baik saja.
Exclusive 💣
— indykaila News (@indykaila) January 26, 2026
▪️ Xabi Alonso reps meeting
▪️ Request for elite targets
▪️Senior players concerns
▪️ Slot decision imminent
▪️ Gerrard ready to step in short-term
Liverpool met Xabi Alonso's representatives on Friday in a secret location in Spain 🇪🇸.
They discussed finer… pic.twitter.com/RSt7f7Vpkm
"Liverpool telah memutuskan Arne Slot tidak akan menjadi manajer musim depan, dengan beberapa pemain senior menyuarakan keprihatinan kepada pejabat senior," tulis laporan tersebut.
Tak hanya soal pemecatan, nama pengganti pun mulai mencuat ke permukaan. Legenda hidup Liverpool, Steven Gerrard, disebut siap kembali ke Anfield.
Laporan tersebut menambahkan detail mengenai kesiapan sang mantan kapten:
"Steven Gerrard siap mengambil pekerjaan itu dengan kontrak jangka pendek jika diminta, dan pertemuan sudah dilakukan."
Kritik Neville untuk Slot: Jangan Alasan Transisi!

Mantan kapten Manchester United, Gary Neville, turut memberikan kritik pedas. Ia menolak anggapan bahwa musim ini adalah masa transisi bagi Liverpool.
Neville menilai skuad Arne Slot sudah sangat mewah untuk sekadar beralasan adaptasi. Dana belanja fantastis di musim panas menjadi argumen utamanya.
"Lupakan itu, saya tidak mau mendengarnya," tegas Neville dalam podcast Sky Sports.
Ia melanjutkan dengan menyoroti besarnya investasi klub: "Anda menghabiskan £450 juta di musim panas untuk semua pemain itu, ini adalah musim di mana Anda seharusnya memenangkan gelar berturut-turut."
Neville merasa narasi "transisi" adalah upaya membelokkan sejarah. Dengan kedatangan bintang seperti Florian Wirtz hingga Alexander Isak, target juara adalah harga mati.
"Tapi ada perasaan bahwa (kedatangan) Ekitike, Wirtz, Isak, Frimpong, Kerkez bukanlah jendela transfer musim transisi, itu menambah skuad juara yang sangat stabil," ulasnya.
Mentalitas Lembek Liverpool Jadi Sorotan

Satu hal yang paling disoroti Neville adalah mentalitas bertanding The Reds. Ia menilai Virgil van Dijk dan kawan-kawan terlihat "lembek" di atas lapangan.
Kekalahan dari Bournemouth menjadi bukti nyata rapuhnya pertahanan mereka. Kesalahan elementer saat bertahan dengan 10 pemain menjadi sorotan tajam.
"Saya harus mengatakan, pertama kali menonton mereka, mereka terlihat sedikit lembek," ujar Neville.
"Virgil van Dijk adalah raksasa, tetapi pada akhirnya dia didorong (dengan mudah) saat menguasai bola," lanjutnya.
Rindu Ketajaman Lini Depan
Hilangnya ketajaman lini serang juga menjadi masalah pelik. Absennya karakter pemain yang direct membuat serangan Liverpool mudah dipatahkan.
Neville membandingkan skuad saat ini dengan era sebelumnya yang lebih mematikan. Ia secara khusus menyebut nama Luis Diaz dan Diogo Jota.
"Diogo Jota, Tuhan memberkati jiwanya, dan Luis Diaz adalah pemain yang direct dan akan menyerang bek lawan," kenang Neville.
Perubahan gaya main ini dinilai membuat Liverpool kehilangan identitas garangnya. Mereka kini dianggap terlalu "manis" saat menghadapi lawan.
"Mereka menjadi agak terlalu 'baik', padahal musim lalu mereka sangat tajam," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alarm Arne Slot! Liverpool Siapkan Skenario Pemecatan, Gerrard OTW Anfield?
Liga Inggris 27 Januari 2026, 10:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 29 Januari 2026
Liga Champions 26 Januari 2026, 18:12
LATEST UPDATE
-
Man Utd Bungkam Arsenal, Michael Carrick Ukir Rekor Sempurna atas Arteta
Liga Inggris 27 Januari 2026, 12:11
-
Kekuatan Mental Arsenal Dipertanyakan Usai Kalah dari Manchester United
Liga Inggris 27 Januari 2026, 12:01
-
Bayern Munchen Buka Pembicaraan Kontrak Baru untuk Harry Kane
Liga Eropa Lain 27 Januari 2026, 11:47
-
Nicolo Bulega Masih Jaga Asa Dibawa Ducati ke MotoGP 2027 Meski Bahagia di WorldSBK
Otomotif 27 Januari 2026, 11:39
-
Prediksi Dortmund vs Inter 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 11:37
-
Bek Muda Kroasia Resmi Gabung Inter Milan
Liga Italia 27 Januari 2026, 11:22
-
Prediksi Benfica vs Real Madrid 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 11:03
-
Gabung Persija Jakarta, Shayne Pattynama: Ini Klub Terbesar di Indonesia
Bola Indonesia 27 Januari 2026, 11:01
-
Prediksi Napoli vs Chelsea 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 10:46
-
Alarm Arne Slot! Liverpool Siapkan Skenario Pemecatan, Gerrard OTW Anfield?
Liga Inggris 27 Januari 2026, 10:45
-
Harga 86 Juta untuk Julian Alvarez, Solusi atau Blunder Baru Arsenal?
Liga Inggris 27 Januari 2026, 10:31
-
Jonathan David Udah Mulai Gacor, Mengapa Juventus Tetap Mencari Penyerang Baru?
Liga Italia 27 Januari 2026, 10:18
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24























KOMENTAR