
Bola.net - Liverpool segera kedatangan striker baru, yakni Hugo Ekitike. Pemain 23 tahun asal Prancis itu bakal ditebus dari Eintracht Frankfurt dengan nilai transfer mencapai £69 juta (sekitar Rp1,5 triliun) plus bonus £10 juta (sekitar Rp199 miliar).
Ia sempat jadi rebutan Liverpool dan Newcastle, tapi akhirnya memilih ke Anfield. Usianya masih muda, dan The Reds melihatnya sebagai proyek jangka panjang.
Lantas, apa saja kekuatan dan kelemahan Ekitike? Artikel ini membahas posisi favoritnya, statistik terbaiknya, dan hal-hal yang masih harus diperbaiki.
Bisa Main di Mana Saja di Lini Depan
Ekitike bermain di hampir semua posisi lini depan saat membela Frankfurt. Ia paling sering ditempatkan sebagai striker tengah, tapi juga pernah bermain melebar atau jadi second striker.
Dalam 48 pertandingan musim lalu, ia mencatatkan lebih dari 3.200 menit bermain. Fleksibilitas ini membuatnya cocok untuk skema serangan Liverpool yang dinamis.
Ia bukan tipe striker yang menunggu bola di kotak penalti. Heatmap-nya menunjukkan pergerakan aktif di seluruh area serangan.
Statistik Menarik yang Bikin Liverpool Tertarik
Ekitike termasuk lima besar striker terbaik Bundesliga musim lalu versi Squawka Score. Ia unggul dalam hal xG non-penalti (0,64 per 90 menit) dan tembakan tepat sasaran (2,62 per 90).
Ia juga punya kontribusi kreatif yang kuat, dengan rata-rata 1,54 peluang diciptakan per pertandingan. Angka ini lebih tinggi dari banyak striker top lainnya.
Dalam urusan dribel, Ekitike juga unggul. Ia mencatatkan 1,82 take-on sukses per 90 menit—terbaik di antara semua striker Bundesliga.
Finishing Masih Jadi Masalah Serius
Masalah utama Ekitike adalah penyelesaian akhir. Dengan 117 tembakan di liga, ia hanya mencetak 15 gol—rasio konversinya hanya 12,82 persen.
Ia mencatatkan xG total 21,58 tapi gagal memanfaatkannya secara maksimal. Selisih -6,58 membuatnya jadi pemain dengan underperformance tertinggi di lima liga top Eropa.
Selain itu, ia juga cukup sering offside. Rata-rata 0,66 kali per pertandingan bukan angka buruk, tapi cukup mengganggu bagi tim yang mengandalkan permainan cepat.
Jika Dibandingkan dengan Nunez, Diaz, dan Isak
Dibanding penyerang Liverpool lain seperti Darwin Nunez dan Luis Diaz, Ekitike masih kalah dalam efisiensi. Rasio konversinya lebih rendah dari keduanya, apalagi dari Alexander Isak (Newcastle) yang jauh lebih tajam.
Dalam hal shot accuracy, Ekitike sedikit lebih baik dari Nunez, tapi masih tertinggal dari Diaz dan Isak. Namun, ia unggul dalam jumlah tembakan tepat sasaran per 90 menit.
Untuk urusan assist dan penciptaan peluang, Ekitike juga cukup bersaing. Sentuhan di kotak penalti lawan pun lebih banyak dari Isak—tanda ia aktif mencari posisi.
Punya Potensi Besar, Harus Langsung Buktikan Diri
Ekitike punya modal yang kuat untuk berkembang jadi striker top. Ia punya naluri menyerang, kemampuan menciptakan peluang, dan gaya main yang cocok dengan Liverpool.
Namun, finishing buruk adalah PR besar yang harus segera diperbaiki. Jika tidak, ia bisa bernasib seperti Nunez yang sering dikritik di awal kedatangannya.
Dengan usia 23 tahun, waktunya masih panjang. Namun, untuk membuktikan diri di Anfield, Ekitike harus belajar cepat dan tampil lebih efektif sejak musim pertama.
Sumber: Squawka
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Sisi Positif dan Negatif dari Hasil 0-0 Timnas Indonesia U-23 Kontra Malaysia
- Timnas Indonesia Butuh Solusi Cepat untuk Masalah Serius di Lini Depan
- 3 Skenario dan Prediksi Starting XI MU dengan Mbeumo di Tur Amerika
- Perjalanan Karier Hugo Ekitike: Berawal di Reims, Kini Siap Berlabuh di Anfield
- Kenapa Hugo Ekitike Dipilih Liverpool dan Apa yang Bisa Mereka Harapkan Darinya?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Absen di Pramusim Newcastle, Alexander Isak Jadi Pindah ke Liverpool?
Liga Inggris 20 Juli 2025, 06:30
-
Digoda Liverpool, Alexander Isak Diyakini Bakal Setia di Newcastle
Liga Inggris 20 Juli 2025, 02:49
-
Gagal! Newcastle Tolak Penawaran Liverpool untuk Alexander Isak
Liga Inggris 18 Juli 2025, 19:52
LATEST UPDATE
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


















KOMENTAR